Terapi Pencegahan Paparan dan Respons atau ERP: Pengertian, Kegunaan, dan Cara Kerja

Pengertian Hoarding Disorder, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Pengertian Hoarding Disorder, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Healmind – Simak info tentang terapi pencegahan paparan dan respon atau ERP, lengkap dengan kegunaan dan cara kerja, di sini.

Apa itu Pencegahan Paparan dan Respons?

Dikutip dari VeryWellHealth, pencegahan paparan dan respons merupakan proses dua langkah. ERP dimulai dengan paparan terhadap hal-hal yang membuat Anda tidak nyaman.

Kemudian, dengan bantuan seorang spesialis terlatih, Anda belajar bagaimana mencegah respons ritual atau kompulsif Anda melalui proses yang disebut pembiasaan (menjadi lebih nyaman dengan rangsangan), sebagai berikut: 2

  • Fase  paparan  ERP mengacu pada sengaja menempatkan Anda dalam kontak langsung dengan rangsangan yang menyebabkan ketidaknyamanan (kuman, tempat umum, lift, dll.) yang biasanya memicu pikiran obsesif, perilaku kompulsif yang diritualkan, ketakutan, atau kecemasan.
  • Fase pencegahan respons ERP melibatkan membiasakan diri dan tidak terlibat dalam perilaku kompulsif saat terkena rangsangan. Ini juga memungkinkan Anda melepaskan pikiran-pikiran yang mengganggu setelah dipicu oleh paparan.

Terapi ERP vs. Terapi Bicara

Seperti namanya, terapi bicara membantu orang mendapatkan wawasan tentang masalah mereka dengan berbicara dengan ahli kesehatan mental. ERP adalah terapi perilaku yang mengambil pendekatan berbeda.

Daripada hanya berbicara tentang perilaku obsesif atau situasi yang memicu kecemasan, terapi ERP memaparkan orang pada rangsangan yang menakutkan dalam lingkungan yang aman. Pada saat yang sama, terapis melatih dan mengajari pasien cara mengatasinya secara real time.

Meskipun ERP dapat dilakukan dengan menggunakan imajinasi seseorang (imaginal exposure) atau dengan teknologi virtual reality , biasanya hal ini terjadi dalam situasi dunia nyata. Berbeda dengan terapi bicara—yang umumnya dilakukan di kantor, melalui telepon, atau melalui obrolan video—pasien ERP didorong untuk menghadapi situasi, objek, atau aktivitas yang menimbulkan rasa takut dalam kehidupan nyata. 6

Cara Kerja Terapi ERP

ERP menghadapkan orang pada situasi yang memicu pikiran atau obsesi yang mengganggu. Ketika situasi pemicu dialami, pasien mempelajari keterampilan koping baru yang mencegah mereka bertindak berdasarkan dorongan mereka. Dengan latihan dan pembiasaan bertahap, ERP mengurangi kecemasan dan mencegah respons kompulsif.

Terapi ERP dimulai dengan konsultasi dan penilaian oleh seorang profesional terlatih yang mengumpulkan informasi rinci tentang pemicu unik pasien dan menghasilkan rencana perawatan yang dipersonalisasi.

Sepanjang proses ini, pasien bekerja sama dengan penyedia layanan untuk mengidentifikasi rangsangan eksternal tertentu (tempat, situasi, objek, dll.) dan rangsangan internal (pikiran mengganggu, perasaan panik, dll.) yang memicu perilaku terkait OCD, kecemasan parah, fobia. , atau gangguan makan.

Setelah obsesi, kompulsi, atau keengganan seseorang dikatalogkan, pasien diminta untuk berbagi rincian mendalam tentang hasil yang ditakuti jika ritual atau perilaku penghindaran tidak dilakukan.

Selama fase pemaparan di setiap sesi, pasien dihadapkan pada rangsangan yang menimbulkan ketidaknyamanan yang biasanya memicu perilaku obsesif atau memicu kecemasan. Dengan seorang profesional ERP di sisinya, orang-orang menghadapi masalah secara langsung dan mempelajari keterampilan yang mencegah mereka bertindak berdasarkan dorongan hati atau panik.

Seiring berjalannya waktu dan dengan setiap paparan baru, pasien belajar bagaimana menghindari respons yang maladaptif (negatif).

Kegunaan Terapi ERP

Terapi ERP dapat digunakan untuk mengobati orang dengan: 7

  • OCD
  • Gangguan Makan
  • Gangguan kecemasan umum (GAD)
  • Gangguan panik
  • Gangguan kecemasan sosial (SAD)
  • Gangguan terkait kecemasan lainnya