Jenis-jenis Terapi Kesehatan Mental dan Kegunaannya

Pengertian Psikolog, Jenis-jenis, dan Kondisi yang Bisa Ditanganinya
Pengertian Psikolog, Jenis-jenis, dan Kondisi yang Bisa Ditanganinya

Healmind – Simak jenis-jenis terapi kesehatan mental dan kegunaannya, di sini.

Berbagai jenis gangguan kepribadian dapat dialami oleh seseorang dengan gejala umum yang hampir sama, yaitu lebih sering menghindari interaksi sosial, sering berprasangka buruk, serta mengalami gangguan kecemasan.

Meskipun tidak dapat diatasi secara menyeluruh, tetapi pengobatan dapat dilakukan dengan melakukan terapi agar pengidap dapat mengontrol emosi yang dirasakan.

Tidak ada salahnya ketahui beberapa jenis terapi yang dapat dilakukan oleh pengidap gangguan kepribadian berikut.

9 Jenis Terapi Kesehatan Mental

Dilansir Mental Health Centre, ada 9 jenis terapi kesehatan mental yang umum dilakukan. Simak yuk.

1. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavorial therapy (CBT) adalah salah satu bentuk psikoterapi yang digunakan untuk mengobati pikiran guna mengubah perilaku.

Dengan menjalani jenis terapi ini, Bunda akan menjelajahi pikiran negatif yang mengarah pada perasaan dan tindakan yang merusak diri sendiri lalu mempelejari teknik guna mengubah pola pikir serta meningkatkan respons.

Terapi CBT dapat bekerja dengan baik bagi berbagai gangguan kesehatan mental, termasuk gangguan kecemasan atau depresi, serta pasien yang sedang dalam program pengobatan psiakter, dan Bunda yang menolak untuk minum obat.

2. Terapi Perilaku Dialektis (DBT)

Terapi perilaku dialektis atau Dialectical Behavioral Therapy (DBT) pada dasarnya sama seperti terapi CBT yang memiliki tujuan untuk mengubah perilaku. Namun, terapi DBT mengajarkan untuk Bunda menerima emosi negatif dibandingkan menghilangkannya.

Bunda juga diajarkan untuk menemukan keseimbangan yang sehat di antara keduanya. DBT dapat bekerja dengan bagi pada diri yang memiliki banyak penyakit mental dan berjuan untuk menghilangkan emosi negatifnya.

Selain itu, DBT juga mengajarkan untuk meningkatkan toleransi terhadap tekanan, mengatur emosi, dan berhati-hati saat menghadapi suatu peristiwa.

3. Terapi Peningkatan Motivasi (MET)

Terapi peningkatan motivasi atau motivational enhancement therapy (MET) adalah terapi untuk membantu seseorang yang memiliki penyakit mental dan enggan untuk berubah, terapi ini untuk peningkatan motivasi.

MET sering kali digunakan untuk menginspirasi yang sedang berjuang untuk melawan gangguan mental dan mencari pengobatan. Tujuan terapi ini untuk membantu seseorang agar memandang hidupnya secara objektif dan bersikap nyata tentang bagaimana perilaku tersebut merusak diri sendiri.

Terapis akan memotivasi Bunda agar menginginkan perubahan, dikarenakan pada terapi ini terapis tidak akan memberi tahu kesalahan dan bagaimana cara mengubah diri pasien tersebut.

4. Terapi Singkat Berfokus Solusi (SFBT)

Terapi Singkat Berfokus Solusi atau bisa disebut dengan solution focused brief therapy (SFBT). Terapi jenis ini banyak berhasil dikarenakan berhasil menemukan akar masalahnya.

Terapis dapat membantu mengidentifikasi apa yang terjadi di masa lalu yang menyebabkan penyakit mental. Dengan menggunakan terapi SFBT Bunda akan dibawa lebih dekat ke kesehatan mental yang positif.

Langkah pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi kekuatan atau keterampilan yang telah diperoleh guna membantu Bunda mengatasi hambatan.  SFBT hanya bekerja untuk mereka yang memiliki keterampilan tetapi mungkin tidak menyadari atau menerimanya.

5. Terapi Psikodinamik

Perawatan kesehatan mental terapi psikodinamik berakar pada psikoanalisis tradisional tetapi dengan pendekatan yang lebih modern. Terapis akan melihat pola perilaku sepanjang hidup Bunda serta menganalisis pola tersebut.

6. Terapi Trauma

Pengalaman traumatis dapat menghambat perkembangan emosional. Misalnya, jika seseorang mulai menggunakan narkoba dan alkohol pada usia 15 tahun, pertumbuhan emosinya tetap pada usia tersebut hingga traumanya terproses. Dengan kata lain, tubuh terus menua, tetapi pikirannya tidak.

Dengan begitu, terapi trauma akan membantu Bunda untuk pulih. Terdapat banyak jenis terapi yang digunakan untuk mengobati trauma seperti yang paling menguntungkan adalah EMDR atau pemrosesan ulang desensitisasi gerakan mata, dan TRM atau model ketahanan trauma, dan model terapi pasca-induksi dan terapi perilaku kognitif yang berfokus pada trauma.

7. Terapi Interpersonal

Kehidupan sehari-hari telah membentuk hubungan komunikasi, baik itu di rumah, di tempat kerja, di komunitas, bahkan online. Terapi interpresonal ini membantu Bunda untuk mengatasi hambatan dalam hubungan Bunda dengan meningkatkan keterampilan komunikasi, resolusi konflik, dan keterampilan mengatasi saat-saat sulit dan tidak terduga, seperti saat mengalami kehilangan.

8. Terapi Kelompok

Terapi kelompok adalah bentuk psikoterapi yang memungkinkan sekelompok orang untuk berkumpul dengan satu atau lebih terapis. Terapi kelompok biasanya berfokus pada satu topik dan menyediakan tempat yang aman di mana orang dapat berkumpul, mengajukan pertanyaan, dan menerima bimbingan dari terapis.

9. Psikoterapi Berbantuan Ketamin (KAP)

Psikoterapi berbantuan ketamin atau ketamine assisted psychotherapy (KAP) bermanfaat untuk Bunda yang sedang berjuang melawan depresi berat, terutama sebagai pengobatan pilihan terakhir ketika antidepresan dan terapi lain gagal. Biasanya, terapi ini akan berhasil dalam waktu yang singkat.***