Pengertian Terapi Bermain Anak, Siapa yang Membutuhkan, Teknik, dan Manfaatnya

Mengenal Apa itu Picky Eater, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Mengenal Apa itu Picky Eater, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Healmind – Simak pengertian Terapi Bermain Anak, siapa yang membutuhkan, teknik-teknik, dan manfaatnya, di sini.

Hampir setiap anak tentu sangat menyukai bermain. Dengan bermain, maka rasa ingin tahu dan keterampilan yang dimiliki anak-anak bisa terasah.

Hal tersebut juga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak sehingga tak heran jika bermain dijadikan sebagai terapi. Metode ini dikenal dengan terapi bermain (play therapy) yang umumnya diberikan untuk anak-anak dengan kondisi tertentu.

Apa Itu Terapi Bermain?

Dikutip dari slbrisantya.sch.id, Terapi bermain adalah bentuk konseling atau psikoterapi dengan menggunakan permainan guna mengamati serta mengatasi berbagai masalah kesehatan mental dan gangguan perilaku. Terapi ini utamanya digunakan untuk anak-anak berusia 3-12 tahun.

Sebab pada usia tersebut, anak-anak cenderung tak dapat memproses emosinya sendiri maupun menyampaikan apa yang ia rasakan pada orang tua. Anak-anak belajar memahami dunia dan lingkungannya melalui permainan.

Ketika bermain, ia dapat dengan bebas menunjukkan perasaan batin dan emosi terdalamnya.

Apa yang Dilakukan dalam Terapi Bermain?

Sesuai dengan namanya, terapi bermain merupakan sebuah terapi yang memungkinkan anak bermain dengan sesuka hatinya.

Terapi bermain dilakukan di ruang khusus untuk bermain di mana anak bebas memilih permainan yang ia sukai, memilih permainan yang membuatnya nyaman dan bebas dalam berkreativitas.

Buku, alat kesenian, musik, benda-benda kerajinan tangan dan alat permainan lainnya bisa digunakan untuk melakukan terapi ini.

Terapi ini biasanya dilakukan selama 30-45 di setiap sesinya dengan jumlah sesi sebanyak 20 sesi. Selama anak bermain, orangtua atau pengasuh beserta psikolog bisa mengamati anak dan menggali informasi mendalam tentang karakter, kesukaan dan perilaku anak.

Siapa saja yang membutuhkan Terapi Bermain?

Terapi bermain umumnya membantu anak-anak yang merasa tertekan, penuh stres, atau memiliki masalah perilaku. Adapun kondisi anak-anak yang membutuhkan terapi ini, antara lain:

  • Menderita penyakit kronis, menghadapi prosedur medis atau mendapat perawatan paliatif
  • Mengalami keterlambatan perkembangan atau ketidakmampuan belajar
  • Adanya masalah perilaku di sekolah
  • Menunjukkan perilaku agresif atau kemarahan yang berlebihan
  • Memiliki masalah keluarga, seperti perceraian, perpisahan atau kematian anggota keluarga terdekat
  • Pernah mengalami bencana alam atau peristiwa traumatis
  • Mengalami kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan atau penelantaran
  • Menderita kecemasan, depresi, dan kesedihan
  • Mengalami gangguan makan dan buang air
  • Memiliki kondisi gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD)
  • Memiliki kondisi gangguan spektrum autisme

Jika Anda merasa si Kecil mengalami kondisi tersebut, tak ada salahnya untuk berkonsultasi pada dokter spesialis anak atau psikiater untuk mendapat penanganan yang tepat.

Teknik Terapi Bermain

Terapi bermain dapat dilakukan secara individu atau kelompok. Sesi terapi ini biasanya dilakukan seminggu sekali atau lebih selama 30 menit hingga satu jam.

Terapis pun dapat menggunakan teknik terapi dengan melibatkan:

  1. Visualisasi kreatif
  2. Mendongeng
  3. Bermain peran
  4. Telepon mainan
  5. Topeng-topengan atau mainan binatang
  6. Boneka atau action figure
  7. Seni dan kerajinan
  8. Permainan air dan pasir
  9. Blok dan mainan konstruksi
  10. Tarian dan gerakan kreatif
  11. Permainan musik

Berbagai jenis permainan tersebut tak hanya membuat anak-anak merasa senang, namun juga dapat memudahkan terapis untuk mengamati dan mengatasi masalah yang dialami anak.

Manfaat Terapi Bermain

Menurut organisasi Play Therapy International, hingga 71% anak-anak yang mendapat terapi bermain mengalami perubahan positif. Adapun manfaat potensial dari terapi bermain yang bisa anak dapatkan, yaitu:

  • Lebih banyak bertanggung jawab atas perilakunya
  • Mengembangkan strategi koping dan keterampilan memecahkan masalah yang kreatif
  • Menghargai diri sendiri
  • Menghormati dan berempati pada orang lain
  • Mengurangi kecemasan
  • Belajar sepenuhnya mengalami dan mengekspresikan perasaan
  • Memiliki keterampilan sosial yang lebih kuat
  • Hubungan keluarga menjadi lebih kuat
  • Mendorong penggunaan bahasa lebih baik
  • Meningkatkan keterampilan motorik halus dan kasar

Itulah penjelasan tentang terapi bermain untuk anak berkebutuhan khusus, teknik-tenik, dan manfaatnya.***