Mengenal Apa Itu Sindrom Patah Hati, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

tanda-tanda atau gejala seseorang terkena penyakit alzheimer
tanda-tanda atau gejala seseorang terkena penyakit alzheimer

Healmind – Simak penjelasan mengenai apa itu sindrom patah hati, penyebab, dan cara mengatasinya, di sini.

Dilansir dari WebMD, sindrom patah hati atau broken heart syndrome adalah suatu kondisi yang memiliki gejala mirip dengan serangan jantung, seperti nyeri di dada dan napas pendek.

Namun perbedaannya, sindrom patah hati disebabkan oleh kejadian tertentu, dan bukan karena penyumbatan arteri.

Dilansir dari Mayo Clinic, sindrom patah hati memiliki beberapa nama lain, seperti:

Kardiomiopati stres
Kardiomiopati takotsubo
Kardiomiopati takotsubo yang berulang
Sindrom balon apikal

Menurut Mayo Clinic, sindrom patah hati hanya akan menyerang salah satu bagian jantung sehingga akan mengganggu kerja jantung untuk memompa darah.

Bagian jantung yang lain tetap bekerja seperti biasanya meskipun terkadang bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Dilansir dari Cleveland Clinic, gejala sindrom patah hati bisa dirasakan beberapa saat setelah mengalami kejadian yang memicu rasa stres.

Gejala yang muncul disebabkan oleh produksi hormon stres yang menyerang otot jantung sehingga memicu gejala yang mirip dengan serangan jantung.

Beberapa gejala sindrom patah hati yang muncul, seperti:

Rasa nyeri pada dada yang parah dan datang secara tiba-tiba
Napas pendek
Melemahnya bilik jantung sebelah kiri
Denyut jantung yang tidak teratur
Menurunnya tekanan darah
Palpitasi atau jantung yang berdegup dengan kencang
Kejang-kejang

Menurut Cleveland Clinic, selain gejala yang dialami tersebut, akan muncul komplikasi yang lebih parah meskipun jarang terjadi.

Dilansir dari Cleveland Clinic, masih belum diketahui apa penyebab pasti dari sindrom patah hati. Namun, para peneliti percaya bahwa kejadian yang memicu rasa stres bisa menjadi penyebab sindrom patah hati.

Beberapa penyebab sindrom patah hati yang berkaitan dengan mental, seperti:

Rasa berduka karena kehilangan orang terkasih
Berita buruk
Berita bahagia, seperti pesta kejutan
Rasa takut yang berlebihan
Rasa marah yang berlebihan

Sedangkan beberapa penyebab sindrom patah hati yang berkaitan dengan fisik, seperti:

Sakit yang parah
Rasa lelah setelah melakukan kegiatan fisik tertentu
Kondisi kesehatan, termasuk serangan asma, kesulitan bernapas, kejang-kejang, stroke, demam tinggi, gula darah rendah, kehilangan darah dalam jumlah banyak atau prosedur operasi
Dilansir dari Mayo Clinic, segala sesuatu yang berefek besar pada kondisi fisik dan atau mental bisa menjadi penyebab sindrom patah hati.

Sindrom patah hati akan muncul sebagai respon alami tubuh terhadap kejadian yang dialami tersebut.

Setelah mengetahui apa itu sindrom patah hati, gejala, dan penyebabnya, Anda bisa lebih berhati-hati agar tidak muncul risiko komplikasi yang lebih parah.

Mengelola respon tubuh terhadap stres sangat disarankan untuk mencegah terjadinya sindrom patah hati.(((