Ekspektasi vs Realita, Kelola Agar Tidak Kecewa Berlebihan

Cara mengelola ekspektasi vs realita
Cara mengelola ekspektasi vs realita

Kita sering mendengar istilah tren ekspektasi vs realita, untuk menggambarkan perbandingan pada apa yang dibayangkan dengan kenyataan yang ada. Manajemen ekspektasi (management expectation) merupakan senjata yang penting dalam perang psikologis yang mungkin seringkali Anda rasakan. 

Ingin memulai sesuatu dengan penuh harapan dan semangat positif, namun juga sering dikecewakan akan realita yang Anda. 

Manajemen ekspektasi tidak hanya dapat Anda terapkan dalam pencapaian tujuan Anda, melainkan dalam pekerjaan Anda. Sehingga, Anda tidak akan terbeban kelak jika haru membandingkan ekspektasi vs realita

Untuk meningkatkan efektivitas dari pekerjaan dan usaha Anda, Anda perlu secara proaktif dan efektif mengelola ekspektasi Anda. Selain itu, dengan mengelola ekspektasi Anda, hubungan Anda dan orang lain juga akan menjadi lebih positif.

Dalam kehidupan, tentunya setiap dari Anda memiliki ekspektasi terhadap orang lain, tentang bagaimana mereka memperlakukan Anda atau bagaimana mereka akan berperilaku. Tak jarang, Anda juga berekspektasi tentang promosi atau apresiasi dari pimpinan saat Anda berhasil mencapai tujuan Anda dalam organisasi dan pekerjaan. 

Namun, hidup bukanlah jalur kereta api yang lancar dengan setiap hal yang terjadi sesuai dengan harapan dan gambaran Anda.

Untuk menghindari rasa kecewa yang berlebihan karena ekspektasi Anda berbeda dengan realita yang terjadi, Anda perlu mengelola ekspektasi yang Anda miliki. Mengelola ekspektasi menjadi penting dalam bagaimana pekerjaan Anda diterima, diketahui, dan akan dihargai. Ini juga tentunya termasuk kesiapan menghadapi ekspektasi vs realita dalam segala hal

Cobalah untuk mengambil risiko dan menyusun rencana cadangan Anda jika sesuatu terjadi sesuai ekspektasi Anda. Selain itu, beritahu tentang kemungkinan terburuk dan risiko sebagai pertimbangan untuk tim Anda. 

Hal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan orang lain terhadap Anda dan membuat Anda terbiasa untuk mengelola ekspektasi Anda.

Berekspektasi tentang sesuatu bukanlah hal yang buruk. Anda juga tetap membutuhkan ekspektasi dan antisipasi agar Anda termotivasi untuk bergerak mencapai tujuan.

Namun, jangan lupa untuk tetap mengelola ekspektasi Anda secara realistis. Alhasil, Anda tidak lagi perlu alergi pada jargon ekspektasi vs realita.