Good Girl Syndrome, Ketika Baik Hati Gak Bikin Kamu Baik-Baik Saja

Mood Disorder: Penyebab, Gejala, dan Contoh-contohnya
Mood Disorder: Penyebab, Gejala, dan Contoh-contohnya

Apa itu good girl syndrome? Sebelum tahu lebih lanjut, sadari bahwa selama ini ada stereotip seperti berikut ini di masyarakat kita. “Gadis baik-baik itu harus ….” Siapa yang seringkali mendengar kalimat atau peringatan seperti ini? Elegan, sopan, tahu tata krama, mengenakan pakaian yang tertutup, bersikap tertentu di hadapan lawan jenis, atau pintar dan berprestasi di bidang akademik.

Ada banyak deretan kriteria bagi seorang anak perempuan atau gadis untuk masuk dalam kategori “Good Girl” atau anak gadis yang baik. Bermula dari apa yang dipelajari semasa kecil, kamu mungkin tumbuh menjadi “gadis baik” yang tanpa disadari justru merasa tidak baik-baik saja.

Tuntutan untuk selalu menjadi “gadis baik” membuatmu berusaha terlalu keras menghindari masalah atau menutupi kelemahan untuk dapat sepenuhnya menjadi dan diakui sebagai “gadis baik”. 

Sebenarnya, tidak ada yang salah dari menjadi gadis baik dengan deretan kualitas dan aspek diri yang dikaitkan dengan “baik”. Namun, memaksakan diri terlalu keras untuk dihargai sebagai seorang “gadis baik” tentunya juga bukan hal yang berdampak positif bagi perkembangan pribadi maupun kesehatan mental. Berikut beberapa tanda jika kamu mungkin saja sedang mengalami Good Girl Syndrome.

1. Kamu takut dikritik dan salah

Label “anak baik” yang rasanya harus kamu penuhi membuat kamu menjadi takut dikritik dan berada di pihak yang salah. Kamu mungkin berusaha terlalu keras untuk mengendalikan reaksi orang lain tentangmu. 

2. Sangat kaku terhadap aturan dan rutinitas picu munculnya good girl syndrome

Gadis yang baik cenderung bersikap seperti ini, adanya tuntutan itu membuatmu cenderung berperilaku sesuai aturan dan rutinitas.

Sikapmu yang bergantung banyak pada aturan dan rutinitas tertentu demi terlihat baik justru membuatmu kesulitan beradaptasi dengan perubahan dan lingkungan baru. 

3. Sulit mengatakan “tidak” dan tetap membantu meskipun merasa tidak nyaman

Anak baik selalu ringan membantu, namun bukan berarti kamu tidak berhak mengatakan “tidak” atau tetap membantu meskipun sebenarnya tidak nyaman.

Kamu mungkin merasa pekerjaanmu akan tertunda jika membantu temanmu. Namun kamu memilih tetap melakukannya karena tidak ingin dianggap teman yang buruk.  

4.“Aku baik-baik saja” biasanya muncul di benak mereka yang mengalami good girl syndrome

Langit tidak selalu cerah, begitu juga dengan suasana hatimu. Ada kalanya beberapa situasi membuatmu merasa lelah, murung, atau tidak bersemangat.

Meski pada akhirnya harus bangkit, tapi kamu tidak perlu merasa harus selalu “baik-baik saja” loh. Menjadi baik hati tidak selalu berhati selalu bersikap dan merasa baik meskipun sebenarnya tidak. 

Menjadi baik hati atau berbuat kebaikan merupakan kebebasanmu. Tentunya kamu punya caramu sendiri untuk melakukan kebaikan, mengambil keputusan, atau menentukan pilihan.

Jadi, ketimbang terus merasa bersalah saat gagal, takut melakukan kesalahan, dan memikirkan pendapat orang yang akan berubah tentangmu, yuk belajar memahami dan menjadi diri sendiri.