Apa itu Eating Disorder? Kenali Tipe-Tipenya

Obsessive compulsive disorder
Obsessive compulsive disorder

Sebelum memahami lebih dalam soal eating disorder, pernahkah kamu mendapat ejekan mengenai berat badan? Terkadang ejekan tersebut mempengaruhi pikiran sehingga kita mengubah perilaku sehari-hari kita seperti diet, menjaga pola makan hingga olahraga. 

Perubahan perilaku ini memiliki banyak manfaat untuk tubuh kita, namun apa yang terjadi jika kita melakukannya secara berlebihan? Hati-hati, eating disorder sudah menanti!

Apa itu Eating Disorder?

Gangguan makan atau eating disorder adalah kondisi psikologis yang menyebabkan munculnya perilaku makan yang tidak sehat. Gangguan ini mengubah sikap seseorang terhadap makanan dan tubuh dengan mempengaruhi perilaku dan kebiasaan makan mereka. Perubahan perilaku dan kebiasaan makan ini mempengaruhi penderita secara fisik, psikologis, dan sosial.

Tidak hanya perilaku makan yang tidak sehat, eating disorder adalah gangguan yang ditandai dengan kebiasaan seperti membatasi atau menghindari sejumlah makanan, makan secara berlebihan, memikirkan berat badan dan bentuk tubuh secara terus-menerus, hingga berolahraga secara ekstrim. Tidak jarang mereka dengan sengaja memuntahkan atau menggunakan pencahar agar makanan yang telah mereka konsumsi keluar sehingga mereka mampu mengontrol berat badan.

Individu usia puber bisa saja mengalami gangguan ini karena ini adalah gangguan yang paling sering berkembang pada masa remaja dan dewasa awal khususnya pada wanita berusia antara 12 hingga 35 tahun. Meski begitu, gangguan ini dapat terjadi pada usia berapapun dan jenis kelamin apapun. 

Selain itu, memiliki riwayat keluarga dengan eating disorder memungkinkan seseorang berisiko lebih tinggi mengalami hal yang serupa.

Tipe-tipe eating disorder

Eating disorder adalah gangguan yang dimulai dari obsesi terhadap makanan, berat badan maupun bentuk tubuh sehingga dibedakan menjadi beberapa tipe.

Tipe-tipenya adalah Anorexia Nervosa, Bulimia Nervosa, Binge Eating, Avoidant Restrictive Food Intake Disorder (ARFID), Pica dan Rumination Disorder. Berikut adalah tipe-tipe yang paling sering dijumpai;

1. Anorexia Nervosa

Anorexia nervosa ditandai dengan self-starvation dan penurunan berat badan dimana seseorang mencoba untuk mengontrol berat badan serendah mungkin dan membatasi apa yang mereka makan. 

Perilaku penurunan berat badan pada anorexia didorong oleh pikiran dan rasa takut yang berlebih terhadap kenaikan berat badan. Mereka akan memakan sedikit makanan rendah kalori dan berolahraga secara ekstrim. Seseorang dengan anorexia biasanya memiliki body mass index atau BMI di bawah 18,5.

2. Bulimia Nervosa

Bulimia nervosa yaitu gangguan dimana seseorang makan secara berlebih atau binge kemudian mencoba menghindari kenaikan berat badan dengan memuntahkan atau meminum obat pencahar. Seperti pada penderita anorexia nervosa, penderita bulimia disibukkan dengan pikiran negatif tentang makanan, berat badan dan bentuk tubuh. 

Teman atau anggota keluarga dari penderita bulimia mungkin tidak mengetahui bahwa mereka menderita bulimia nervosa karena mereka tidak tampak kurus seperti penderita anorexia, dan karena perilaku ini tersembunyi sehingga tidak memungkinkan diketahui oleh orang-orang terdekat.

3. Binge Eating

Binge eating yaitu gangguan di mana seseorang merasa harus makan dalam porsi lebih besar dari orang normal, tidak dapat mengontrol jumlah makan dan perasaan tidak dapat berhenti makan. 

Penderita binge eating memiliki episode makan dalam jumlah besar dalam waktu singkat, namun tidak seperti bulimia nervosa, penderita binge eating tidak berusaha untuk mengeluarkan makanan seperti memuntahkan, menggunakan obat pencahar ataupun berolahraga. Binge eating menyebabkan penyakit kesehatan seperti diabetes, hipertensi hingga obesitas.

Setelah mengetahui informasi di atas, jangan buru-buru mendiagnosa diri ya! Eating disorder adalah gangguan yang masih dapat diatasi karena tidak semua perilaku makan yang tidak sehat termasuk dalam eating disorder

Namun jika kamu merasa memiliki beberapa gejala di atas, kamu perlu berkonsultasi pada tenaga profesional sehingga kamu mendapat perawatan yang tepat.