Pengertian Love Bombing, Ciri-ciri Pelaku, dan Bahayanya

Pengertian Konseling Pasangan, Kegunaan, dan Manfaatnya
Pengertian Konseling Pasangan, Kegunaan, dan Manfaatnya

Healmind – Simak pengertian Love Bombing, ciri-ciri pelaku, dan bahayanya, di sini.

Love bombing adalah perilaku atau tindakan yang diberikan oleh pasangan berupa perhatian dan kasih sayang yang berlebihan.

Meski terkesan mau berkorban dan berusaha demi pasangan, love bombing perlu diwaspadai karena hal tersebut berisiko menyebabkan hubungan menjadi manipulatif dan tidak sehat.

Pengertian Love Bombing

Pada dasarnya, love bombing adalah tindakan fisik maupun verbal yang bertujuan untuk memanipulasi pasangan agar hubungannya dapat berjalan seperti yang diinginkan. Seseorang yang memiliki perilaku love bombing dikenal dengan istilah love bomber.

Umumnya, seorang love bomber akan membombardir pasangannya dengan perhatian, pujian, hadiah, dan kasih sayang secara berlebihan.

Meski terlihat romantis dan menyenangkan pada awalnya, love bombing adalah perilaku yang perlu diwaspadai karena kerap dilakukan oleh seseorang dengan kepribadian narsistik, sosiopat, ataupun manipulator, dan bisa memicu hubungan toxic atau tidak sehat.

Faktor Pemicu Love Bombing

Love bombing adalah perilaku yang dapat dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya adalah:

  • Budaya kasih sayang yang ekspresif pada lingkungan keluarga.
  • Kesepian.
  • Ingin memiliki hubungan yang berkembang dengan cepat.
  • Memiliki keinginan untuk memanipulasi orang lain.
  • Gangguan kepribadian narsistik, yang membuat seseorang ingin mengontrol orang lain dengan memanipulasi, memengaruhi, atau mengambil keuntungan untuk diri sendiri.
  • Biasanya didorong oleh rasa tidak aman (insecurity) seseorang, ketidakmampuan untuk mempercayai, dan ketergantungan pada orang lain.
  • Memerlukan suatu jaminan terus-menerus bahwa mereka dicintai dan layak. Hal ini dapat berasal dari rasa tidak aman yang mendasarinya.

Tahapan Love Bombing

Terdapat sejumlah tahapan perilaku love bombing yang perlu diwaspadai, mulai dari idealisasi, devaluasi, hingga meninggalkan pasangan. Berikut masing-masing penjelasannya.

1. Idealisasi

Tahapan pertama dari love bombing adalah idealisasi. Pada tahapan ini, love bomber cenderung akan menyanjung, memuji, dan menggoda seseorang untuk mendapatkan hati pujaannya.

Tahap idealisasi ini kerap membuat korban love bombing merasa bahwa hubungannya terjadi dan berkembang begitu cepat. Hal ini karena love bombing biasanya terjadi pada saat masa pendekatan, alias di fase awal sebelum berkomitmen menjalin hubungan.

Kemudian, karena perhatian dan pujian yang diberikan oleh love bomber, perilaku ini juga dapat membuat seseorang menganggap bahwa pasangannya adalah orang yang menarik, perhatian, dan peduli.

Umumnya, pelaku love bombing akan memberikan perhatian dan kepeduliannya pada seseorang yang sedang memiliki kondisi mental yang tidak stabil, seperti seseorang yang baru bercerai atau tidak percaya diri (insecure).

2. Devaluasi

Memasuki tahap devaluasi, pelaku love bombing akan menunjukkan sikap yang baik dan kasar secara bergantian. Misalnya, ia cenderung bersikap romantis dan baik kepada pasangannya saat berada di depan umum, namun berubah menjadi kasar jika hanya sedang berdua dengan pasangannya.

