Pengertian Terapi Penerimaan dan Komitmen atau ACT, Kegunaan, dan Manfaatnya

Mengenal Apa itu Hipnoterapi, Kegunaan, dan Manfaatnya
Mengenal Apa itu Hipnoterapi, Kegunaan, dan Manfaatnya

Healmind – Simak penjelasan tentang  Acceptance and Commitment Therapy (ACT) atau terapi penerimaan dan komitmen, , kegunaan, teknik-teknik, dan manfaatnya, di sini.

Pengertian Acceptance and Commitment Therapy (ACT) atau terapi penerimaan

Dikutip dari VerrywellHealth, Acceptance and Commitment Therapy (ACT) atau terapi penerimaan dan komitmen adalah jenis psikoterapi yang dikembangkan pada tahun 1982 oleh psikolog dan peneliti Steven C. Hayes.

Selama 25 tahun terakhir, ACT telah menjadi terapi perilaku yang banyak digunakan dan berbasis bukti serta diterima sebagai teknik yang efektif untuk menangani berbagai kondisi fisik dan mental.

Apa itu ACT?

Terapi penerimaan dan komitmen (ACT) adalah jenis konseling dan intervensi psikologis yang menggabungkan strategi perhatian, penerimaan, dan perubahan perilaku.

ACT mengisyaratkan bahwa seseorang mampu mengubah perilakunya tanpa terlebih dahulu mengubah atau menghilangkan pikiran dan perasaannya.

Ini dapat diterapkan pada berbagai kondisi dan berfokus pada proses serta fleksibel terhadap kebutuhan orang tersebut.

Enam proses inti tersebut adalah: 3

  • Defusi kognitif : Orang tersebut sadar bahwa pikirannya hanyalah sebuah pemikiran, belum tentu kebenarannya. Mereka tidak membiarkan pikiran mereka mengendalikan mereka dan mereka memeriksa pikiran mereka berdasarkan rasa ingin tahu daripada menghakimi.
  • Penerimaan : Orang tersebut rela mengalami perasaan dan emosi yang sulit, seperti kecemasan atau rasa sakit, tanpa berjuang melawannya. Mereka tidak menghindari emosi, perasaan, dan sensasi yang tidak diinginkan tersebut.
  • Perhatian yang fleksibel pada saat ini : Orang tersebut mampu tetap fokus pada apa yang terjadi pada saat itu secara internal dan eksternal dan menyesuaikan perilakunya, daripada merenungkan (merenungkan; mengkhawatirkan) masa lalu atau masa depan.
  • Self-as-context : Daripada berpegang teguh pada identitas atau label yang seseorang berikan pada dirinya sendiri sebagai sesuatu yang mutlak (misalnya, malas, tidak berguna, bodoh, produktif), orang tersebut mampu mengubah perspektifnya untuk mengamati perasaan dan pemikiran saat ini tentang dirinya sendiri. dengan kesadaran bahwa mereka selalu berubah.
  • Nilai : Orang tersebut mengidentifikasi dan memperjelas apa yang paling penting bagi mereka, seperti harapan mendasar, nilai-nilai, tujuan (misalnya, berada di sana untuk keluarga, melakukan pekerjaan yang bermakna). Nilai-nilai ini membantu memberikan arahan bagi seseorang ketika menghadapi situasi yang berubah dan menantang.
  • Tindakan yang berkomitmen : Orang tersebut memupuk komitmen untuk melakukan sesuatu sesuai dengan nilai-nilai yang mereka identifikasi. Mereka mungkin terus meninjau kembali tujuan mereka dan mengubahnya, namun mereka akan selalu bekerja selaras dengan nilai-nilai mereka.

