Cara Mengatasi Konflik Interpersonal, Penyebab, dan Jenis-jenisnya

Cara Mengatasi Konflik Interpersonal, Penyebab, dan Jenis-jenisnya
Cara Mengatasi Konflik Interpersonal, Penyebab, dan Jenis-jenisnya

Healmind – Simak info mengenai konflik interpersonal, mulai dari penyebab, hingga jenis-jenisnya, di sini.

Konflik merupakan salah satu hal yang wajar terjadi dalam kehidupan. Beragam jenis konflik dapat terjadi dalam hidup. Salah satu yang paling sering dialami kebanyakan orang yaitu konflik interpersonal.

Apa itu konflik interpersonal?

DIlansir dari laman resmi Kemenkes, konflik interpersonal adalah perseteruan yang melibatkan dua orang atau lebih. Meski tidak selalu menimbulkan dampak serius, penting bagi Anda untuk memahami jenis-jenis dan cara penyelesaian konflik dengan benar agar hubungan tetap terjaga dengan baik.

Penyebab konflik interpersonal

Berbagai macam faktor bisa menjadi penyebab konflik interpersonal. Umumnya, hal ini terjadi karena orang-orang yang terlibat konflik punya kepribadian, sikap, nilai, dan harapan berbeda dalam pemecahan masalah.

Saat Anda berinteraksi atau bekerja dengan orang yang memiliki pendapat dan tujuan berbeda, konflik tak bisa dihindari.

Nasib atau kelanjutan hubungan biasanya ditentukan oleh bagaimana Anda dan orang yang terlibat konflik menyelesaikan masalah.

Jenis-jenis konflik interpersonal

Konflik interpersonal terbagi dalam beberapa jenis. Setiap jenisnya mempunyai latar belakang belakang permasalahan yang berbeda dan bisa terjadi, baik secara verbal maupun non-verbal. Berikut ini beberapa jenisnya:

1. Pseudo conflict

Pseudo conflict adalah konflik interpersonal yang terjadi karena kesalahpahaman. Orang-orang yang terlibat dalam konflik ini merasa mempunyai tujuan berbeda, padahal kenyataannya sama. Cara untuk menyelesaikan konflik ini tidak sulit, mereka yang terlibat perselisihan cukup duduk bersama dan memberikan klarifikasi terkait pemicu kesalahpahaman.

2. Fact conflict

Jenis konflik biasanya ini terjadi saat dua orang atau lebih mempunyai perbedaan pendapat mengenai informasi tertentu. Untuk mengatasinya, Anda cukup memeriksa apakah sumber informasi tersebut kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

3. Value conflict

Value conflict merupakan konflik yang terjadi ketika perbedaan nilai-nilai pribadi di dalam diri seseorang memicu ketidaksepakatan. Misalnya, Anda dan rekan kerja memiliki pandangan berbeda soal hak aborsi.

Jenis konflik ini tidak selalu memiliki jalan penyelesaian yang jelas. Setiap orang mempunyai nilai dan keyakinan pribadi yang beragam. Oleh sebab itu, salah cara yang bisa Anda lakukan untuk meredam konflik adalah menerimanya dan tidak memaksakan pendapat ke orang lain.

4. Policy conflict

Jenis konflik ini terjadi pada saat Anda memiliki perbedaan pendapat terkait rencana tindakan atau strategi pemecahan masalah dalam situasi tertentu dengan orang lain. Faktor-faktor yang berkontribusi dalam perbedaan pendapat tersebut antara lain pendidikan hingga kepribadian.

Sebagai contoh, setiap orangtua punya cara mereka masing-masing untuk mendidik anak. Jika Anda melihat orang terdekat mendidik buah hatinya dengan cara berbeda, hal tersebut dapat memicu konflik.

5. Ego conflict

Ego conflict adalah konflik yang terjadi ketika salah satu orang tidak mau mengalah untuk menyelesaikan masalah. Konflik ini seringkali berkembang dengan jenis konflik lain, yang kemudian masalah menjadi semakin sulit untuk terselesaikan.

Untuk menyelesaikannya, salah satu pihak diharuskan mengalah. Jika tidak ada yang mau mengalah, tindakan penyelesaian yang dilakukan kemungkinan besar akan selalu berakhir dengan kegagalan.

6. Meta conflict

Meta conflict merupakan perseteruan yang terjadi ketika komunikasi antara satu sama lain tak berjalan dengan efektif. Cara mengatasi konflik ini yaitu dengan melakukan komunikasi secara jelas. Apabila tak segera diselesaikan, hubungan antara orang-orang yang terlibat perselisihan dapat menjadi lebih rumit.

7. Trust conflict

Ketidakpercayaan antara satu sama lain dapat menyebabkan konflik. Sebagai contoh, Anda tidak percaya sepenuhnya dengan tim saat bekerja dan berusaha untuk menyelesaikan segala sesuatunya sendiri. Hal tersebut tentunya bisa memicu perseteruan antara Anda dengan rekan satu tim.

Itulah info mengenai konflik interpersonal, mulai dari penyebab, hingga jenis-jenisnya.***