Jenis-jenis Anxiety Disorder, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Jenis-jenis Anxiety Disorder, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Jenis-jenis Anxiety Disorder, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Healmind – Simak penjelasan tentang jenis-jenis  Anxiety Disorder, Penyebab, dan Cara Mengatasinya, di sini.

Anxiety Disorder atau Gangguan kecemasan adalah penyakit mental serius yang menyebabkan kekhawatiran atau ketakutan signifikan yang tidak kunjung hilang dan bahkan mungkin bertambah buruk seiring berjalannya waktu. Kita semua kadang-kadang merasa cemas, tetapi dengan gangguan kecemasan, kecemasan cenderung konstan dan memiliki dampak yang sangat negatif dan mengganggu pada kualitas hidup.

Jenis Gangguan Kecemasan

Ada beberapa jenis gangguan kecemasan. Meskipun semuanya ditandai dengan gejala kecemasan, masing-masing memiliki karakteristik, gejala, dan kriteria diagnosis yang unik.

– Agorafobia

Agorafobia adalah ketakutan yang tidak masuk akal dan ekstrem karena berada dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk melarikan diri. Orang sering kali takut mengalami gejala panik atau gejala lain di depan umum, sehingga mereka menghindari situasi yang membuat mereka merasa panik, tidak berdaya, atau terjebak.

Perilaku penghindaran ini sering kali membatasi hidup, seringkali menyebabkan orang menghindari mengemudi, berbelanja di tempat umum, perjalanan udara, atau situasi lainnya. Dalam beberapa kasus, ketakutan ini bisa menjadi sangat parah sehingga orang tidak dapat meninggalkan rumah mereka.

– Gangguan Kecemasan Umum

Gangguan kecemasan umum (GAD) melibatkan kekhawatiran dan kecemasan berlebihan terkait berbagai aktivitas dan peristiwa. Kekhawatiran ini sulit dikendalikan dan seringkali berpindah dari satu kekhawatiran ke kekhawatiran lainnya. 

Meskipun tidak ada ancaman khusus, penderita GAD merasa cemas terhadap kejadian sehari-hari, kejadian terkini dalam berita, hubungan, atau kejadian potensial yang mungkin terjadi.

– Gangguan panik

Gangguan panik melibatkan serangan panik yang intens dan terus-menerus yang terjadi secara tidak terduga dengan sedikit atau tanpa peringatan. Serangan panik memiliki gejala fisik dan emosional seperti detak jantung yang cepat, peningkatan pernapasan, dan perasaan teror yang ekstrem. 

– Mutisme Selektif

Mutisme selektif adalah gangguan kecemasan yang terjadi pada masa kanak-kanak. Ini melibatkan perasaan cemas, malu, atau takut yang menghalangi anak-anak berbicara dalam situasi tertentu, seperti saat di sekolah atau di sekitar orang asing.

Mutisme selektif biasanya terjadi antara usia dua dan empat tahun dan sering kali disertai dengan kegelisahan, kurangnya kontak mata, dan kurangnya ekspresi ketika menghadapi situasi yang ditakuti anak. 

– Gangguan Kecemasan Sosial

Gangguan kecemasan sosial (SAD) , yang sebelumnya dikenal sebagai fobia sosial, melibatkan ketakutan terhadap situasi sosial. Ketakutan ini mungkin berpusat pada peristiwa tertentu, seperti berbicara di depan umum, atau mungkin melibatkan ketakutan yang lebih umum terhadap berbagai situasi sosial.

Orang yang memiliki kondisi ini memiliki perasaan berlebihan bahwa orang lain memperhatikan segala sesuatu yang mereka lakukan. Mereka mungkin sangat kritis terhadap diri mereka sendiri dan mengalami gejala ketakutan baik secara fisik maupun emosional dalam situasi sosial. 

Gejala-gejala tersebut termasuk gemetar, detak jantung berdebar kencang, sakit perut, dan rasa takut. Gejala-gejala ini seringkali membuat orang menghindari situasi sosial jika memungkinkan. 

– Fobia Spesifik

Fobia spesifik melibatkan ketakutan yang intens terhadap objek atau situasi tertentu yang berlebihan, tidak rasional, dan tidak sebanding dengan ancaman sebenarnya. Ketika mereka menemukan sumber ketakutannya, orang dengan fobia tertentu akan langsung mengalami gejala seperti berkeringat, menangis, gemetar, detak jantung cepat, dan peningkatan pernapasan.

