Manajemen Konflik dan Tahapan-tahapan Penyelesaian Masalah

Manajemen Konflik dan Tahapan-tahapan Penyelesaian Masalah
Manajemen Konflik dan Tahapan-tahapan Penyelesaian Masalah

Healmind – Simak penjelasan tentang manajemen konflik hingga tahapan penyelesaian masalah, di sini.

Dikutip dari laman resmi Pemprov Bangka Belitung, konflik adalah ketidaksesuaian, perselisihan, pertentangan, atau adanya posisi yang bersebrangan antara satu pihak dengan pihak lainnya, baik antar individu maupun antar kelompok.

Jenis Konflik

1)      Konflik vertikal

Konflik ini terjadi antara individu atau kelompok yang memiliki kedudukan yang berbeda dalam organisasi, misalnya konflik yang terjadi antara bawahan dan atasan.

2)      Konflik horizontal

Konflik ini terjadi antara individu atau kelompok yang memiliki kedudukan yang sama atau setingkat dalam organisasi. Misalnya konflik yang terjadi antara karyawan atau antar departemen yang setingkat.

3)      Konflik lini-staf

Konflik ini terjadi antara karyawan lini yang biasanya memegang posisi komando, dengan pejabat staf yang biasanya berfungsi sebagai penasehat dalam organisasi.

4)       Konflik peranan

Konflik ini terjadi karena seorang individu mengemban lebih dari satu peran yang saling bertentangan.

Penyebab Konflik

  •  Perbedaan tujuan

Organisasi yang baik adalah organisasi yang mampu menetapkan tujuan dengan tepat, sehingga setiap anggota organisasi akan mengetahui kemana arah oraganisasi tersebut. Namun dalam kenyataannya, terkadang sering terjadi perbedaan antara individu maupun kelompok dalam menafsirkan tujuan organisasi menjadi tujuan bagian/departement.

Sehingga seolah-olah atau memang masing-masing bagian mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Jika tidak dikoordinasikan dengan baik, maka akan menimbulkan konflik, baik antar individu maupun antar kelompok.

  • Kelangkaan sumber daya

Organisasi tidaklah dibangun dengan sumber daya yang tidak terbatas (unlimited). Organisasi justru terbentuk dengan segala keterbatasan ataupun kelangkaan yang dimiliki, yang kemudian dikelola dengan baik dan dialokasiakan sesuai dengan kebutuhannya.

Dalam pengalokasian sumber daya tersebut terkadang tidak sama atau ada prioritas dalam penggunaanya. Sehingga satu bagian mungkin menerima lebih sedikit dari bagian lain atau menerima pada waktu yang lebih lama dibandingkan dengan bagian lain. Perbedaan jumlah waktu ataupun alokasi yang diakibatkan oleh kelangkaan ini dapat mengakibatkan timbulnya konflik.

  •   Saling ketergantungan dalam menjalankan pekerjaan

Dalam suatu organisasi adalah wajar apabila banyak yang saling terlibat ataupun berhubungan, hal ini dapat menjadikan saling ketergantungan antara satu pihak terhadap pihak lain. Kondisi seperti ini juga dapat menimbulkan konflik jika salah satu pihak tidak mampu menyelesaikan tugasnya tepat waktu .

  • Perbedaan dalam sikap dan perilaku

Perbedaan sikap berkaitan dengan bagaimana individu atau kelompok bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perbedaan antara sikap dan perilaku hati-hati atau terburu-buru akan menimbulkan konsekuensi yang berbeda dalam pencapaian suatu tujuan.

  • Sebab-sebab lain.

Sebab lain diantaranya gaya bekerja individu, ketidakjelasan dalam batasan pekerjaan, adanya hambatan komunikasi, adanya tekanan dalam pekerjaan (misalnya deadline), standar,pertauran, kebijakan yang tidak masuk akal, perbedaan status, serta harapan yang tidak mampu terwujud dalam sebuah organisasi.

Tahapan Manajemen Konflik

1)   Pencegahan konflik

Tahapan ini adalah tahapan yang dilakuakan dalam menata konflik sebelum terjadinya perselisihan atau ketidaksetujuan suatu pihak atas pihak lainnya. Tujuannya adalah untuk mencegah munculnya konflik yang keras antara satu pihak dengan lainnya.

2)   Penyelesaian konflik

Tahapan ini adalah tahapan yang dilakuakan dalam menata konflik ketika pertentangan dan perselisihan telah terjadi. Tujuannya adalah untuk mengakhiri perselisihan, ketidaksetujuan, atau perilaku kekerasan melalui suatu persetujuan persamaan pendapat atau persetujuan untuk mengakhiri suatu kekerasan atau upaya untuk menciptakan perdamaian

3)   Pengelolaan konflik

Tahapan ini adalah tahapan yang dilakukan dalam menata konflik pada saat perselisihan atau pertentangan sulit untuk di damaikan. Tujuannya untuk membatasi meluasnya pertentangan, serta menghindari penggunaan kekerasan dengan mendorong para pihak untuk berprilaku positif terhadap pihak lain.

4)   Resolusi konfik

Tahapan ini adalah tahapan yang dilakukan dalam menata konflik melalui upaya pencariab dan penanganan penyebab utama dari konflik yang terjadi. Tujuannya adalah guna membangun hubungan barau antar individu atau kelompok yang bertentangan, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan berkelanjutan antar pihak yang awalnya bersebrangan.

5)   Transformasi konflik

Tahapan ini adalah tahapan yang dilakukan dalam menatakonflik melalui perubahan-perubahan atas kekuatan-kekuatan yang ada di tiap-tiap kelompok. Tujuannya adalah untuk mengatasi sumber konflik, baik sosial maupun politik yang lebih luas dengan mengubah kekuatan negatif menjadi kekuatan positif.