Stres Kerja Bisa Bikin Kamu Jadi Toxic Loh!

Cara Mengelola atau Manajemen Stres
Cara Mengelola atau Manajemen Stres

Stres kerja dialami hampir semua orang, terlepas dari posisi dan tanggung jawab pekerjaan yang harus dilakukan. Hampir seperempat dari orang yang kita temui mengalami stres terkait dengan pekerjaan mereka.

Belakangan, stres kerja justru menjadi salah satu ancaman kesehatan mental yang utama. Tidak hanya merugikan pekerja dan perusahaan, stres nyatanya juga berdampak pada kualitas hubungan pekerja dengan orang-orang di sekitarnya loh! 

Penyebab Stres Kerja

Stres kerja yang umum terjadi adalah stres yang dirasakan terus-menerus, hampir setiap hari saat kamu masuk ke kantormu. Stres pekerjaan biasanya disebabkan oleh beban kerja yang tidak sesuai dengan deadline.

Sebuah survei tahun 2017 menunjukkan jika 60 persen pekerja merasakan peningkatan pada tekanan pekerjaan. Saat beban kerja terlalu banyak, namun kontrol atau intruksi hampir tidak ada dan waktu penyelesaian sangat mepet, stres justru bertambah besar. 

Setiap harinya, kamu mungkin menghabiskan waktu delapan jam atau lebih di kantor. Karakter rekan kerjamu sebagai bagian dari lingkungan kerja juga dapat menciptakan stres bagimu.

Tanpa kamu sadari, kamu mungkin punya satu sampai dua rekan kerja yang toxic dan tidak menyenangkan sehingga kamu ikut merasa tertekan setiap kali bekerja bersama mereka. 

Saat beban kerja menumpuk dan kamu tidak lagi punya waktu untuk melepaskan tekanan atau bersenang-senang, tentunya setiap hal tidak menyenangkan dan tekanan tersebut dapat terus menumpuk menjadi stres pekerjaan atau bahkan burnout

Dampak Stres Kerja: Kamu Bisa Saja Jadi Toxic

Tidak hanya berdampak pada kinerja mu sebagai pekerja di perusahaanmu, stres juga dapat mempengaruhi kehidupan pribadimu bahkan kualitas hubunganmu dengan orang lain.

Stress spillover atau stress crossover merupakan istilah untuk menggambarkan situasi dimana kamu “membagikan” stres mu kepada orang terdekatmu. 

Saat seseorang mengalami stres, biasanya mereka akan lebih mudah marah, cenderung mudah merasa kesal akan hal kecil, dan hanya ingin beristirahat setibanya di rumah. Padahal orang-orang terkasih di sekitar mereka ingin saling berbagi cerita atau melakukan kegiatan sederhana bersama untuk meningkatkan kualitas hubungan. 

Saat kamu mulai melampiaskan stresmu dengan marah atau justru menjauh dari orang lain, kamu mungkin terlihat sebagai orang yang toxic di mata orang-orang terdekatmu. Selain itu, penelitian pada 2019 yang dilakukan oleh Catherin So-Kum Tang et.al menunjukkan jika stres pekerjaan berkorelasi dengan emotional dysregulation dan burnout yang dapat berujung pada perilaku judi. 

Stres juga membatasi kemampuanmu untuk berpikir dengan jelas, bekerja dengan efektif, serta menikmati apa yang sedang kamu jalani. Kamu hanya akan fokus pada stres yang menjadi bebanmu.

Kelola Stresmu

Sebelum memutuskan manajemen stres yang efektif dan cocok untukmu, kamu perlu mengetahui penyebab stres kerja yang kamu alami. Apakah karena beban kerja, tidak terselesaikannya pekerjaan, atau lingkungan kerja yang kurang mendukung? 

Menjaga hubungan yang baik dengan orang-orang terkasih atau yang dapat menjadi support system juga dapat membantumu mengelola stresmu. Cobalah belajar untuk memberi waktu tanpa memikirkan pekerjaan agar kamu dapat berolahraga atau melakukan hal yang menyenangkan bagi dirimu sendiri. 

Kamu juga dapat mencoba mengatasi stres pekerjaan seketika saat stres mulai muncul. Cari cara tercepat untuk mengendalikan stres, misalnya dengan menonton video yang menyenangkan, berjalan-jalan sebentar di taman kantor, atau menelepon orang yang terkasih. Hal ini dapat membantumu lebih relaks dan fokus kembali pada dirimu sendiri. 

Tentunya, pengelolaan stres yang baik membutuhkan waktu sehingga kamu dapat menemukan rutinitas atau hal-hal menarik yang dapat menjadi caramu keluar dari stres kerja yang membebanimu. Selamat mencoba!