Seperti yang sering terjadi pada gangguan kecemasan lainnya, penderita fobia mungkin berusaha sekuat tenaga untuk menghindari sumber ketakutannya. Perilaku penghindaran seperti itu dapat menambah stres dan membatasi aktivitas sehari-hari. .

  • Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD)

Gangguan stres pasca trauma (PTSD) adalah suatu kondisi yang dapat terjadi setelah peristiwa traumatis. Ini mencakup gejala seperti perubahan suasana hati, gairah, dan reaktivitas. Orang mungkin memiliki pikiran, ingatan, dan mimpi buruk yang mengganggu terkait dengan trauma tersebut. Kilas balik, kewaspadaan berlebihan, kecemasan, dan penghindaran pengingat adalah gejala umum lainnya.

Gangguan terkait trauma dan stres lainnya dalam kelompok DSM ini termasuk gangguan penyesuaian , dan gangguan keterikatan reaktif

Gejala Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan datang dengan berbagai gejala dan tidak ada satu orang pun yang mengalami hal yang sama. Setiap kelainan cenderung memiliki gejala yang berbeda pula. Gejala umum gangguan kecemasan secara umum antara lain:

  • Kesulitan tidur
  • Pusing
  • Mulut kering
  • Perasaan gugup, khawatir, panik, takut, dan tidak nyaman
  • Kekencangan otot
  • Mual
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Tangan dan/atau kaki berkeringat atau dingin
  • Kesemutan atau mati rasa di tangan atau kaki
  • Tidak bisa tenang atau diam

Saat Anda mengalami tanda-tanda ketakutan dan kecemasan secara fisik dan psikologis seperti berkeringat, jantung berdebar kencang, sesak napas, gemetar, khawatir, atau stres, ini adalah isyarat bahwa sedang terjadi sesuatu yang bisa menjadi ancaman dan Anda perlu menghadapinya. .

Reaksi “lari atau lawan” ini mengaktifkan sumber daya fisik dan psikologis yang diperlukan untuk menghadapi potensi bahaya. Meskipun sistem ini sering kali berfungsi dengan baik, terkadang sistem ini menjadi terlalu berlebihan dan lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Jika hal ini terjadi, mungkin itu menandakan Anda mengalami gangguan kecemasan.

Kebanyakan orang mengalami kecemasan dari waktu ke waktu. Perbedaan antara kecemasan normal dan gangguan kecemasan terletak pada besarnya tekanan yang ditimbulkannya dan pengaruhnya terhadap kemampuan Anda untuk berfungsi secara normal. 3

Penyebab

Jutaan orang dewasa Amerika (serta anak-anak dan remaja) akan mengalami gangguan kecemasan pada suatu saat dalam hidup mereka. Tidak ada yang tahu persis apa yang menyebabkan gangguan kecemasan, meskipun faktor genetik, lingkungan, tingkat stres, perubahan otak, dan trauma mungkin berperan.

Para peneliti terus-menerus menemukan lebih banyak tentang hubungan ini. Kombinasi beberapa faktor kemungkinan besar berperan dalam menyebabkan kondisi kecemasan. Beberapa faktor yang terlibat meliputi:

  • Kimia otak : Stres yang parah atau berkepanjangan dapat berkontribusi pada perubahan keseimbangan kimiawi di otak. Perubahan tersebut dapat berperan dalam timbulnya gangguan kecemasan. 4
  • Pengalaman : Peristiwa stres atau traumatis juga dapat menyebabkan perasaan cemas. 
  • Riwayat keluarga : Memiliki anggota keluarga dekat dengan gejala gangguan kecemasan meningkatkan risiko seseorang juga mengalami kondisi kecemasan. 5
  • Faktor genetik : Gen tertentu mungkin membuat seseorang mempunyai kemungkinan lebih tinggi terkena gangguan kecemasan.
  • Kondisi medis : Beberapa kondisi kesehatan yang mendasari dapat menyebabkan perasaan cemas. Beberapa di antaranya termasuk nyeri kronis, penyakit jantung, diabetes, masalah tiroid, kondisi pernafasan, penggunaan narkoba, dan penghentian obat.
  • Kepribadian : Orang dengan ciri kepribadian tertentu, seperti introversi dan neurotisisme , mungkin lebih rentan mengalami tingkat kecemasan yang lebih tinggi.***