Apa Itu Narkolepsi? Ini Gejala dan Ciri-Ciri Penderitanya

cara menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja
cara menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja

Healmind – Narkolepsi adalah gangguan tidur yang ditandai dengan rasa kantuk kronis di siang hari yang berlebihan.

Ini adalah kondisi neurologis yang dapat mempengaruhi kemampuan otak untuk mengelola siklus tidur seseorang.

Orang yang memiliki kondisi ini biasanya mengalami kesulitan untuk tetap terjaga dalam waktu yang lama, tidak peduli jam berapa sekarang atau apa yang mereka lakukan.

Kondisi dapat berdampak serius pada aktivitas sehari-hari mereka, karena orang yang mengalami narkolepsi akan merasa sangat lelah lelah dan tidak dapat terjaga di siang hari.

Narkolepsi dapat berdampak signifikan pada kemampuan seseorang untuk berfungsi normal. Itu dapat menyebabkan gangguan di sekolah, pekerjaan, dan hubungan.

Dibawah ini ada beberapa jenis gejala yang menjadi ciri dari seseorang yang mengalami narkolepsi, diantaranya itu:

1. Gejala narkolepsi paling menonjol, Mengantuk berlebihan di siang hari

Saat seseorang mengalami kondisi ini, akan mengalami rasa kantuk yang sangat ekstrim yang menyebabkan ia tertidur secara tiba-tiba tanpa peringatan, hal ini dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. 

2. Sleep paralysis (kelumpuhan tidur)

Saat tertidur atau bangun, penderita narkolepsi terkadang mengalami sleep paralysis atau mereka menemukan diri mereka untuk sementara tidak dapat bergerak atau berbicara saat dalam posisi tidur.

Kelumpuhan semacam itu biasanya berlangsung singkat dan dapat berlangsung dari hitungan beberapa detik hingga beberapa menit.

3. Halusinasi

Orang yang mengalami narkolepsi terkadang juga mengalami halusinasi sensorik yang sangat jelas hingga bisa menjadi sangat menakutkan atau berbahaya.

4. Cataplexy

Pada narkolepsi kondisi lain yang dapat timbul adalah cataplexy. Cataplexy adalah hilangnya fungsi otot secara tiba-tiba dan tidak terkendali yang dapat mempengaruhi leher, wajah, dan lutut.

Hal ini dapat dipicu oleh emosi positif dan negatif yang intens dan dapat bervariasi dalam tingkat keparahan dari yang ringan hingga yang lebih parah.

5. Gejala narkolepsi dapat membuat perubahan dalam tidur REM

Tidur Rapid Eye Movement (REM) adalah fase di mana orang mengalami gerakan mata yang cepat, otot tubuh yang rendah, dan kecenderungan untuk bermimpi.

Orang yang menderita gangguan ini dapat memasuki tidur REM dengan cukup cepat setelah tertidur dan mungkin mengalami jenis tidur ini kapan saja sepanjang hari.

sumber: www.verywellmind.com