Mengenal Apa Itu Separation Anxiety Disorder pada Anak, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Mengenal Apa Itu Separation Anxiety Disorder pada Anak, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Mengenal Apa Itu Separation Anxiety Disorder pada Anak, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Healmind – Simak penjelasan tentang apa itu Separation Anxiety Disorder, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya, di sini.

Dikutip dari Primaya Hospital, Separation anxiety disorder (SAD) adalah kondisi yang membuat anak takut atau cemas ketika berada jauh dari rumah atau ditinggal orang tua meski hanya sebentar saja. Selain takut dan cemas, juga  mengganggu aktivitas anak.

Kondisi separation anxiety pada anak bisa membuat mental anak jadi terganggu. Anak takut pergi bermain dengan teman-temannya atau pergi ke sekolah. Mereka cenderung ingin dekat dengan orang tua atau orang  dicintainya.

Menurut penelitian, separation anxiety pada anak usia 8-14 bulan adalah hal wajar. Mereka umumnya sedang menjalani fase tidak lepas dari orang tuanya. Mereka akan merasa cemas dan takut ketika melihat wajah atau tempat tidak familiar.

Namun, ketika takut dan cemas tersebut terbawa oleh anak sampai usia 5 tahun ke atas atau berlangsung lebih dari 4 minggu, kondisi ini dikenal dengan separation anxiety.

Gejala Separation Anxiety pada Anak

Ada beberapa gejala anak mengalami gangguan kecemasan atau separation anxiety, salah satunya adalah merasa ketakutan ketika dalam kondisi sendirian. Meksi tergolong wajar, tetapi kondisi ini bukan harus dibiarkan begitu saja.

Adapun tanda-tanda atau gejala separation anxiety yang umumnya terjadi pada anak, yang perlu perhatian dan penanganan segera adalah sebagai berikut:

  • Rasa cemas yang tidak realistis dan berkepanjangan
  • Merasa khawatir hal buruk terjadi jika orang tua atau ART pergi
  • Menolak pergi ke sekolah untuk bisa bersama orangtua
  • Tidak mau tidur jika orang tua tidak berada didekatnya
  • Sering mengalami tantrum atau ledakan emosi
  • Muncul gejala fisik seperti sakit perut dan sakit kepala
  • Merasa takut dan cemas jika sendirian tanpa orang tua

Mengingat gejala separation anxiety pada anak yang cukup umum, pemeriksaan biasanya memerlukan asesmen selama beberapa waktu sebelum diagnosis. Hal ini untuk mengetahui apakah anak menginap separation anxiety atau tidak.

Penyebab Separation Anxiety pada Anak

Menurut para ahli, penyebab separation anxiety pada anak karena faktor lingkungan dan biologis. Jadi, gangguan kecemasan ini bukanlah kondisi yang terjadi begitu saja. Namun, ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab, di antaranya:

1. Perubahan Lingkungan

Ketika anak berada di lingkungan baru yang belum familiar, hal ini bisa menjadi pemicu munculkan separation anxiety. Anak merasa tidak nyaman dan tidak bisa beradaptasi dengan mudah hingga membuat mereka merasa stres.

2. Stres Akibat Kondisi Tertentu

Kondisi kecemasan berlebih atau separation anxiety pada anak terjadi karena mengalami stres akibat kondisi tertentu, misalnya perceraian orang tua, ada salah satu orang tua yang meninggal, ditinggal ART, dan peristiwa lainnya.

3. Orang Tua Terlalu Protektif

Sikap orang tua yang terlalu protektif bisa mempengaruhi kondisi psikologis anak, hal ini bisa membuat anak mudah cemas dan merasa takut saat anak tinggalkan hanya sebentar. Kondisi ini tentunya harus mendapat perhatian dan penanganan.

Jika anak mengalami gejala separation anxiety, segera periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat sehingga kondisi kesehatan tidak terganggu. Berikut penjelasan penanganan separation anxiety yang terjadi pada anak.

Cara Mengatasi Separation Anxiety

Kondisi separation anxiety membutuhkan pemeriksaan medis untuk mendiagnosa tanda dan gejalanya. Jika terdiagnosa, maka perlu penanganan selanjutnya. Adapun cara mengatasi separation anxiety disorder pada anak, yaitu:

1. Melakukan Terapi Psikoterapi

Mengatasi separation anxiety bisa lewat psikoterapi, dokter akan mengajak anak berbicara membahas dan berdiskusi. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan suatu toleransi atas ketidakhadiran orang tua dalam kehidupannya.

Melalui jenis terapi yang disebut dengan cognitive-behavioral (perilaku kognitif), juga bisa diterapkan untuk pembentukan fungsi kognitif atau pemahaman anak. Tidak hanya itu, terapi keluarga bisa untuk mendapatkan hasil yang lebih positif.

2. Melatih Anak Jauh dari Orang Tua

Cara penanganan anak dengan separation anxiety dengan melatihnya jauh dari orang tua atau orang-orang terdekatnya. Misalnya Anda bisa menitipkan anak ke rumah neneknya untuk beberapa waktu saja untuk mengetahui responnya.

Tidak hanya menitipkan ke rumah keluarga, Anda juga bisa meminta anak untuk bermain sendiri ke rumah temannya. Hal ini bisa membuat anak menjadi terbiasa berada jauh dari orang tua, serta tidak merasa cepat dan takut sendirian.

3. Berdiskusi Tentang Rasa Takut Anak

Dengan berdiskusi, Anda bisa mengetahui perasaan takut yang mereka miliki. Jadilah orang tua yang memiliki perasaan empati terhadap anak sehingga anak tidak merasa sendiri dalam kondisi yang mungkin kurang menyenangkan.

Selain itu, orang tua harus menjadi pendengar yang baik untuk anak. Hindari menyepelekan rasa takutnya, dan alih-alih menghargai perasaan tersebut. Hal ini bisa membantu memberi dukungan secara emosional untuk anak.***