Mengenal Tugas Psikolog dan Jenis Terapi yang Bisa Diberikan

Pengertian Psikolog, Jenis-jenis, dan Kondisi yang Bisa Ditanganinya
Pengertian Psikolog, Jenis-jenis, dan Kondisi yang Bisa Ditanganinya

Healmind – SImak tugas psikolog dan jenis-jenis terapi yang bisa diberikan, di sini.

Psikolog adalah seseorang yang mendalami ilmu psikologi dan telah dianggap berkompeten serta memiliki izin praktik psikologi setelah menempuh program magister profesi psikologi.

Pada dasarnya, peran psikolog adalah untuk membantu pasien dalam mengatasi berbagai gangguan kesehatan mental melalui sejumlah terapi psikologis.

Apa itu Psikolog?

Dikutip dari laman resmi RS Siloam, Psikolog adalah seorang ahli dalam bidang psikologi yang mempelajari tingkah laku dan kondisi kesehatan mental manusia berdasarkan faktor sosial, budaya, serta pengaruh lingkungan. Meski bekerja pada bidang spesialisasi yang serupa, psikolog adalah seorang ahli yang berbeda dengan psikiater.

Di sisi lain, tugas psikolog adalah untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan mental hanya melalui terapi non-farmakologis. Dengan kata lain, seorang psikolog tidak dapat meresepkan obat-obatan untuk menangani gangguan jiwa yang dialami oleh pasien.

Jenis-Jenis Psikolog

Psikolog adalah profesi yang dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan ruang lingkup dan tugasnya, yaitu:

  • Psikolog organisasi dan industri: Bertugas untuk mengamati perilaku, membantu proses seleksi karyawan, serta meningkatkan produktivitas karyawan di suatu tempat kerja.

  • Psikolog pendidikan: Bekerja dengan mengamati bakat dan kemampuan seseorang untuk belajar.

  • Psikolog klinis: Peran psikolog klinis adalah untuk memeriksa, mendiagnosis, dan merawat pasien yang memiliki gangguan kejiwaan melalui terapi non-farmakologis.

  • Psikolog sosial: Bertugas untuk mengamati pola pikir, perilaku, cara berkomunikasi, hingga tindakan agresif yang dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat.

Kondisi yang Dapat Ditangani Psikolog

Pada dasarnya, psikolog adalah seorang ahli yang memiliki pengetahuan mendalam terkait dengan pencegahan, diagnosis, serta penanganan terkait masalah kesehatan mental melalui terapi non-farmakologis. Di samping itu, sejumlah kondisi yang menjadi ruang lingkup dari seorang psikolog adalah sebagai berikut:

  • Gangguan mood atau suasana hati, seperti depresi atau gangguan bipolar.

  • Gangguan kecemasan, seperti fobia, panic attackpost traumatic stress disorder (PTSD), obsessive compulsive disorder (OCD), dan lain-lain.

  • Gangguan kepribadian, seperti borderline personality disorder.

  • Gangguan makan, seperti bulimia dan anoreksia nervosa.

  • Gangguan halusinasi atau psikosis, seperti skizofrenia.

  • Kecanduan gadget, obat-obatan, minuman beralkohol, atau judi.

  • Konflik antara pasien dengan orang lain, seperti keluarga, pasangan, atau teman.

  • Kesulitan belajar.

  • Gangguan tidur.

  • Dan lain-lain.

Jenis Terapi yang Bisa Diberikan Psikolog

Terdapat beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan oleh seorang psikolog untuk menangani gangguan kesehatan mental pada pasien, di antaranya adalah:

1. Cognitive Behavioural Therapy (CBT)

Salah satu jenis terapi psikologis yang menjadi ruang lingkup pekerjaan seorang psikolog adalah terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioural therapy (CBT). Terapi ini dilakukan dengan mendeteksi dan memodifikasi pola pikir, perilaku, serta emosi tidak sehat yang menyebabkan gangguan kesehatan mental. Selain itu, terapi ini juga bertujuan untuk membantu pasien dalam mengatasi masalah dan meningkatkan suasana hati.

