Mengenal Inner Child, Si Anak Kecil yang Ada dalam Diri Anda

Sudahkah Anda mengenal inner child Anda?
Sudahkah Anda mengenal inner child Anda?

Tahukah Anda kalau di dalam diri Anda yang sudah dewasa sekalipun, ada sosok yang disebut inner child. Sebelum membahas lebih lanjut, Anda mungkin sering merasa sedang mencoba mengendalikan situasi dan perasaan di sekitar Anda saat Anda justru merasa semakin tidak nyaman. Ada kalanya, Anda juga berulang kali merasa tidak membutuhkan orang lain.

Tanpa Anda sadari, Anda juga selalu merasa gagal dalam hubungan, termasuk mengatasi konflik dan terus menerus merasa takut ditinggalkan atau diabaikan pasangan Anda.

Bisa jadi, hal ini merupakan tanda jika inner child Anda butuh untuk disadari dan disembuhkan. Lalu, siapa sebenarnya inner child yang ada dalam diri Anda?

Sebenarnya, setiap individu mungkin saja memiliki bagian anak kecil yang terjebak dalam diri Anda ketika Anda tidak diperlakukan dengan baik atau terpenuhi kebutuhannya saat masih kecil. 

Labeling sebagai anak nakal, kurangnya kasih sayang dan kelekatan, maupun kekerasan pada masa kecil bisa jadi membuat Anda memiliki luka atau trauma yang tanpa sadar mempengaruhi Anda saat sudah dewasa.

Apa itu Inner Child?

Inner child merupakan representasi diri Anda pada beberapa kejadian saat Anda masih kecil. Bagian diri ini berhubungan dengan antusiasme, rasa ingin tahu, dan kreativitas yang Anda alami saat masih kecil. Jika saja Anda bisa terhubung dengan bagian diri Anda yang satu ini, Anda dapat menyadari berbagai kualitas dan pengalaman pada waktu tersebut.

Inner child menyimpan deretan kejadian masa kecil Anda yang mempengaruhi cara Anda berperilaku maupun bereaksi terhadap kejadian masa kini. Ada kalanya, bagian ini juga menyimpan kebutuhan tidak terpenuhi Anda saat masih kecil. 

Respon Anda yang mudah tersinggung saat seseorang mengabaikan Anda bisa saja dikarenakan pengalaman diabaikan menetap sebagai luka pada “si anak kecil” ini. Umumnya, pengalaman individu hingga memasuki usia 6 tahun merupakan pengalaman yang paling berdampak. Sebab, pada masa kanak-kanak, individu cenderung mudah menerima stimulus maupun setiap hal yang dialami dan dilihatnya.

Menemukan dan menyembuhkan bagian “si anak kecil” ini

Untuk mulai memahami dan menemukan inner child Anda, ada baiknya Anda belajar mendengarkan dan berkomunikasi dengan bahasa mereka, yaitu berdasarkan sensori dan somatik. 

Anak kecil biasanya lebih mudah mengekspresikan diri dan perasaan lewat bahasa tubuh dan suara intuitif. Oleh karena itu, terhubung dengan bagian ini seringkali melibatkan aktivitas yang mengaktivasi akal dan menuntut mindfulness saat Anda berada pada situasi dan kejadian tersebut.

Apapun yang dialami oleh inner child Anda, tetaplah berpikiran terbuka untuk tidak melihat mereka sebagai orang yang berbeda ataupun kepribadian lain dari Anda. Inner child masih merupakan bagian diri Anda, yaitu representasi dari pengalaman masa lalu Anda. 

Anda dapat mengingat kembali pengalaman dan kenangan masa kecil Anda untuk dapat menemukan kejadian yang membuat bagian kecil Anda yang satu ini mempengaruhi perilaku dan hubungan Anda di masa sekarang.

Selain itu, Anda juga dapat memulai kegiatan journaling sehingga dapat menciptakan ruang yang aman bagi bagian kecil Anda ini untuk mengekspresikan diri dengan jujur tanpa ekspektasi dunia luar. Kunci dari kegiatan ini adalah menghargai persepsi inner child Anda sesuai dengan pengalaman tanpa mencoba menyaring atau memperbaiki mereka.

Jika Anda merasa terlalu banyak hal tentang inner child yang tidak bisa Anda selesaikan sendiri, Anda dapat meminta bantuan tenaga profesional agar dapat sepenuhnya memahami dan menyembuhkan “si anak kecil” yang seringkali terjebak dan terluka dalam diri Anda.