Jenis-jenis Terapi yang Dilakukan Psikolog dan Penjelasannya

Jenis-jenis Terapi yang Dilakukan Psikolog dan Penjelasannya
Jenis-jenis Terapi yang Dilakukan Psikolog dan Penjelasannya

Healmind – Simak berbagai jenis terapi yang bisa dilakukan oleh seorang psikolog, berikut ini.

Terdapat beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan oleh seorang psikolog untuk menangani gangguan kesehatan mental pada pasien.

Jenis Terapi yang Dilakukan Psikolog

1. Cognitive Behavioural Therapy (CBT)

Salah satu jenis terapi psikologis yang menjadi ruang lingkup pekerjaan seorang psikolog adalah terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioural therapy (CBT). Terapi ini dilakukan dengan mendeteksi dan memodifikasi pola pikir, perilaku, serta emosi tidak sehat yang menyebabkan gangguan kesehatan mental. Selain itu, terapi ini juga bertujuan untuk membantu pasien dalam mengatasi masalah dan meningkatkan suasana hati.

2. Interpersonal Therapy (IPT)

Terapi interpersonal atau interpersonal therapy (IPT) merupakan pendekatan yang bertujuan untuk memodifikasi perilaku dan pola pikir pasien dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Terapi ini biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan suasana hati seperti gangguan bipolar, gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder), gangguan bipolar, dan lain sebagainya

3. Psychodynamic Therapy

Terapi psikodinamika atau psychodynamic therapy adalah metode pendekatan melalui pembicaraan secara mendalam dengan pasien untuk mendorong pasien tersebut menjadi lebih terbuka terhadap masalah, ketakutan, fantasi, atau impian yang dimiliki. Tujuan terapi psikodinamika adalah untuk mengendalikan emosi negatif serta meningkatkan rasa percaya diri pasien.

4. Terapi Pernikahan dan Keluarga

Melalui terapi ini, seorang psikolog dapat mempelajari perilaku pasangan atau anggota keluarga yang dapat memengaruhi suatu hubungan. Terapi ini dinilai efektif untuk menangani konflik antarpasangan ataupun dengan anggota keluarga lainnya.

5. Psikoedukasi

Psikoedukasi adalah metode pendekatan yang bertujuan untuk memberikan edukasi secara privat ataupun secara berkelompok mengenai gangguan kesehatan mental tertentu serta cara mengatasinya

6. Terapi Seni

Terapi seni merupakan terapi yang bertujuan untuk membebaskan pasien dalam mengekspresikan diri melalui seni, seperti melukis, mewarnai, atau menggambar. Nantinya, seorang psikolog dapat menginterpretasikan perasaan dan kondisi mental pasien dengan mengamati  karya seni yang dihasilkan oleh pasien tersebut.

Umumnya, terapi seni dilakukan untuk mengamati kondisi mental anak-anak. Selain itu, terapi ini juga bisa digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan diri dalam membangun hubungan dengan orang lain serta melatih cara berpikir pasien dalam menyelesaikan masalah.

7. Acceptance and Commitment Therapy (ACT)

Acceptance and commitment therapy (ACT) adalah terapi yang dapat melatih pasien untuk menyadari dan menerima perasaan serta pola pikir diri sendiri tanpa menghakimi. Terapi ini juga dapat membantu pasien agar bisa berkomitmen untuk mengubah perasaan atau perilakunya yang tidak sehat.

8. Dialectical Behaviour Therapy

Terapi perilaku dialektis atau dialectical behaviour therapy adalah metode pendekatan yang sejenis dengan cognitive behavioural therapy untuk mengajarkan pasien mengenai perilaku positif guna membantu mengendalikan emosi, menangani stres, serta meningkatkan kualitas hubungan pasien dengan orang lain.

9. Hipnoterapi

Hipnoterapi adalah terapi yang dilakukan dengan mengontrol alam bawah sadar pasien untuk membantu mengatasi perilaku ataupun pola pikir yang tidak baik. Selain itu, hipnoterapi juga dapat dilakukan untuk mengatasi trauma yang melandasi pola pikir dan perilaku negatif pasien. Melalui terapi ini, pasien akan merasa lebih rileks, tenang, dan cenderung lebih terbuka selama berada di bawah pengaruh hipnosis.

10. Psikoterapi Suportif

Psikoterapi suportif adalah metode pendekatan untuk membantu pasien agar dapat mengenali peristiwa traumatis yang dapat memicu stres dan memengaruhi kesehatan mentalnya. Selain itu, terapi ini juga dapat dilakukan untuk membantu memperkuat kemampuan pasien dalam mengatasi stres dan menghadapi berbagai masalah hidup nantinya.***