2. Interpersonal Therapy (IPT)

Terapi interpersonal atau interpersonal therapy (IPT) merupakan pendekatan yang bertujuan untuk memodifikasi perilaku dan pola pikir pasien dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Terapi ini biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan suasana hati seperti gangguan bipolar, gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder), gangguan bipolar, dan lain sebagainya.

3. Psychodynamic Therapy

Terapi psikodinamika atau psychodynamic therapy adalah metode pendekatan melalui pembicaraan secara mendalam dengan pasien untuk mendorong pasien tersebut menjadi lebih terbuka terhadap masalah, ketakutan, fantasi, atau impian yang dimiliki. Tujuan terapi psikodinamika adalah untuk mengendalikan emosi negatif serta meningkatkan rasa percaya diri pasien.

4. Terapi Pernikahan dan Keluarga

Melalui terapi ini, seorang psikolog dapat mempelajari perilaku pasangan atau anggota keluarga yang dapat memengaruhi suatu hubungan. Terapi ini dinilai efektif untuk menangani konflik antarpasangan ataupun dengan anggota keluarga lainnya.

5. Psikoedukasi

Psikoedukasi adalah metode pendekatan yang bertujuan untuk memberikan edukasi secara privat ataupun secara berkelompok mengenai gangguan kesehatan mental tertentu serta cara mengatasinya.

6. Terapi Seni

Terapi seni merupakan terapi yang bertujuan untuk membebaskan pasien dalam mengekspresikan diri melalui seni, seperti melukis, mewarnai, atau menggambar. Nantinya, seorang psikolog dapat menginterpretasikan perasaan dan kondisi mental pasien dengan mengamati  karya seni yang dihasilkan oleh pasien tersebut.

Umumnya, terapi seni dilakukan untuk mengamati kondisi mental anak-anak. Selain itu, terapi ini juga bisa digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan diri dalam membangun hubungan dengan orang lain serta melatih cara berpikir pasien dalam menyelesaikan masalah.

7. Acceptance and Commitment Therapy (ACT)

Acceptance and commitment therapy (ACT) adalah terapi yang dapat melatih pasien untuk menyadari dan menerima perasaan serta pola pikir diri sendiri tanpa menghakimi. Terapi ini juga dapat membantu pasien agar bisa berkomitmen untuk mengubah perasaan atau perilakunya yang tidak sehat.

8. Dialectical Behaviour Therapy

Terapi perilaku dialektis atau dialectical behaviour therapy adalah metode pendekatan yang sejenis dengan cognitive behavioural therapy untuk mengajarkan pasien mengenai perilaku positif guna membantu mengendalikan emosi, menangani stres, serta meningkatkan kualitas hubungan pasien dengan orang lain.

9. Hipnoterapi

Hipnoterapi adalah terapi yang dilakukan dengan mengontrol alam bawah sadar pasien untuk membantu mengatasi perilaku ataupun pola pikir yang tidak baik. Selain itu, hipnoterapi juga dapat dilakukan untuk mengatasi trauma yang melandasi pola pikir dan perilaku negatif pasien. Melalui terapi ini, pasien akan merasa lebih rileks, tenang, dan cenderung lebih terbuka selama berada di bawah pengaruh hipnosis.

10. Psikoterapi Suportif

Psikoterapi suportif adalah metode pendekatan untuk membantu pasien agar dapat mengenali peristiwa traumatis yang dapat memicu stres dan memengaruhi kesehatan mentalnya. Selain itu, terapi ini juga dapat dilakukan untuk membantu memperkuat kemampuan pasien dalam mengatasi stres dan menghadapi berbagai masalah hidup nantinya.

Itulah tugas psikolog dan jenis-jenis terapi yang bisa diberikan.***