3. Meninggalkan Pasangan

Tahapan love bombing yang terakhir adalah meninggalkan pasangan. Hal ini dapat terjadi jika love bomber merasa bahwa pasangannya sudah tidak menarik lagi dan tidak bisa memenuhi keinginan serta kebutuhannya.

Ciri-Ciri Perilaku Love Bombing

Salah satu tanda utama love bombing adalah menunjukkan perilaku romantis atau memberikan kasih sayang secara berlebihan. Selain itu, ciri-ciri umum dari perilaku love bombing adalah sebagai berikut:

1. Memberikan Hadiah secara Berlebihan

Salah satu ciri-ciri umum dari perilaku love bombing adalah memberikan hadiah secara terus-menerus dan berlebihan, seperti memberikan hadiah berupa karangan bunga, cokelat, atau tiket liburan secara rutin setiap minggunya.

Love bomber cenderung tidak suka menerima penolakan sehingga membuat pasangannya harus mau menerima hadiah yang diberikan secara terus-menerus. Hal tersebut dilakukan untuk memanipulasi korban love bombing agar ia merasa berhutang dengannya.

Dengan begitu, pelaku love bombing dapat mengontrol dan mengendalikan kegiatan serta pikiran pasangannya dengan mudah.

Selain itu, tindakan ini juga kerap dilakukan oleh seseorang yang bersifat narsistik untuk mendapatkan atau menarik perhatian orang lain.

2. Tidak Berhenti Memuji

Selain memberikan hadiah terus-menerus, pelaku love bombing juga akan memuji atau mengungkapkan cintanya secara berlebihan. Hal ini dilakukan untuk memanipulasi dan meyakinkan bahwa korban adalah belahan jiwanya.

3. Tidak Mau Berbagi Perhatian

Saat pasangannya memberikan perhatian ke orang lain, love bomber akan menunjukkan sikap yang tidak menyenangkan dan mudah marah. Sikap ini dapat bertahan hingga ia mendapatkan kembali perhatian pasangannya.

Selain itu, pelaku love bombing juga dapat melarang pasangannya untuk pergi secara mendadak atau melakukan kegiatan lainnya saat sedang menghabiskan waktu bersama.

4. Tidak Berhenti untuk Menghubungi Pasangan

Pelaku love bombing akan memiliki kebiasan untuk menghubungi pasangannya tanpa berhenti, baik melalui telepon ataupun mengirim pesan singkat. Ini tentu menjadi salah satu perilaku love bombing yang perlu diwaspadai karena dapat memicu stres hingga gangguan kecemasan pada pasangannya.

5. Tidak Menyukai Batasan Privasi

Pada dasarnya, hubungan yang sehat tetap memerlukan dan menghargai batasan privasi yang dibuat oleh pasangan. Namun, pelaku love bombing cenderung akan menolak dan tidak menyukai batasan pribadi tersebut. Mereka akan berusaha untuk terus memanipulasi dan mengontrol pasangannya hingga ia tidak memiliki privasi sama sekali.

Bahaya Love Bombing

Salah satu dampak love bombing adalah dapat membuat korban merasa bingung dan terkekang. Seseorang yang terkena love bombing dalam jangka waktu lama sering kali merasa ragu (trust issue) apakah perilaku tersebut memang merupakan bentuk kasih sayang atau hanya suatu manipulasi dan obsesi saja.

Karena bertujuan untuk memanipulasi pasangan, love bombing adalah tindakan yang berisiko menyebabkan kekerasan dalam hubungan (domestic abuse).

Pasalnya, tindakan kekerasan ini kerap dilakukan ketika terjadi konflik antar pasangan di dalam hubungan dan pelaku love bombing akan memanipulasi pasangannya setelah itu untuk memperoleh kesempatan kedua dari pasangan.

Tak jarang pelaku love bombing menunjukkan sikap baik hanya untuk mendapatkan kembali perhatian dari pasangannya tanpa mengubah perilaku buruk mereka.

Itulah pengertian Love Bombing, ciri-ciri pelaku, dan bahayanya.***