Manfaat Terapi Menulis untuk Kebugaran Mental dan Cara Melakukannya

13 Layanan Terapi Online Terbaik di Dunia untuk Berbagai Masalah dan Link
13 Layanan Terapi Online Terbaik di Dunia untuk Berbagai Masalah dan Link

Healmind – Simak manfaat Terapi Menulis untuk kebugaran mental dan cara melakukannya, di sini.

Dikutip dari Daruttauhid.org, Terapi menulis termasuk jenis dari art therapy atau terapi seni. Yakni semua terapi psikologis yang menggunakan pendekatan seni dalam proses terapeutiknya.

Contoh, terapi melukis, menyanyi atau mendengarkan musik, psikodrama (bermain peran), dan menulis salah satunya.

Terapi menulis pertama kali diperkenalkan oleh James W. Pennebaker. Seorang psikolog yang beraliran psikologi transpersonal (mazhab keempat setelah psikoanalisis, perilaku/behavioristik, dan kognitif).

Manfaat Terapi Menulis untuk Kebugaran Mental

  1. Tidak semua orang mudah untuk curhat. Ada yang tipikal introvert. Nah, menulis bisa menjembatani kita yang tidak leluasa mengungkapkan perasaan secara langsung kepada orang lain.
  1. Ketika meluapkan unek-unek dalam diri kepada orang lain, cenderung tidak mudah disampaikan secara blak-blakan. Selain itu, apakah orang tersebut bisa dipercaya menyimpan rahasia kita? Pengalaman sangat traumatik, luka batin mendalam condong dirahasiakan atau disimpan dalam-dalam. Dalam kondisi psikologis seperti itu, tidak mudah menemukan orang yang bisa benar-benar dipercaya dan dicurhati setiap saat.
  1. Manusia lazimnya lebih suka bicara daripada mendengarkan. Nah dengan menulis, kita tidak ‘merepotkan’ orang lain, yang boleh jadi tidak nyaman mendengarkan curhatan kita.

Jadi, dapat disimpulkan jika aktifitas menulis ternyata tidak sesederhana yang dikira. Bahkan terapi menulis terbukti mampu membuat seseorang yang memiliki trauma masa lalu parah, kemudian menjadi lebih baik dalam menata hidupnya.

Mengacu pada pendapat Karen Baikie, seorang clinical psychologist dari University of New South Wales, bahwa menuliskan peristiwa-peristiwa traumatik, penuh tekanan serta peristiwa yang penuh emosi bisa memperbaiki kesehatan fisik dan mental.

Contoh, cerita BJ. Habibie yang mampu bangkit dari depresi saat ditinggal pergi (meninggal) istrinya, Ainun. Ia diminta oleh dokter pribadinya untuk mulai melakukan terapi menulis, karena saat itu kondisi fisik maupun mentalnya sangatlah mengkhawatirkan.

Hasilnya, jadilah buku tentang kisah romantis Habibie bersama istri tercinta. Buku ini kemudian diubah menjadi film ‘Habibie Ainun’ yang laris manis di pasaran.

Contoh lain, almarhum Buya Hamka. Ulama fenomenal Indonesia ini dikenal karena karya-karya tulisannya yang legendaris. Salah satunya adalah tafsir al-Azhar. Ternyata tafsir al-Azhar itu ditulis ketika ia berada di penjara sebagai tahanan politik.

Oleh karenanya, sangat dianjurkan tulisan yang dibuat untuk konsumsi pribadi. Kalau pun hendak dishare kepada orang lain, maka harus siap dengan reaksi yang datang. Bisa positif maupun negatif, seperti memuji, menghujat, menyela, memberi nasihat, atau mencemooh. Jika kita tidak siap, bisa membuat kita tak punya waktu menenangkan diri. Tak ada jeda meredam marah. Yang ada justru kemarahan semakin meruncing.

Jangankan melampiaskan perasaan terpendam, justru postingan kita di medsos membuat persoalan baru yang membuat perasaan kembali tertekan. Jadi, pertimbangkan matang-matang jika memutuskan hendak memposting tulisan terkait diri di medsos.

Cara Melakukan Terapi Menulis

  1. Cari tempat atau suasana hening untuk menulis. Bisa di kamar pribadi atau tempat lain yang kondusif. Intinya tempat atau suasana yang membuat kita nyaman.
  1. Awali menulis dengan mengungkapkan apa yang dirasa atau mengganjal. Luapkan saja uneg-uneg. Semua beban, rasa marah, benci, kecewa, atau berbagai emosi negatif lainnya.
  1. Biarkan perasaan kita yang menulis. Biarkan mengalir seperti air. Ketika menulis sebagai terapi, yang diutamakan adalah prosesnya (meluapkan beban), bukan hasil tulisan. Jadi, jangan terlalu mempersoalkan EYD atau sistematika tulisan.
  1. Boleh jadi ketika menulis, kita akan merasa sangat emosional (menangis, misalnya). Tidak apa-apa, terus saja lanjutkan. Luapkan semuanya.
  1. Lakukan sekitar 15-30 menit setiap hari selama empat hari atau Dan kemudian rasakan bedanya, sebelum dan setelah menulis. 

Itulah manfaat Terapi Menulis untuk kebugaran mental dan cara melakukannya.***