Pengertian Brain Dump, Manfaat, dan Cara Melakukannya untuk Mengatasi Overthinking

Jenis-jenis Gangguan Kecemasan dan Gejalanya
Jenis-jenis Gangguan Kecemasan dan Gejalanya

Healmind – Simak penjelasan mengenai apa itu Brain Dump, manfaat, dan cara melakukannya untuk mengatasi overthinking, di sini.

Otak manusia terus berjalan tanpa henti setiap harinya. Berbagai jenis pikiran yang berlalu-lalang di kepala terkadang membuat kita merasa kewalahan.

Dalam situasi seperti ini, brain dump bisa dilakukan untuk membantu mengatasi keriuhan pikiran.

Mengutip The Pleasant Mind, brain dump adalah sebuah tindakan mengekspresikan atau menuangkan isi pikiran yang ada di kepala ke dalam bentuk tulisan.

Isi pikiran yang ditulis dapat berupa ide, rencana masa depan, daftar hal yang harus dilakukan, tenggat waktu pekerjaan, hingga beragam bentuk emosi yang tengah dirasakan.

Brain dump merupakan bentuk latihan mental yang memungkinkan seseorang untuk menuliskan keresahan-keresahannya secara mendetail.

Menulis dapat memberikan perasaan lega dan membantu mengurangi isi kepala yang penuh dengan berbagai macam pikiran.

Teknik brain dump banyak digunakan oleh orang-orang yang bergelut di ranah akademik dan kreatif untuk mencegah pikiran yang kusut.

Jika dilakukan secara tepat, brain dump dapat menjadi salah satu cara yang efektif untuk menjaga kesehatan mental.

Meski terkesan mirip, brain dump berbeda dengan journaling yang sama-sama melibatkan aktivitas menulis.

Dibandingkan journaling, brain dump mempunyai lebih sedikit aturan dan sifatnya pun lebih fleksibel.

Manfaat brain dump

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menjelaskan secara spesifik manfaat dari melakukan brain dump.

Namun, secara umum brain dump dapat membantu seseorang mengorganisasi kegiatan sehari-hari serta meningkatkan kreativitas.

Brain dump yang dilakukan pada pagi hari setelah bangun tidur bisa membantumu mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi prioritas untuk dilakukan di hari itu.

Manfaat dari brain dump yaitu untuk membersihkan dan merapikan pikiran.

Menuangkan isi pikiran ke dalam bentuk tulisan akan membantu membersihkan ruang-ruang di dalam otak sehingga akan ada lebih banyak ruangan untuk menerima informasi baru.

Cara melakukan brain dump

Melakukan brain dump pada dasarnya cukup sederhana. Tidak ada aturan khusus tentang bagaimana cara melakukannya.

Berikut ini langkah-langkah yang dapat kamu lakukan untuk membuat brain dump lebih efektif.

1. Mengetahui tujuan melakukan brain dump

Sebelum mulai menulis, ada baiknya kamu tahu alasan yang melatarbelakangimu melakukan brain dump.

Misalnya, apakah kamu ingin mulai melakukan brain dump harian secara rutin, atau hanya ingin sekali saja menuangkan isi pikiran setelah mengalami hal yang kurang menyenangkan.

Meski begitu, tidak apa-apa juga jika kamu masih merasa bingung terkait hal apa yang ingin diekspresikan melalui brain dump.

Yang penting, kamu merasa yakin bahwa isi kepalamu harus dibersihkan dan dirapikan supaya tidak timbul overthinking berkepanjangan.

2. Menyiapkan kertas dan pena/pensil

Setelah mengetahui tujuan melakukan brain dump, langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah menyiapkan alat tulis berupa kertas dan pena/pensil.

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi notes di gawai atau notes digital lainnya sebagai pengganti alat tulis tradisional.

Jika kurang suka menulis, kamu juga bisa berbicara dan merekamnya menggunakan aplikasi perekam suara.

3. Mulai menulis

Langkah ini merupakan bagian utama dan yang paling penting dari proses brain dump.

Sebelum mulai menulis, kamu bisa duduk santai dan memikirkan terlebih dahulu hal-hal apa saja yang ingin kamu tuangkan.

Kamu bisa membuat tulisan dalam bentuk poin-poin, bagan, maupun paragraf yang panjang.

4. Beristirahat

Setelah sesi brain dump yang menguras pikiran, kamu bisa mengambil jeda dan beristirahat.

Simpan catatanmu di tempat yang aman dan terjangkau supaya dapat dibaca kembali jika perlu.

5. Melakukan review atas tulisan

Langkah terakhir yang bisa kamu lakukan untuk membuat brain dump lebih efektif adalah melakukan review atau pembacaan ulang atas tulisan.

Hal ini terutama dapat dilakukan jika kamu menuliskan rencana-rencana, daftar pekerjaan, atau ide kreatif yang akan dieksekusi di kemudian hari.

Pada tahap review, kamu bisa mengelompokkan apa saja yang dapat diselesaikan dalam waktu dekat dan apa saja yang perlu diberikan jadwal, terutama yang berkaitan dengan aktivitas.

Nah, itu tadi beberapa cara melakukan brain dump. Kamu tentunya dapat menyesuaikan langkah-langkah tersebut sesuai dengan kebutuhanmu.

Itulah penjelasan mengenai apa itu Brain Dump, manfaat, dan cara melakukannya untuk mengatasi overthinking.***