Mengenal Claustrophobia atau Takut Tempat Gelap: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Mengenal Claustrophobia atau Takut Tempat Gelap: Penyebab, Gejala, dan Penanganan
Mengenal Claustrophobia atau Takut Tempat Gelap: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Healmind – Simak penjelasan tentang apa itu Claustrophobia atau ketakutan di tempat gelap, mulai dari penyebab, gejala, dan cara menanganinya, di sini.

Mengenal Claustrophobia

Claustrophobia termasuk dalam fobia spesifik, yaitu kondisi ketakutan ekstrem atau berlebihan yang irasional dan terus-menerus terhadap tempat atau situasi yang tertutup, sempit, atau menyulitkan orang untuk keluar dari tempat tsb. Orang yang mengalami claustrophobia akan merasa cemas dan tidak nyaman berada di ruang tertutup yang kecil atau ruangan yang penuh sesak dengan orang ataupun barang dengan pintu tertutup, bahkan ketika berada di dalam lift.

Dikutip dari National Library of Medicine disebutkan sekitar 12,5 persen populasi mengalami claustrophobia. Sebagian besar penderitanya adalah perempuan.

Claustrophobia bisa muncul tanpa diketahui penyebabnya. Namun ada sejumlah faktor yang bisa menjadi pemicu, antara lain:

  • Pernah mengalami peristiwa yang traumatis di masa lalu, misalnya terjebak di dalam lift atau terkunci di toilet yang sempit
  • Menjadi korban bullying saat masih kecil
  • Ada riwayat anggota keluarga yang menderita claustrophobia atau gangguan kecemasan lain
  • Menderita gangguan kecemasan lain

Gejala Claustrophobia

Gejala claustrophobia tidak persis sama pada setiap orang, namun biasanya gejala yang muncul merupakan akibat dari aktivitas sistem saraf otonom yang menyebabkan gejala fisik, di antaranya :

  • Ketakutan berlebihan
  • Sesak napas atau merasa sulit bernapas
  • Detak jantung meningkat (tachycardi)
  • Keringat berlebihan
  • Gemetaran
  • Rasa nyeri dada
  • Menggigil
  • Sakit kepala hingga pusing
  • Mulut kering
  • Telinga berdenging
  • Merasa kebingungan
  • Rasa kesemutan
  • Merasa ingin buang air

Jika mengalami claustrophobia parah, bisa muncul gejala psikologis seperti:

  • Takut kehilangan kendali
  • Takut pingsan
  • Perasaan seperti terlepas dari tubuh
  • Takut mati

Penanganan

Terdapat sejumlah cara untuk mengatasi claustrophobia, seperti:

  • Terapi perilaku kognitif (CBT) untuk membantu pasien mengubah pola pikir dan perilaku agar dapat mengatasi ketakutan berlebih yang dialaminya
  • Terapi Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR) yang berfokus pada upaya menanggulangi ingatan traumatis atau pengalaman buruk yang mendasari claustrophobia
  • Terapi kelompok untuk membantu pasien berinteraksi dengan individu lain yang punya problem serupa guna mendapat dukungan emosional dan merasa lebih bisa dipahami
  • Teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau latihan pernapasan untuk meredakan kecemasan dan ketegangan yang terkait dengan claustrophobia
  • Terapi paparan (exposure therapy) dan Desensitisasi, untuk membantu pasien menghadapi ketakutannya secara bertahap dengan cara mengekspos pasien tersebut pada situasi yang memunculkan rasa takut .
  • Pemberian Obat-obatan seperti antidepresan dan anti cemas  untuk mengurangi gejala cemas berlebihan atau serangan panik pada pasien, sebelum melanjutkan dengan berbagai pendekatan psikoterapi.***