Bukan Anti Sosial atau Pemalu, Pahami Deretan Fakta Introvert

3 Terapi untuk Mengatasi Kecanduan
3 Terapi untuk Mengatasi Kecanduan

Anda tentunya tidak asing dengan personality style introvert maupun ekstrovert. Penelitian tentang pengaruh genetik dalam munculnya kecenderungan suatu pola kepribadian memang masih berjalan hingga saat ini. Namun, dalam “The introvert Advantage”, Marti Olsen Laney berargumen jika tingkat peredaran darah ke otak sangat bervariasi antara orang dengan kecenderungan introvert dan ekstrovert.

Berdasarkan penelitian tersebut, individu dengan kecenderungan pola introvert akan memiliki peredaran darah yang lebih kuat sehingga mereka mungkin lebih sensitif terhadap stimulus. Saat Anda mendengar kata ‘introvert’, mengenal seseorang dengan pola kepribadian ini atau mendapatkan hasil tes kepribadian dengan kecenderungan ‘introvert’ membuat Anda memikirkan banyak hal.

Nah berikut beberapa fakta introvert yang seharusnya Anda pahami.

Kemampuan Sosial introvert

Introvert identik dengan orang-orang yang meninggalkan pesta lebih dulu, berada di pojok ruangan tanpa berbaur, atau memiliki sedikit teman. Seringkali, mereka dianggap sebagai individu yang tidak bisa bergaul atau memiliki kemampuan sosial yang rendah.

Namun sesungguhnya, hal itu merupakan kecenderungan individu untuk mendapatkan kembali energinya. Mereka cenderung mendapatkan kembali energi atau “terisi kembali” saat menikmati waktu sendiri.

Mereka lebih fokus pada inner world sehingga memahami dunia secara subjektif. Mereka lebih suka fokus pada ide, perspektif, fakta, dan inner realities sebelum berinteraksi di lingkungan mereka.

Orang-orang ini biasanya mengobservasi dan merefleksikan pikiran mereka sebelum memulai pembicaraan. Justru, dengan kecenderungan ini, mereka dapat berbaur dengan lebih baik dalam lingkungan mereka.

Rentan terhadap Gangguan Mental

Selalu berada sendirian atau terlihat menjaga jarak dalam hubungan sosial biasanya membuat lingkungan menganggap introvert lebih rentan terhadap gangguan mental. Faktanya, terdapat banyak faktor yang mempengaruhi timbulnya atau meningkatnya risiko seseorang terhadap gangguan mental.

Mereka biasanya menyukai lingkungan pertemanan yang lebih kecil dengan bahasan yang lebih mendalam. Selama Anda memiliki dukungan yang positif dari orang-orang terdekat dan memperhatikan kesehatan mental Anda, tentunya Anda dapat mengurangi risiko terhadap gangguan mental.

Pendiam

Orang-orang pendiam merupakan orang-orang dengan pola kepribadian introvert. Namun, tidak selamanya pernyataan ini berlaku.

Meski terlihat pendiam di awal, mereka juga tetap bisa menjadi teman yang menyenangkan dan meramaikan suasana. Anda mungkin perlu mencari kelompok pertemanan yang lebih kecil atau berada di tempat yang lebih spesifik untuk menunjukkan keaktifan Anda.

Introvert Seringkali Menggunakan Sisi yang Berbeda dari Sistem Saraf

Biasanya, individu dengan kecenderungan pola introvert menggunakan sisi parasimpatetik dalam sistem saraf mereka. Bagian ini merupakan bagian yang lebih menyukai istirahat, relaksasi, dan kontemplasi.

Oleh karena itu, orang-orang dengan kecenderungan ini lebih suka berada dalam suasana yang tenang dan menyendiri. Hal ini terkait dengan kesenangan yang setiap individu rasakan saat berada dalam situasi tertentu. Jika ekstrovert termotivasi untuk aktif karena dopamin, introvert mencari kesenangan dari ketenangan setelah dilepaskannya hormon acetylcholine.

Hormon ini memungkinkan individu berpikir mendalam, merefleksikan diri, dan fokus. Saat mereka melakukan kegiatan terkait dan hormon ini dilepaskan tubuh, mereka mendapatkan kesenangan dari kegiatan tersebut. Namun, fakta ini tidak mendorong Anda untuk mengatakan jika sisi yang lain lebih baik dari yang lainnya.

Ingatlah jika manusia merupakan makhluk hidup yang kompleks dan tidak dapat dinilai hanya dari satu perspektif saja. Meskipun beberapa penelitian psikologis maupun biologis mengungkap beberapa fakta tentang pola kepribadian manusia, namun tetap saja sesungguhnya Anda akan memiliki setiap aspek pola kepribadian yang pada akhirnya akan saling melengkapi.

Individu dengan kecenderungan ekstrovert pun dapat memiliki bahasan yang mendalam, suka tinggal di rumah, atau memiliki kelompok pertemanan yang kecil, seperti yang dilakukan individu dengan kecenderungan introvert.