Penyebab dan Cara Mengatasi ADHD untuk Anak-anak

Penyebab dan Cara Mengatasi ADHD untuk Anak-anak
Penyebab dan Cara Mengatasi ADHD untuk Anak-anak

Healmind – Simak penyebab dan cara mengatasi penyakit ADHD untuk anak-anak, di sini.

Penyakit ADHD atau attention deficit/hyperactivity disorder adalah masalah kesehatan yang identik dengan anak-anak, tapi kondisi ini sebenarnya bisa mempengaruhi seseorang seumur hidupnya.

Maka, ketika dokter mendiagnosis seseorang mengalami gangguan ini pada masa kanak-kanak, perlu penanganan selekasnya agar bisa mengendalikan gejalanya hingga dewasa.

Penyebab Anak Penyakit ADHD

Penyebab penyakit ADHD pada anak tidak diketahui dengan pasti. Namun gangguan ini cenderung bersifat keturunan sehingga diduga kuat ada peran genetik. Selain itu, sejumlah studi mengaitkan paparan bahan beracun, zat kimia, dan polusi lingkungan serta konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok pada masa kehamilan dengan ADHD. Yang jelas, pola asuh orang tua tidak menyebabkan anak mengalami ADHD.

Orang yang memiliki gangguan perkembangan saraf, seperti autisme, lebih mungkin memiliki ADHD. Studi terhadap keluarga menemukan risiko diagnosis ADHD lebih tinggi sembilan kali lipat pada saudara kandung dari seseorang yang memiliki ADHD dibandingkan dengan saudara kandung dari seseorang tanpa ADHD. Selain itu, anak yang lahir prematur atau dengan berat badan rendah atau dengan epilepsi atau kerusakan otak lebih berisiko mengalami ADHD di kemudian hari.

Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit ADHD

Penyakit ADHD membutuhkan metode diagnosis yang kompleks. ADHD bisa didiagnosis dengan prosedur wawancara panjang, penilaian perilaku dan gejala, observasi pihak ketiga, dan pemeriksaan riwayat kesehatan yang komprehensif. Kadang juga diperlukan tes neuropsikologis dan psikoedukasi yang komprehensif untuk membantu diagnosis.

Umumnya anak didiagnosis mengalami ADHD bila menunjukkan enam atau lebih gejala kurang perhatian atau enam atau lebih gejala hiperaktif dan impulsif. Selain itu, anak tersebut mesti dipastikan:

  • Menunjukkan gejala selama setidaknya 6 bulan
  • Mulai menunjukkan gejala sebelum berusia 12 tahun
  • Memperlihatkan gejala paling tidak dalam dua situasi, misalnya di rumah dan di sekolah
  • Gejalanya menyebabkan kesulitan dalam hal sosial, akademis, atau okupasi
  • Gejalanya bukan sekadar bagian dari gangguan tumbuh kembang atau fase sulit dan tidak lebih condong sebagai gejala penyakit lain

Pengobatan Penyakit ADHD

Menurut penelitian, cara terbaik untuk menangani penyakit ADHD adalah kombinasi terapi dan obat-obatan. Namun psikiater atau dokter yang menangani bisa juga menggunakan salah satu saja dengan mempertimbangkan manfaat dan mudaratnya bagi pasien. Dengan penanganan yang tepat, orang dewasa dan anak dengan ADHD bisa menjalani hidup yang sukses, produktif, dan berkualitas.

1. Terapi

Terapi perilaku kognitif dan praktik berbasis kesadaran (mindfulness) adalah jenis terapi paling efektif untuk penyakit ADHD. Ada juga terapi perilaku dialektika yang merupakan gabungan terapi kognitif, sikap, dan mindfulness. Terapi ini antara lain akan membantu pasien mengelola hidup dengan lebih baik, mengutamakan pekerjaan atau aktivitas yang penting, merasa diri lebih baik, dan mengurangi rasa cemas.

2. Obat-obatan

Obat yang digunakan dalam penanganan pasien ADHD kebanyakan bersifat stimulan, seperti methylphenidatedexamphetamine, dan lisdexamfetamine. Obat-obatan ini ditujukan untuk memulihkan aktivitas otak yang normal dan hanya bisa dikonsumsi berdasarkan resep dokter, terutama psikiater.

Komplikasi Penyakit ADHD

ADHD yang tak dibiarkan tak ditangani dengan tepat dapat mengarah ke sejumlah komplikasi fisik dan psikis, seperti:

  • Kepercayaan diri rendah
  • Mengalami kecelakaan dan cedera
  • Penyalahgunaan narkotik dan obat-obatan terlarang
  • Perilaku badung dan berisiko
  • Kesulitan interaksi sosial
  • Kelebihan berat badan
  • Gangguan makan
  • Masalah tidur