Mengenal Pengasuhan Positif atau Positive Parenting, Manfaat, dan Cara Melakukannya

Tahapan Proses Penuaan Beserta Daftar Gangguan Fisik dan Mental pada Lansia
Tahapan Proses Penuaan Beserta Daftar Gangguan Fisik dan Mental pada Lansia
Healmind – Simak penjelasan tentang pengasuhan positif atau positive parenting, manfaat, dan cara melakukannya, di sini.

Apa itu Positive Parenting?

DIkutip dari laman resmi RS Siloam, Pengasuhan positif atau positive parenting adalah pola asuh orang tua yang berlandaskan prinsip suportif, membangun, dan membina anak dengan cara yang baik dan menyenangkan. Jenis pola asuh anak ini mulai dikenalkan oleh Alfred Adler, seorang psikolog asal Austria, pada tahun 1900-an.
Alfred Adler percaya bahwa anak yang berada di lingkungan responsif dan interaktif cenderung lebih bisa berkembang secara optimal.
Pada dasarnya, pola asuh ini dilakukan dengan cara mengajarkan anak untuk hidup disiplin serta memberikan pengertian tentang perilaku apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan tanpa memberikan hukuman. Kendati demikian, saat menerapkan pola asuh positif, orang tua tetap perlu menunjukkan sikap tegas untuk memberikan batasan yang tepat pada anak.

Manfaat Menerapkan Positive Parenting

Terdapat sejumlah manfaat menerapkan positive parenting jika dilakukan dengan tepat, mulai dari mempererat hubungan antara orang tua dan anak, meningkatkan harga diri anak, hingga memudahkan orang tua untuk mendeteksi berbagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Membuat Komunikasi Menjadi Lebih Efektif

Manfaat menerapkan positive parenting yang pertama adalah dapat membangun komunikasi yang efektif antara anak dan orang tua. Sebab, melalui pola asuh positif, orang tua akan lebih mengutamakan berdiskusi dengan anak untuk menyelesaikan suatu masalah yang sedang dihadapi.

2. Mempererat Hubungan Orang Tua dan Anak

Karena terhubung melalui interaksi yang positif, menerapkan pola asuh anak ini dapat meningkatkan rasa saling percaya antara anak dan orang tua sehingga mampu membentuk hubungan yang lebih kuat. Selain itu, interaksi positif ini juga dapat mencegah terjadinya berbagai gangguan mental pada anak, seperti conduct disorder hingga depresi pada anak.

3. Meningkatkan Harga Diri Anak

Dalam menerapkan positive parenting, orang tua akan mengajarkan anak untuk belajar mengetahui konsekuensi dari kesalahan yang pernah ia lakukan. Selain itu, pola pengasuhan positif ini juga mengharuskan orang tua untuk mencari solusi yang lebih baik daripada memberikan hukuman ke anak dalam menyelesaikan suatu masalah.
Hal inilah yang dapat mendukung anak untuk meningkatkan harga dirinya (self-esteem) karena merasa bahwa setiap kesalahan di dalam hidup akan menjadi kesempatan bagi mereka untuk belajar agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

4. Mengoptimalkan Proses Tumbuh Kembang Anak

Manfaat positive parenting selanjutnya yaitu dapat mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak. Pola asuh positif akan dilakukan tanpa tekanan, intimidasi, dan rasa takut sehingga memungkinkan anak untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya secara optimal.
Bahkan, pola asuh ini juga dapat membantu orang tua untuk lebih peka dengan berbagai perubahan yang dapat memengaruhi proses tumbuh kembang anak, seperti masalah kesehatan, gangguan mental pada anak, dan lain sebagainya.

5. Membantu Mengurangi Perilaku Negatif pada Anak

Salah satu manfaat positive parenting yang tidak kalah penting adalah dapat membantu mengurangi perilaku negatif pada anak, seperti mudah marah, tidak mau mengikuti aturan, bertindak impulsif, dan lain sebagainya. Sebab, melalui positive parenting, orang tua dapat menawarkan berbagai alternatif perilaku positif yang bisa dilakukan oleh anak.

Cara Melakukan Positive Parenting

Untuk menerapkan pola asuh positif pada anak, berikut adalah sejumlah cara yang dapat dilakukan oleh orang tua.

1. Membuat Batasan

Seperti yang telah dijelaskan di atas, saat menerapkan positive parenting, orang tua tetap perlu bersikap tegas dan menetapkan batasan dengan anak. Hal ini dapat dilakukan dengan cara seperti memberikan pengertian pada anak bahwa penting untuk menghormati setiap orang di sekitarnya, termasuk orang tua.
Selain itu, jelaskan bahwa akan ada konsekuensi yang harus dihadapi jika anak melanggar aturan atau batasan tertentu. Orang tua juga perlu memastikan bahwa si kecil senantiasa mematuhi peraturan dan batasan yang ada secara konsisten.

2. Mendengarkan dan Memahami Perasaan Anak

Ciptakanlah lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak jika ingin menerapkan pola asuh positif. Hal ini dapat dilakukan dengan selalu mendengarkan setiap keluh kesah serta memahami perasaan anak sebaik mungkin. Jangan lupa untuk memberikan perhatian penuh pada anak agar ia merasakan kehadiran orang tua di sisinya.

3. Memberikan Contoh yang Baik

Cara menerapkan pola pengasuhan positif selanjutnya adalah dengan memberikan contoh pada anak sebaik mungkin. Misalnya, orang tua tak segan meminta maaf pada anak apabila telah melakukan kesalahan. Dengan begitu, anak akan meniru perilaku tersebut ketika ia melakukan kesalahan pada orang lain.

4. Mengatasi Perilaku Buruk Anak dengan Sabar

Perlu diketahui bahwa pola pengasuhan positif akan memberikan hasil yang bisa dilihat dalam jangka waktu panjang. Karena itu, jika anak masih berperilaku buruk, cobalah untuk menghadapinya dengan sabar dan tenang.
Selain itu, alih-alih memberikan hukuman, orang tua dapat mendisiplinkan anak dengan cara yang lebih positif. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajak anak berdiskusi mengenai perilaku buruknya untuk mencari solusi bersama-sama.

5. Memberikan Kesempatan pada Anak untuk Belajar dari Kesalahannya

Cara menerapkan positive parenting berikutnya adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk belajar dari setiap kesalahannya. Misalnya, jika si kecil tidak sengaja merusak mainannya, biarkan ia berusaha untuk memperbaiki mainannya terlebih dahulu guna mengajarkan konsekuensi dari setiap kesalahan yang dihadapi.
Itulah penjelasan tentang pengasuhan positif atau positive parenting, manfaat, dan cara melakukannya.***