Apa yang Dapat Dibantu oleh ACT

Penelitian telah menunjukkan bahwa ACT dapat membantu berbagai kondisi mental termasuk: 4

  • Depresi
  • Gangguan kecemasan
  • Psikosis (kehilangan kontak dengan kenyataan)
  • Gangguan penggunaan narkoba
  • Sakit kronis
  • Gangguan stres pasca trauma ( PTSD )
  • Gangguan obsesif-kompulsif ( OCD )
  • Gangguan afektif (suasana hati) (gangguan mental yang terutama mempengaruhi keadaan emosi seseorang)

Teknik-teknik ACT

Tidak ada seperangkat teknik khusus yang digunakan dalam ACT. Sebaliknya, terapis menerapkan strategi umum secara fleksibel menggunakan pendekatan ACT.

Dengan pendekatan ACT, berbagai latihan kognitif dan perilaku digunakan untuk membimbing seseorang memperkuat enam keterampilan inti yang berkaitan dengan fleksibilitas psikologis.

Hal ini dapat disesuaikan berdasarkan kondisi psikologis yang ingin diatasi oleh orang tersebut, atau disesuaikan dengan lingkungannya.

Misalnya, protokol ACT dapat bervariasi, mulai dari intervensi singkat yang dilakukan dalam hitungan menit atau jam, hingga intervensi yang memerlukan banyak sesi.

ACT juga dapat diterapkan dalam kelompok, sesi individu, ruang kelas, terapi pasangan , biblioterapi, pelatihan di tempat kerja, dan masih banyak lagi. 6

ACT memanfaatkan latihan yang cerdas, kreatif, dan sering kali menyenangkan untuk membantu seseorang mengembangkan kesadaran yang lebih besar akan keyakinan, pemikiran, dan perilakunya.

Hal ini juga membantu mereka menentukan apakah perilaku mereka membantu memecahkan masalah secara efektif dan menggerakkan seseorang menuju nilai-nilai dan tujuan mereka. Seringkali, metafora, paradoks, dan latihan pengalaman digunakan untuk menerapkan enam konsep/keterampilan. 7

Contoh Latihan Perhatian

Berikut beberapa contoh latihan mindfulness yang dapat digunakan antara lain untuk memperkuat keterampilan inti, defusi kognitif : 7

  • Berterima kasih pada pikiran seseorang atas sebuah pemikiran
  • Menyaksikan pikiran-pikiran berlalu begitu saja seolah-olah tertulis di dedaunan yang melayang di sungai
  • Mengulangi kata-kata dengan keras hingga hanya bunyinya saja yang tersisa
  • Memberi pikiran bentuk, ukuran, atau tekstur
  • Berlatih memberi label pada proses berpikir (misalnya, saya berpikir bahwa saya tidak akan pernah sukses)
  • Berlatihlah bertindak berdasarkan pemikiran yang secara langsung bertentangan dengan pemikiran tersebut (misalnya, mengatakan, “Saya tidak bisa berjalan,” saat seseorang berjalan melintasi ruangan).

Manfaat ACT

Tujuan ACT adalah beralih dari pemikiran yang kaku dan tidak fleksibel menuju pengembangan fleksibilitas psikologis, yang seringkali dianggap sebagai puncak kesehatan dan kesejahteraan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa mengembangkan fleksibilitas psikologis menghasilkan banyak manfaat kesehatan mental lainnya, perubahan perilaku yang sehat, dan peningkatan kemampuan beradaptasi.

Manfaat fleksibilitas psikologis antara lain:

  • Kemampuan untuk tetap hadir dan menyadari momen saat ini beserta emosi, sensasi, dan pikirannya
  • Lebih terbuka dan menerima pengalaman emosional
  • Mengenali dan beradaptasi terhadap tuntutan situasional dengan mengubah pola pikir mereka dan memilih perilaku yang sesuai
  • Gunakan sumber daya mental mereka secara efektif
  • Mengatur emosi mereka dengan lebih baik
  • Seimbangkan keinginan, kebutuhan, dan bidang kehidupan yang saling bersaing
  • Bangkit dari peristiwa yang penuh tekanan dan kesulitan dalam merencanakan dan berupaya mencapai tujuan hidup
  • Kualitas hidup yang lebih tinggi

Itulah penjelasan tentang Acceptance and Commitment Therapy (ACT) atau terapi penerimaan dan komitmen, teknik-teknik, kegunaan, dan manfaatnya.***