Merasa Tidak Produktif? Jangan Khawatir, Mungkin Ini Penyebabnya

tanda-tanda burnout dalam pekerjaan yang harus dicermati agar tidak stres berlebih
tanda-tanda burnout dalam pekerjaan yang harus dicermati agar tidak stres berlebih

Produktivitas bukan sebuah tujuan, melainkan dampak dari menjadi individu yang bahagia dan sehat. Ketika Anda merasa tidak produktif, kadangkala hal ini disebabkan karena Anda kehilangan terlalu banyak energi atau saat Anda sedang tidak menjaga kesehatan dengan baik. Saat dalam kondisi “tidak baik”, kondisi ini akan mempengaruhi pikiran, motivasi, dan juga produktivitas Anda.

Sebuah studi dari Karolinska Institute, Swedia menemukan jika stres berhubungan dengan depresi dan kecemasan. Saat individu mengalami depresi, motivasi akan menurun sehingga hampir tidak ada produktivitas yang dapat tercapai. Saat Anda merasa tidak produktif dan justru memaksakan diri untuk produktif, tidak akan ada pencapaian positif yang Anda raih.

Kesehatan Mental, Faktor Penting dari Produktivitas Anda

Anda mungkin berusaha memperhatikan kesehatan fisik Anda untuk dapat bekerja maksimal dan produktif sepanjang hari. Namun, Anda mungkin lupa jika kesehatan mental juga menjadi faktor penting yang seringkali terlihat samar dalam mempengaruhi produktivitas Anda.

Saat Anda stres, mengalami burnout, cemas, kondisi lingkungan kerja yang kurang baik, serta tidak memiliki waktu untuk me-time dapat menjadi beberapa hal yang mempengaruhi kesehatan mental Anda. Pada akhirnya, Anda kehilangan fokus dan motivasi dalam mengerjakan pekerjaan Anda.

Saat Anda Merasa Tidak Produktif, Coba Lakukan Hal Berikut

  • Lakukanlah latihan/olahraga sederhana saat jeda di kantor. Berolahraga dapat membantu Anda dalam mengelola depresi, mempengaruhi korteks serebral yang mengendalikan atensi dan kesadaran Anda, serta dapat membantu Anda meningkatkan proses mengingat Anda.
  • Anda juga dapat berjalan-jalan di taman dengan pemandangan hijau selama sekitar 10 menit untuk menurunkan tekanan darah dan hormon kortisol Anda sehingga Anda dapat merasa lebih nyaman, lebih tenang, dan lebih segar.
  • Beri jeda waktu untuk melakukan me-time. Ingatlah jika tidak produktif bukan berarti Anda adalah pekerja yang malas, melainkan hanya butuh beberapa waktu untuk memperbaiki kesehatan fisik maupun psikis Anda.

Hati-hati, Produktif Jangan Sampai Workaholic

Biasanya, pekerja yang produktif sering disebut “workaholic”. Padahal sebenarnya, pekerja yang produktif bisa saja merupakan seorang pekerja keras. Mengukur karakter kerja seseorang berdasarkan produktivitasnya berarti harus mampu membedakan antara pekerja keras dan workaholic.

Workaholic merupakan seorang pekerja yang kecanduan bekerja sehingga mungkin memiliki produktivitas yang tinggi di awal namun mudah mengalami burn out selama bekerja. Workaholic biasanya memiliki jam kerja yang panjang, bahkan tanpa istirahat.

Berdasarkan penelitian, pekerja yang memiliki jam kerja lebih dari 55 jam per minggu memiliki risiko 33% lebih besar terhadap stroke dan peningkatan risiko sebesar 13% terhadap penyakit jantung koroner.

Seseorang yang bekerja keras mungkin bekerja lebih banyak dibandingkan yang seharusnya atau terlihat produktif saat bekerja. Namun, mereka melakukannya dengan senang hati dan masih bisa menyeimbangkan kehidupannya saat memiliki waktu luang. Karena melakukannya dengan senang hati dan tetap menjaga kesehatan, kualitas pekerjaan mereka pun juga tetap baik.

Jadi, Anda tidak perlu merasa bersalah setiap kali merasa tidak produktif saat bekerja. Anda mungkin butuh mengetahui penyebabnya terlebih dahulu, termasuk memahami jika kondisi kesehatan fisik ataupun psikis Anda sedang tidak dalam keadaan baik.