Tips agar Tidak Terlalu Mendengarkan Kata Orang Beserta Pengertian Pygmalion effect

Manfaat Ketawa untuk Kesehatan Mental dan Fisik
Manfaat Ketawa untuk Kesehatan Mental dan Fisik
Healmind – Simak pengertian Pygmalion effect,kekuatan ekspektasi positif agar tidak terlalu mendengarkan kata orang dan semakin bahagia, di sini.

Pernahkah kalian mendapat kata – kata positif dari orang sekitar yang secara tidak sadar memberikan energi untuk lebih bersemangat?

Atau mungkin diantara kalian mendapat kata – kata negatif yang kemudian berdampak buruk terhadap perilaku kalian dalam menyikapi sesuatu?

Fenomena ini dalam psikologi dikenal dengan sebutan Pygmalion Effect.

Pengertian Pygmalion effect

Dilansir dari laman resmi ub.ac.id, Pygmalion effect merupakan kondisi dimana ekspektasi positif yang diletakkan kepada seseorang akan berdampak pada performa kinerjanya. Kata pygmalion ini sendiri diangkat dari mitos yang berkembang di yunani. Diceritakan terdapat pematung yang bernama pygmalion.

Pada suatu hari pygmalion mendapat mimpi yang kemudian dijadikannya inspirasi untuk membuat patung bernama galatea. Patung ini sangat indah, sampai – sampai membuat pygmalion jatuh cinta.

Karena besar cintanya kepada patung galatea, kemudian ia ingin agar patungnya menjadi manusia dan memohon kepada dewa cinta yaitu Dewa Aphrodite untuk mengabulkan permohonannya.

Karena merasa kasihan akhirnya dewa cinta mengabulkannya dan menikahlah pygmalion dan galatea yang kemudian mempunyai seorang anak.

Apakah ada penelitian tentang fenomena ini ? Seorang psikolog yaitu Robert Rosenthal dan Lenore Jacobson telah melakukan penelitian tentang fenomena ini.

Dimana ekspektasi guru mempengaruhi kinerja siswa bahwa harapan positif mempengaruhi kinerja secara positif sementara ekspektasi negatif mempengaruhi kinerja secara negatif. Penelitian dilakukan di sekolah dasar, guru memilih secara acak sebanyak 20% dari total siswa yang ada.

Dalam penelitian ini seorang guru memberikan harapan positif kepada siswa dengan berkata mereka memiliki potensi yang baik dan akan mendapatkan prestasi yang bagus selama bersekolah.

Delapan bulan kemudian mereka memberikan tes. Dan terbukti bahwa siswa yang mendapat perkataan bahwa mereka akan baik dalam sekolahnya memperoleh hasil memuaskan ketimbang siswa yang tidak mendapat perkataan positif tersebut.

Dari penelitian ini terbentuklah gagasan bahwa ekspektasi positif dapat mengubah persepsi seseorang terhadap situasi dirinya. Hal ini dapat terjadi karena ekspektasi yang diberikan akan membuat suatu hal mudah untuk diperoleh.

Secara sadar maupun tidak sadar hal ini sangat sering kita alami dalam kehidupan sehari – hari. Bahwa harapan yang positif akan merubah kita dalam berperilaku, membuat kita lebih percaya diri, dan menumbuhkan pikiran positif.

Sering juga fenomena Pygmalion effect ini dianggap sebagai ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya. Padahal sebenarnya ada proses mengolah ekspektasi positif dalam naluri diri kita yang membuatnya dapat terwujud.

Dapat dianalogikan seperti saat kita diberi perkataan Kamu hebat, kamu pasti sukses. Setelah mendengar ucapan bahwa kamu hebat dan akan sukses, kamu akan memahaminya dengan hal-hal yang mungkin, mekanisme dalam pemikiran kita akan memikirkan hal – hal yang harus dilakukan untuk mewujudkannya yang berpengaruh terhadap keyakinan seolah kita akan berjalan menuju kesuksesan seperti yang diharapkan.

Pygmalion effect jika disikapi sebagai output yang baik, lalu kemudian adanya timbal balik yang positif dapat sangat berpengaruh pada kesuksesan kita baik dalam belajar, pekerjaan, atau kemampuan lainya.

Karena kunci dari kesuksesan adalah bagaimana kita percaya proses, menghadapi setiap rintangan dengan keyakinan bahwa kita bisa menggapainya.

Itulah pengertian Pygmalion effect, kekuatan ekspektasi positif untuk mendatangkan kesuksesan.***