Jenis-jenis Gangguan Mental Emosional, Penyebab, dan Gejalanya

Mengenal Delirium, Perubahan Kondisi Mental Mendadak: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi
Mengenal Delirium, Perubahan Kondisi Mental Mendadak: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi

Healmind – Simak jenis-jenis gangguan mental operasional, penyebab, dan gejalanya, di sini.

Dikutip dari laman resmi RSJD Pemprov Babel, gangguan mental emosional adalah suatu keadaan yang mengindikasikan individu yang mengalami suatu perubahan emosional yang dapat berkembang menjadi keadaan patologis apabila terus berlanjut .

Masalah gangguan emosional yang dialami oleh klien tidak serta merta berasal dari diri sendiri, melainkan bisa terjadi dari lingkungan sekitar.

Gangguan mental emosional ditandai dengan adanya penurunan fungsi individu pada keluarga, pekerjaan atau pendidikan, dan masyarakat atau komunitas, selain itu gangguan ini berasal dari konflik alam bawah sadar yang menyebabkan kecemasan.

Depresi dan gangguan kecemasan adalah merupakan jenis gangguan mental emosional yang terjadi di kalangan masyarakat.

Gangguan mental emosional dapat berupa seperti gejala depresi, gangguan psikosmatik, dan ansietas.

Manifestasi dari depresi, psikosmatik dan ansietas munculnya perasaan depresif, hilangnya minat dan semangat, mudah Lelah, sulit berkonsentrasi, harga diri menurun, perasaan bersalah, gagasan membahayakan diri (self harm) atau bunuh diri, gangguan tidur serta menurunya libido.

Jenis Gangguan Mental Emosional

1. Gangguan Mental Ringan

Gangguan mental ringan merupakan gangguan yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada anggota tubuh, seperti otak, sentral saraf, atau hilangnya berbagai kelenjar, saraf-saraf atau anggota fisik lainya untuk menjalankan tugasnya.

2. Gangguan Mental Berat

Gangguan mental berat disebabkan oleh gangguan jiwa yang telah berlarut-larut tanpa adanya solusi (penyelesaian) secara wajarm diakibatkan oleh hilangnya keseimbangan mental secara menyeluruh, akibat karena kondisi lingkungan yang sangat tidak bersahabat,

Gejala Gangguan mental Emosional

  1. Reaksi psikis ditandai oleh adanya  unsur kecemasan yang tidak sadar diekspresikan dengan menggunakan mekanisme pertahanan diri. Seringkali merasa bahwa dirinya itu normal, bahkan lebih baik, lebih unggul, dan lebih berharga dari orang lain.
  2. Relasinya dengan dunia luar sedikit sekali, walaupun orang yang bersangkutan masih memilik wawasan yang baik. Seperti kesulitan menyesuaikan diri dengan wajar.
  3. Timbul perasaan cemas yang tidak bisa dibendung, misalnya: takut kalau jadi gila, dan ketakutan ketakutan lain yang tdak rasional, dan tidak bisa dimasukan dalam kategori fobia. Dengan timbulnya emosi yang  tidak stabil, suka marah-marah, sering timbul perasaan depresi sering dalam keadaan excited, sering berfantasi, dihinggapi ilusi, delusi.
  4. Penderita selalu diganggu oleh perasaan sakit dan nyeri yang berpindah pindah pada setiap bagian badanya, yang menyebabkan kehilangan semangat atau gairah hidup.
  5. Klien biasanya diikuti dengan gerakan motoric pada inteleknya lemah. Seperti cepat merasa suntuk, malas berfikir, dan lambat dalam mengambil sebuah keputusan.
  6. Klien sering mangalami depresi emosional yang biasanya disertai dengan menangis
  7. Cenderung egois dan introvert.

Penyebab Gangguan Emosional

1.Tekanan Emosional di Tempat Kerja, ada beberapa factor yang dapat meningkatkan tekanan emosional di tempat kerja diantaranya seperti : khwatir tentang keamanan dalam berkerja,mendapatkan gaji dibawah UMR,masalah hubungan rekan kerja atau manajer.

2.Tekanan Emosional di Rumah, bukan hanya ditempat kerja, gangguan emosional dapat terjadi di sekitar rumah seperti: mengalami perubahan dalam hidupnya seperti pindah rumah dan memiliki seseorang anak, mengalami diskriminasi dan memilki hutang

D.Tanda Seseorang Alami Gangguan Emosional

1.Agresi, lekas marah atau agitasi.

2.Perubahan suasana hati, kepribadian atau perilaku.

3.Kebingungan atau mudah lupa.

4.Sulit berkonsentrasi .

5.Mengalami halusinasi atau delusi.

Bahaya Gangguan Emosional yang Tidak Ditangani

1.Kesulitan di tempat kerja, di sekolah, di lingkungan sosial, dan sulit berhubungan dengan orang lain

2.Terganggunya interaksi sosial

3.Peningkatan risiko cedera

4.Isolasi sosial

5.Bunuh diri atau kekerasan