Jenis-jenis Terapi Psikologis dan Penjelasannya

Jenis-jenis Terapi yang Dilakukan Psikolog dan Penjelasannya
Jenis-jenis Terapi yang Dilakukan Psikolog dan Penjelasannya

Healmind – Simak jenis-jenis Terapi Psikologis dan penjelasannya, di sini.

Jenis-jenis Terapi Psikologis

Dikutip dari berbagai sumber, berikut jenis-jenis Terapi Psikologis, lengkap dengan penjelasannya:

1. Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

CBT adalah terapi berdasarkan fakta-fakta yang akan mendorong Anda untuk berpikir (cognitive) dan bertindak (behavior) utnuk mengubah apa yang Anda rasakan. Konsep CBT adalah pikiran Anda, perasaan Anda, dan apa yang Anda lakukan seluruhnya berkaitan. Terapi ini membantu Anda untuk memiliki kesadaran lebih akan pikiran, tindakan, dan perasaan Anda untuk melihat dan merespon situasi sulit lebih efektif. Terapi ini direkomendasikan untuk mengatasi masalah depresi, anxiety, eating disorder, low self-esteem, OCD, PTSD, serta anger problems.

2. Dialectical Behavioral Therapy

Dialectical Behavioral Therapy berfokus membantu Anda untuk memiliki kontrol lebih dalam meregulasi emosi, menghadapi stres, serta kemampuan antarpribadi. Biasanya, terapi ini akan melibatkan terapi individual serta sesi grup selama kurang lebih 6 bulan. Terapi ini direkomendasikan untuk membantu para remaja, terutama mereka yang memiliki masalah mengontrol emosi, borderline personality disorder, memiliki tendensi bunuh diri, dan masih banyak lagi.

3. Psychodynamic Therapy

Terapi ini berfokus pada bagaimana masa kecil dan hubungan Anda dengan orang lain dapat berdampak pada perkembangan psikologis. Berdasarkan konsep bahwa alam bawah sadar Anda menyimpan memori dan perasaan buruk yang terlalu sulit diproses oleh otak, terapi ini bertujuan untuk ‘mengeluarkan’ pikiran bawah sadar tersebut agar permasalahan di masa lalu tersebut dapat diatasi. Terapi ini dapat digunakan untuk membantu penderita depresi, anxiety, panic attack, dan kondisi psikologis lainnya yang disebabkan oleh stres.

4. Emotion-Focused Therapy (EFT)

Emotion-Focused Therapy (EFT) menekankan pentingnya mengenali dan mengatasi emosi dan trauma pada diri Anda. Terapi ini berasal dari gagasan bahwa kebanyakan masalah fisik dan psikologis terjadi karena Anda menghindari atau memendam emosi dan beranggapan bahwa semuanya baik-baik saja. Sehingga, terapi ini ‘memaksa’ Anda untuk mengatasi emosi-emosi tersebut dan bagamana cara Anda mengatasi masalah. Karena berkaitan erat dengan emosi, terapi ini dianjurkan untuk Anda yang mengalami depresi sedang, pernah menjadi korban kekerasan di masa kecil, atau mengalami masalah dalam hubungan.

5. Play Therapy

Beberapa anak-anak mungkin mengalami kseulitan untuk menyuarakan perasaan dan pikiran mereka. Oleh karena itu, Play Therapy digunakan sebagai wadah untuk Anak-anak bermain dengan rasa aman baik secara fisik maupun emosional. Melalui Play Therapy, anak-anak dapat mengekspresikan pengalaman dan perasaan mereka dengan permainan, mengatasi masalah emosi, meningkatkan kesadaran diri, mengembangkan kemampuan sosial, dan masih banyak lagi. Terapi ini dapat meliputi kegiatan melukis, menari, bercerita, drama, serta bermain musik.

6. Psychotherapy

Terapi ini paling tepat ditujukan untuk Anda yang ingin memperbaiki hubungan, terutama hubungan antara orangtua dan anak. Anak-anak akan dibantu untuk menghadapi masalah dalam bersikap, sedangkan orangtua akan dibantu untuk menghadapi kecemasan. Terapi ini bertujuan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi antara orangtua dan anak, serta memperkuat ikatan hubungan antara keduanya. Selain membantu mengatasi, terapi ini juga bisa membantu mencegah terjadinya konflik antara Anda dan si kecil, lho!

7. Family Therapy

Sesuai namanya, terapi ini ditujukan untuk keluarga. Namun, bukan berarti setiap sesi konseling harus dihadiri oleh semua anggota keluarga, karena bisa saja ada sesi konseling individu, tergantung kebutuhan dan situasi dari masing-masing keluarga. Terapi ini berfokus pada pentingnya berkomunikasi serta saling memahami, dan ditujukan untuk membantu anggota keluarga yang mungkin menderita masalah obat-obatan, depresi, eating disorder, atau trauma.