Mengenal Apa itu Parental Burn Out dan Cara Mengatasinya

Mengenal Apa itu Parental Burn Out dan Cara Mengatasinya
Mengenal Apa itu Parental Burn Out dan Cara Mengatasinya

Healmind – Simak penjelasan tentang apa itu parental burn out dan cara mengatasinya, di sini.

Apa itu Parental Burnout?

Dikutip dasri RS SIloam, menjadi orang tua merupakan salah satu anugerah terbesar dalam hidup. Dengan demikian, sebagai orang tua perlu menambah informasi, edukasi, dan bimbingan tentang parenting yang tepat dan terpercaya.

Di kala pandemi, tantangan dalam membesarkan buah hati tentunya bertambah besar. Sebagai orang tua, terkadang kita terlalu fokus pada apa yang anak butuhkan.

Kurangnya informasi orang tua mengenai edukasi dan bimbingan parenting yang tepat dan terpercaya, sering kali membuat orang tua lelah dan mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri, hingga berujung pada parental burnout.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Prof. Mikolajczak dari Université Catholique de Louvain di Belgia, menjelaskan bahwa parental burnout adalah sebuah kondisi yang timbul karena stres dan kelelahan jangka panjang, yang berujung pada perasaan berat saat mengasuh anak, bahkan merasa jauh secara emosional dengan anak.

Studi menunjukkan bahwa parental burnout memiliki konsekuensi lebih buruk dibandingkan job burnout karena orang tua tidak dapat mengundurkan diri dari peran dan tugas mereka sebagai orang tua.

Sebagai orang tua, menyembunyikan perasaan lelah karena malu atau merasa bersalah tidak akan membantu, justru dapat berdampak buruk bagi dirinya sendiri maupun bagi anak

Parental burnout yang tidak diatasi dapat menyebabkan gangguan kesehatan, baik fisik maupun mental, pada orang tua.

Gejala Parental Burnout pada Kesehatan Mental

Apabila orang tua tidak menghiraukan tanda-tandanya, parental burnout dapat berujung pada pengabaian anak atau bahkan pola asuh yang melibatkan kekerasan.

Beberapa gejala yang dapat timbul pada kesehatan mental orang tua yang mengalami parental burnout adalah sebagai berikut, tergantung dari tingkat keparahannya:

Perasaan kosong, kebingungan, dan sulit berkonsentrasi (kondisi ini sering disebut sebagai brain fog)
Mudah marah
Sering lupa
Merasa terisolasi
Gangguan tidur

Gejala-gejala di atas dapat berakibat pada kesehatan seluruh tubuh. Sebagai contoh, kesulitan tidur atau insomnia yang parah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Parental burnout juga dapat mempengaruhi hubungan Anda dengan pasangan, khususnya dalam hal komunikasi. Komunikasi yang tidak baik dapat berujung pada konflik, kesalahpahaman, dan argumentasi.

Cara Mengatasi Parental Burnout

Apabila Anda melihat tanda-tanda parental burnout, berikut ini beberapa cara mengatasi stres yang bisa dilakukan:

1. Sampaikan Apa yang Anda Rasakan

Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengomunikasikan perasaan dan kebutuhan Anda kepada pasangan.

Sampaikan bahwa Anda memerlukan dukungan lebih, khususnya dalam mengasuh buah hati.

Bagi single parent, berbicara kepada anggota keluarga terdekat atau sahabat yang terpercaya dapat membantu.

Anda tidak perlu merasa bersalah, karena mengalami parental burnout tidaklah menjadikan Anda orang tua yang buruk.

2. Jaga Makanan dan Minuman yang Anda Konsumsi

Ketika merasa lelah, pada umumnya kita akan mengonsumsi makanan dan minuman yang membantu kita untuk tetap terjaga.

Sebagian orang akan memilih kopi atau makanan manis. Makanan dan minuman ini akan memberikan kita energi ekstra, namun sifatnya hanya sementara.

Sebagai pengganti, Anda dapat mengonsumsi makanan dengan nutrisi tinggi dan gizi yang seimbang.

Mengonsumsi daging ayam, ikan, telur, buah-buahan, biji-bijian, dan sayuran jauh lebih baik bagi tubuh Anda.

Sebagai camilan, pilihlah snack yang mengandung protein rendah lemak, seperti yoghurt dan kacang-kacangan.

3. Olahraga

Aktivitas fisik dapat meningkatkan energi dan melepaskan hormon yang membuat Anda merasa bahagia.

Tak perlu berjam-jam melakukan olahraga, minimal 15 menit berjalan kaki saja di sekitar rumah Anda. Olahraga menghilangkan stres dengan membuat Anda lebih rileks dan pikiran tenang.

4. Meminta Bantuan Profesional

Selanjutnya, cara mengatasi parental burnout adalah dengan mengambil waktu istirahat sejenak dari kesibukan Anda.

Berkonsultasi dengan psikolog atau dokter juga dapat membantu orang tua untuk mengatasi kondisi ini.