Depresi pada Anak, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Penyebab Depresi dan Cara Mengatasi Rasa Hampa
Penyebab Depresi dan Cara Mengatasi Rasa Hampa

Healmind – Simak penjelasan mengenai apa itu depresi, penyebab, dan cara mengatasinya, di sini.

Dilansir dari laman resmi Unicef, depresi adalah salah satu bentuk kondisi kesehatan mental yang dialami banyak orang dan sering kali muncul berbarengan dengan kecemasan.

Depresi bisa ringan dan sementara, atau berat dan berkepanjangan. Ada orang-orang yang mengalami depresi hanya sekali dalam hidupnya; ada pula yang mengalaminya berkali-kali.

Depresi bisa berujung pada tindak bunuh diri, tetapi hal ini bisa dicegah dengan dukungan yang tepat. Penting untuk mengetahui bahwa ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu anak-anak muda yang memiliki dorongan untuk melakukan tindakan ini.

Penyebab Depresi

Depresi bisa terjadi sebagai reaksi terhadap suatu peristiwa, misalnya penganiayaan, kekerasan di sekolah, kematian orang terdekat, atau masalah keluarga seperti kekerasan di dalam rumah tangga ataupun perpisahan orang tua. Seseorang bisa mengalami depresi setelah merasa stres untuk waktu yang lama. Depresi juga bisa diturunkan di dalam keluarga. Selain itu, ada kalanya kita tidak tahu mengapa depresi timbul.

Depresi pada anak dan remaja dapat timbul dalam bentuk ketidakbahagiaan atau kondisi mudah tersinggung yang berlangsung lama. Hal ini cukup umum dialami anak berusia pra-remaja dan remaja, tetapi sering kali tidak dikenali.

Bagi sebagian anak, perasaan ini diekspresikan sebagai “tidak bahagia” atau “sedih”. Ada pula yang mengaku ingin melukai diri, bahkan mengakhiri hidupnya. Anak dan remaja yang mengalami depresi lebih berisiko menyakiti diri sendiri, sehingga ujaran-ujaran seperti ini harus selalu ditanggapi dengan serius.

Anak yang terlihat sedih belum tentu depresi. Akan tetapi, jika kesedihan itu bertahan atau mengganggu aktivitas sosial, membuat anak kehilangan minat, menghambat prestasi di sekolah, atau mengganggu hubungannya dengan keluarga, bisa jadi ini berarti anak memerlukan dukungan dari tenaga profesional bidang kesehatan mental.

Ingat, hanya tenaga kesehatan profesional yang bisa mendiagnosis depresi, jadi jangan ragu untuk meminta nasihat dari dokter Anda jika khawatir tentang kondisi anak.

Tanda dan gejala depresi

Depresi dapat terasa berbeda-beda bagi setiap anak. Berikut adalah tanda dan gejala yang umum terjadi:

Gejala fisik:

Lelah atau tidak ada energi, meskipun sudah beristirahat
Gelisah atau sulit berkonsentrasi
Kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari
Perubahan selera makan atau pola tidur
Rasa nyeri atau sakit yang muncul tanpa sebab tertentu

Gejala emosional dan mental:

Rasa sedih, cemas, atau mudah marah yang terus-menerus
Hilang minat untuk bergaul dan melakukan kegiatan yang biasanya disukai
Menarik diri dari orang lain dan merasa kesepian
Merasa tidak berharga, tidak punya harapan, atau merasa bersalah
Mengambil tindakan-tindakan berisiko yang tidak biasanya dilakukan
Menyakiti diri atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup

Jika anak Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, belum tentu ia mengalami depresi. Akan tetapi, ada cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak mengatasi perasaannya. Jika merasa khawatir, jangan ragu untuk meminta saran dari dokter Anda.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak yang diduga mengalami depresi:

Ajak anak berbincang santai tentang kondisi mereka: Tanyakan perasaan anak dan dengarkan jawabannya dengan sikap terbuka, tanpa menghakimi ataupun menceramahi. Orang tua juga bisa bertanya kepada orang-orang tepercaya yang mengenal anak, seperti guru atau sahabatnya, untuk mengetahui apakah mereka melihat tanda-tanda yang patut diperhatikan, atau perubahan pada diri anak. Perhatian khusus terhadap kesejahteraan anak perlu diberikan pada masa-masa penting dalam kehidupan, misalnya memulai sekolah baru atau pubertas.

Habiskan waktu bersama anak: Ciptakan lingkungan yang hangat, menenangkan, dan kondusif untuk mendiskusikan atau melakukan kegiatan-kegiatan yang disukai anak dan sesuai untuk usianya. Perlihatkan bahwa Anda tertarik untuk mengetahui apa yang dialami anak dalam kehidupannya, hari-harinya di sekolah, atau hal-hal yang mereka sukai dari teman-temannya.

Bangun kebiasaan sehat: Dorong anak untuk melakukan kegiatan yang mereka sukai, buat jadwal makan dan tidur yang teratur, dan lakukan aktivitas fisik. Yang terakhir ini penting untuk membuat suasana hati lebih positif. Musik juga dapat sangat berpengaruh terhadap mood seseorang, jadi cobalah mendengarkan lagu bersama-sama, carilah lagu yang punya pesan positif tentang kehidupan.

Beri anak kesempatan untuk mengekspresikan dirinya: Biarkan anak berbicara dan dengarkan ungkapan perasaannya. Jangan pernah memaksa anak untuk bercerita; Anda bisa menggunakan cara kreatif untuk mendorongnya mengekspresikan perasaan, seperti melukis, membuat prakarya, atau menulis buku harian.

Bagi sebagian anak, membuat catatan harian tentang perasaannya tidak hanya membantu mereka mengungkapkan emosi, tetapi juga mempelajari apa saja yang membuat mereka kesal atau sedih. Buku harian juga bisa mengingatkan anak tentang hal-hal baik dalam hidupnya dan yang bisa ia banggakan.

Lindungi anak dari lingkungan atau suasana yang penuh tekanan: Usahakan agar anak tidak berada dalam situasi yang dapat menimbulkan stres berlebihan, termasuk situasi di mana mereka berpotensi menerima perlakuan yang tidak pantas, atau kekerasan. Selalu ingat untuk memberikan contoh perilaku dan reaksi yang sehat terhadap stres dalam kehidupan Anda sendiri, termasuk menetapkan batas dan membiasakan memperhatikan diri sendiri (self-care) secara positif.

Kapan bantuan tenaga profesional dibutuhkan?

Mengingat depresi hanya bisa didiagnosis oleh ahli yang berkualifikasi di bidangnya, penting bagi orang tua untuk meminta bantuan kepada tenaga ahli psikolog atau psikiater. Jika, menurut penilaian ahli anak perlu diberikan perawatan, opsi perawatan dapat meliputi konsultasi agar anak belajar mengelola pikiran dan perasaannya, ataupun kombinasi terapi konsultasi dan pengobatan.

Jika anak ingin atau sudah menyakiti dirinya, segeralah minta bantuan tenaga kesehatan. Jangan menunda-nunda menghubungi mereka jika Anda merasa khawatir.

Depresi bisa diatasi. Makin dini Anda berkonsultasi dengan tenaga ahli, makin cepat pula anak akan merasa lebih baik.***