Contoh Psikologi Positif dan Manfaatnya

Contoh Psikologi Positif dan Manfaatnya
Contoh Psikologi Positif dan Manfaatnya

Healmind – Simak contoh-contoh psikologi positif dan manfaatnya, di sini.

Dikutip dari syekhnurjati.ac.id, menurut Gable dan Haidt, psikologi positif merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang kondisi dan proses-proses yang berpengaruh pada pengembangan atau fungsi optimal dari individu, kelompok, dan juga institusi

Contoh Psikologi Positif

Ketika mengalami sebuah masalah, seorang perempuan sebut saja bernama Lintang tidak memiliki siapa pun untuk tempat cerita karena dirinya merasa tidak nyaman bercerita dengan banyak orang. Oleh sebab itu, Lintang memutuskan memanfaatkan psikologi positifnya yaitu dengan memaafkan.

Memaafkan dapat menciptakan ketenangan batin yang membuat hati akan menjadi lebih tentram dan nyaman, dzikir itu sendiri jika senantiasa dilakukan oleh seseorang maka akan membuat seseorang akan merasa dekat dengan Allah dan merasa dilindungi dimanapun mereka berada.

Ketenangan batin dan memaafkan merupakan salah satu bentuk psikologi positif karena dapat menenangkan dan menentramkan otak manusia, terlebih jika berdzikir dilakukan oleh seseorang setiap hari dan setiap waktu dalam kondisi apapun dan dimanapun, niscaya orang tersebut setiap hari dalam hidupnya selalu mendapatkan ketenangan batin.

Selain itu juga akan mampu menyehatkan dan menetralkan saraf-saraf yang ada pada tubuh manusia.

Manfaat Psikologi Positif

Psikologi positif ini bermaksud untuk menginisiasi berbagai perubahan dalam psikologi sebagai ilmu sosial, perubahan yang dapat menyebabkan reorientasi dan peralihan dari secara eksklusif hanya sibuk untuk memperbaiki kondisi yang sakit/buruk dalam hidup, menuju pengembangan kualitas yang terbaik dalam hidup.

Oleh sebab itu, psikologi positif ini memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan individu seperti yang dijelaskan pada berbagai temuan di bawah ini.

  1. Orang-orang akan optimis dan percaya akan berpeluang meninggal, karena serangan jantung, dibandingkan dengan orang-orang yang pesimis dengan cara mengontrol semua faktor risiko fisik akibat kematian.
  2. Remaja yang bahagia mampu menghasilkan pendapatan yang lebih besar pada 15 tahun yang akan datang, jika dibandingkan dengan remaja yang kurang bahagia, dengan menyamakan pendapatan, tingkat, dan berbagai faktor lainnya.
  3. Disiplin dua kali lebih bagi sebagai penentu prestasi baik di sekolah maupun dunia kerja jika dibandingkan dengan IQ yang tinggi.
  4. Wanita yang menunjukkan senyum yang genuine pada fotografer pada usia 18 tahun akan mengalami perceraian yang lebih sedikit dan memiliki kepuasan pernikahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menampilkan senyum pura-pura.