Obsessive Compulsive Disorder atau OCD: Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Obsessive Compulsive Disorder
Obsessive Compulsive Disorder
Healmind – Simak penyebab info soal Obsessive compulsive disorder (OCD), mulai dari penyebab, gejala, dan cara mengatasinya, di sini.

Mengenal Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan mental yang membuat orang memiliki obsesi, perasaan, pikiran, dan perilaku berulang dan tak diinginkan yang membuat mereka melakukan sesuatu berkali-kali. Ketika tak bisa melakukan hal tersebut, orang itu akan merasa sangat cemas dan sedih, bahkan marah. Dan perilaku berulang ini tidak terkait dengan budaya atau ritual agama.

Untuk memahaminya, perlu diketahui dulu apa itu obsesi dan kompulsi yang bisa mengalami gangguan sehingga memunculkan OCD.

Obsesi adalah pikiran yang berulang, atau desakan pikiran yang tak diinginkan orang, tapi orang tersebut terus memikirkannya. Contohnya memikirkan orang yang dicintai disakiti orang lain, takut sakit karena memegang pegangan pintu yang kotor, khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk jika barang-barang di meja tak diatur dengan rapi, dan sebagainya.

Gejala

Gejala obsessive compulsive disorder (OCD) pada tiap orang bisa berbeda-beda. Gejala yang umum terjadi antara lain:

  • Obsesi yang ekstrem terhadap kuman atau kotoran
  • Keraguan yang berulang, misalnya saat ke luar rumah bertanya-tanya sudah mengunci pintu atau belum
  • Ada pikiran untuk berbuat kekerasan, termasuk menyakiti diri sendiri
  • Keasyikan dengan simetri, kerapian, atau ketepatan
  • Sangat memperhatikan detail
  • Terlalu khawatir terhadap sesuatu
  • Pikiran atau perilaku agresif
  • Mengelompokkan atau menata benda-benda di sekitarnya berdasarkan hal tertentu
  • Mengulang kata-kata yang sama pada diri sendiri
  • Menanyakan hal yang sama berulang kali

Penyebab

Penyebab obsessive compulsive disorder (OCD) tak dapat diketahui dengan pasti. Sederet riset menyebutkan ada dugaan sumber masalahnya ada pada otak. Orang dengan OCD ketidak seimbangan nerotransmiter serotonin yang memadai di otak. Serotonin berfungsi menjaga keseimbangan mental.

OCD pun cenderung bersifat keturunan sehingga ada faktor genetik yang berpengaruh. Meski begitu, ada juga kasus penderita yang tak memiliki riwayat keluarga mengidap OCD.

Cara Mengatasi Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Penanganan obsessive compulsive disorder (OCD) didasarkan pada umur, gejala, dan kondisi kesehatan keseluruhan pasien. Tingkat keparahan OCD juga menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam pemilihan metode penanganan yang tepat.

Berikut ini umumnya cara mengatasi OCD yang biasanya dilakukan secara kombinasi:

  • Terapi kognitif untuk membantu pasien mengidentifikasi dan memahami kekhawatirannya serta mengajari pasien mengurangi atau mengatasi kekhawatiran itu dengan lebih baik.
  • Terapi perilaku untuk membantu pasien mengubah atau membatasi perilaku obsesif kompulsif.
  • Terapi keluarga terutama bagi orang tua jika pasiennya masih anak-anak agar paham dan terlibat aktif dalam pengobatan pasien.
  • Obat-obatan untuk menaikkan kadar hormon serotonin di otak.
  • Penggunaan antibiotik bila ditemukan kaitan OCD yang diderita dengan infeksi bakteri streptokokus.***