Gangguan Kecemasan: Penyebab, Tanda-tanda, dan Cara Mengatasinya

Penyebab dan Cara Mengatasi ADHD untuk Anak-anak
Penyebab dan Cara Mengatasi ADHD untuk Anak-anak

Healmind – Simak penjelasan tentang gangguan kecemasan, mulai dari penyebab, tanda-tanda, hingga cara mengatasinya, di sini.

Kebanyakan orang merasa cemas saat akan mengikuti atau menghadiri peristiwa penting, seperti presentasi, ujian hingga kencan pertama. Kemunculan rasa cemas atau khawatir ini wajar.

Tapi beda ceritanya jika kecemasan itu kerap datang tanpa alasan jelas beserta perasaan lain yang tak menyenangkan hingga menurunkan kualitas hidup individu. Bisa jadi itu tanda adanya gangguan kecemasan alias anxiety disorder.

Apa itu Gangguan Kecemasan?

Dilansir dari laman resmi Primaya Hospital, rasa cemas adalah cara tubuh untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi suatu tantangan.

Jantung akan lebih banyak memompa darah dan oksigen supaya tubuh siap. Dengan begitu, seorang individu bisa lebih waspada dan mampu mengatasi tantangan itu dengan lebih efisien. Hal ini berbeda dengan gangguan kecemasan.

Gangguan kecemasan adalah kondisi ketika muncul kekhawatiran atau ketakutan berlebih yang mengganggu aktivitas seseorang.

Kondisi ini bisa bertahan hingga berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun tanpa diketahui apa penyebabnya. Anxiety disorder bisa terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa.

Jenis gangguan kecemasan

  • Gangguan kecemasan umum:

Kekhawatiran berlebih dan kronis mengenai rutinitas dan aktivitas sehari-hari. Gangguan ini muncul selama setidaknya enam bulan. Orang yang mengalami jenis gangguan ini selalu mengantisipasi hal terburuk yang mungkin terjadi dalam sebuah situasi.

  • Gangguan obsesif-kompulsif:

Pikiran atau kebiasaan yang intrusif, tak diinginkan, dan mengganggu yang tampak mustahil dikendalikan.

  • Gangguan panik:

Ciri utamanya adalah rasa panik berlebih yang muncul tiba-tiba dan berulang tanpa tanda peringatan sebelumnya.

  • Fobia:

Rasa takut yang ekstrem dan irasional terhadap suatu hal. Ketakutan ini membuat individu yang mengalaminya menghindari hal tersebut.

  • Gangguan stres pascatrauma:

Gejala gangguan mental seperti depresi dan mudah marah yang terjadi secara persisten setelah seseorang mengalami kejadian traumatis.

  • Gangguan kecemasan sosial:

Ketakutan terhadap situasi sosial di mana individu berada di tengah lingkungan baru atau ada kemungkinan menghadapi tekanan dari individu lainnya.

  • Bisu selektif:

Kondisi ketika seseorang bisa berbicara dengan bebas di lingkungan yang familier tapi menjadi bisu atau enggan berbicara dalam situasi tertentu atau ketika berada di dekat orang-orang tertentu.

Gejala gangguan kecemasan

Gejala gangguan kecemasan bervariasi, bergantung pada jenis gangguan dan situasi yang dialami, di antaranya sebagai berikut:

  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Tidak mampu memenuhi tanggung jawab di sekolah, rumah, atau tempat kerja
  • Resah dan gelisah
  • Sulit tidur atau ketika tidur kerap terbangun
  • Mudah marah
  • Mudah terkejut
  • Kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari berkurang
  • Mengonsumsi obat-obatan atau alkohol untuk meredakan gejala
  • Kecapekan
  • Sesak napas
  • Berkeringat dingin
  • Pola makan berubah
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Sering melamun
  • Sulit berkonsentrasi
  • Suasana hati cepat berubah
  • Merasa selalu dalam bahaya
  • Merasa tak berharga
  • Terobsesi atau berlebihan dalam memperhatikan suatu hal
  • Merasa tak punya harapan

Penyebab Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan terjadi bukan karena satu penyebab tunggal, melainkan kombinasi sejumlah faktor.

Berikut ini beberapa faktor risiko dan penyebab gangguan kecemasan:

  • Genetik (keturunan keluarga)
  • Masalah pada dua bagian otak, yakni amigdala dan hipokampus
    Mengalami kekerasan dalam rumah tangga
  • Perempuan 60 persen lebih berisiko daripada pria
  • Menderita penyakit kronis
  • Punya pengalaman traumatis

Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan

Begitu seseorang terdiagnosis mengalami gangguan kecemasan secara klinis, dokter kejiwaan atau psikolog akan menyusun rencana metode penanganan medis untuk mengatasi kondisi itu.

Metode yang biasa digunakan antara lain:

Berbagai macam terapi untuk membantu mengubah perilaku, meningkatkan kepercayaan diri, mempelajari keterampilan baru, atau lainnya sesuai dengan kondisi pasien.

Obat-obatan untuk meredakan gejala kecemasan dan menenangkan perasaan.

Perubahan gaya hidup, misalnya dengan menerapkan pola makan gizi seimbang dan melakukan olahraga yang baik untuk kesehatan mental.

Mengikuti support group atau kelompok individu yang memiliki masalah serupa untuk berbagi dan mendiskusikan pengalaman bersama.

Itulah penjelasan tentang gangguan kecemasan, mulai dari penyebab, tanda-tanda, hingga cara mengatasinya.***