Mengenal Psikologi Olahraga, Teknik, Contoh, dan Manfaatnya

Mengenal Psikologi Olahraga, Teknik, Contoh, dan Manfaatnya
Mengenal Psikologi Olahraga, Teknik, Contoh, dan Manfaatnya

Healmind – Simak penjelasan tentang Psikologi Olahraga, teknik, contoh, dan manfaatnya untuk atlet maupun masyarakat umum, di sini.

Pengertian Psikologi Olahraga

Secara sederhana, psikologi olahraga mempelajari bagaimana faktor psikologis mempengaruhi kinerja atletik. Psikolog olahraga juga melihat bagaimana ikut serta dalam olahraga, olahraga, dan aktivitas fisik lainnya memengaruhi keadaan psikologis dan kesehatan fisik seseorang.

Apa yang Dilakukan Psikolog Olahraga?

DIlansir dari WebMD, Psikolog olahraga biasanya muncul ketika seorang atlet mempunyai tantangan khusus yang memerlukan bantuan.

Misalnya, seorang atlet mungkin mengalami kesulitan dalam mengelola kecemasan sebelum suatu pertandingan. Namun psikolog olahraga sangat baik untuk memberikan dukungan berkelanjutan.

Berikut adalah beberapa contoh manfaat psikologi olahraga yang menunjukkan bagaimana hal ini terjadi di dunia nyata:

  • Meningkatkan kinerja.

Klien mungkin memiliki pola pikir atau tantangan lain yang mungkin menghalangi mereka untuk bekerja dengan baik. Psikolog olahraga menggunakan berbagai teknik dan strategi untuk memfokuskan kembali klien pada tujuan mereka dan mengatasi tantangan ini.

  • Peningkatan kemampuan untuk mengatasi stres dan tekanan.

Adalah normal bagi atlet dan pemain untuk mengalami stres dan tekanan. Psikolog olahraga mengajarkan teknik koping agar berhasil mengelola tekanan dan stres.

  • Dukungan untuk manajemen nyeri.

Saat menghadapi rasa sakit fisik dan rutinitas perawatan cedera, atlet terkadang memerlukan dukungan dalam belajar mengatasi rasa sakit, mempertahankan rutinitas perawatan, atau memulihkan perasaan tidak mampu.

  • Membantu untuk tetap berpegang pada program latihan.

Terkadang orang yang bukan atlet mungkin mengalami masalah dalam menjalankan rutinitas olahraga atau mencapai tujuan kebugarannya. Psikolog olahraga dapat membantu meningkatkan perasaan motivasi dan melatih teknik pencapaian tujuan.

  • Mengembangkan minat yang sehat dalam olahraga dan olahraga.

Sekolah, pendidik lain, atau organisasi olahraga mungkin meminta psikolog olahraga untuk campur tangan dalam meningkatkan kesadaran tentang mengapa olahraga bermanfaat dan bagaimana olahraga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Teknik Psikologi Olahraga

Psikolog olahraga menggunakan berbagai teknik berbeda untuk mendukung kebutuhan klien mereka. Berikut adalah beberapa teknik yang paling umum:

– Regulasi gairah .

Regulasi gairah berkaitan dengan membantu atlet mencapai keadaan gairah yang ideal sebelum tampil. Gairah mengacu pada seberapa emosional seorang atlet sebelum atau selama pertunjukan. Berada dalam kondisi gairah yang ideal membantu atlet menampilkan performa terbaiknya. Psikolog olahraga mengajari kliennya pernapasan dalam, meditasi , relaksasi otot, dan latihan serupa lainnya untuk membantu mereka mencapai keadaan ini.

– Penetapan tujuan.

Teknik penetapan tujuan membantu melatih klien untuk menetapkan tujuan bagi diri mereka sendiri. Klien didorong untuk membuat langkah-langkah nyata yang dapat ditindaklanjuti yang dapat mereka ambil untuk mencapai tujuan mereka. Menindaklanjuti pencapaian yang lebih kecil membantu klien tetap fokus, termotivasi, dan berkomitmen untuk mencapai tujuan mereka.

– Rutinitas Pra-Pertunjukan .

Rutinitas pra-pertunjukan bila dilakukan secara teratur sebelum acara olahraga membantu memicu atau ‘menghidupkan’ kondisi kinerja puncak. Pikiran dilatih untuk memahami bahwa inilah saatnya untuk memulai ‘permainan’ mereka ketika klien melakukan rutinitas tertentu. Rutinitas sebelum pertunjukan tidak perlu rumit. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sederhana seperti mendengarkan lagu tertentu, mengonsumsi satu jenis makanan atau makanan tertentu, atau bahkan berdandan dengan urutan unik sebelum acara.

 – Relaksasi Otot Progresif (PMR) .

Pada relaksasi otot progresif , klien diajarkan untuk menegangkan dan mengendurkan otot secara bergantian satu demi satu. Teknik ini dapat digunakan sendiri atau sebagai bagian dari teknik pengaturan gairah lainnya. Relaksasi otot progresif terbukti bermanfaat dalam mengurangi stres dan kecemasan serta menurunkan tekanan darah sebagai bantuan untuk meningkatkan kinerja.

– Citra .

Dengan teknik pencitraan atau visualisasi, psikolog olahraga melatih atlet untuk menggunakan semua indra mereka saat mereka melakukan pra-latihan kemenangan atau kondisi paling ideal. Misalnya, seorang atlet dapat mengingat sensasi memenangkan sebuah turnamen—bagaimana rasanya dan bagaimana rasanya, dan melihat gambaran yang terbentuk di dalam mata batinnya. Visualisasi membantu meningkatkan kinerja, mempercepat kemajuan, bersaing dengan lebih efektif, dan banyak lagi.

– Self Talk .

Self-talk hanyalah tentang cara kita berbicara kepada diri sendiri, apakah itu kata-kata yang kita gunakan, atau pemikiran yang ada di benak kita. Psikolog olahraga melatih klien untuk meminimalkan atau menghilangkan self-talk negatif dan fokus pada perilaku self-talk positif.

– Terapi Perilaku Kognitif (CBT).

CBT adalah suatu bentuk psikoterapi yang membantu klien mengidentifikasi proses berpikir, emosi, atau perilaku negatif yang menghalangi pencapaian kepuasan atau kesuksesan dalam kinerja mereka. Melalui CBT, psikolog bekerja satu lawan satu dengan klien untuk menggantikan pemikiran tersebut dengan pemikiran yang lebih praktis, realistis, dan positif.

Kualifikasi Apa yang Dimiliki Psikolog Olahraga?

Kebanyakan psikolog olahraga diharuskan memiliki gelar master atau doktoral di bidang konseling, klinis, atau psikologi olahraga. Mereka juga diharuskan mendapatkan pelatihan tambahan dalam mata pelajaran terkait seperti kedokteran olahraga, fisiologi, dan kinesiologi.

Pasca gelar, psikolog olahraga diharapkan telah berpraktik di bawah bimbingan dan bimbingan psikolog berlisensi selama minimal dua tahun. Beberapa psikolog juga memiliki sertifikasi dewan dari American Board of Sport Psychology, meskipun hal itu tidak diperlukan untuk praktik. Hanya psikolog berlisensi yang dapat menyebut diri mereka sebagai psikolog.

Itulah penjelasan tentang Psikologi Olahraga, teknik, contoh, dan manfaatnya untuk atlet maupun masyarakat umum.***