Cara Membuat Mood Terus Baik, Lakukan 8 Hal Ini

A. Pengertian Bimbingan dan Konseling Keluarga Dalam kehidupan masyarakat di manapun juga, keluarga merupakan unit terkecil yang peranannya sangat besar. Peranan yang sangat besar itu disebabkan oleh karena keluarga (yakni keluarga batik) mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup bermasyarakat. Apabila fungsi keluarga tidak berjalan dengan baik maka timbul ketidak serasian dalam hubuyngan antara anggota keluarga, dapat dikatakan keluarga itu mempunyai masalah. Adanya individu (keluarga) yang mempunyai masalah, maka diperlukan adanya Bimbingan dan Konseling untuk mengusahakan pencegahannya atau memberikan bantuan dalam pemecahan masalahnya. Pengertian bimbingan keluarga yang dikemukakan oleh Cooley (dalam C. Suwarni, 1980) bimbingan keluarga adalah bantuan yang diberikan kepada keluarga untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab anggota keluarga serta memberikan pengetahuan dan keterampilan demi terlaksananya usaha kesejahteraan keluarga. Perez (dalam Sayekti, 1994) mengemukakan konseling keluarga (family therapy) sebagai berikut: Family therapy is an intuative process which seeks to aid the family in reganning a home ostatic balance whith which the members are comfortable. In perseing this objective the family therapist operates under certain basic assumprions. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa konseling keluarga adalah suatu proses interaktif untuk membantu keluarga dalam mencapai keseimbangan di mana setiap anggota keluarga merasakan kebahagiaan. B. Tujuan Bimbingan dan Konseling Keluarga Menurut Colley (dala C. Suwarni, 1980) tujuan Bimbingan dan Konseling keluarga adalah: 1. Membantu agar mereka yang dibimbing dapat bertindak seefisien mungkin. 2. Membantu agar seseorang atau keluarga menjadi sadar akan kemampuan dirinya, akan kebutuhan-kebutuhannya, baik kebutuhan jasmani, rohani maupun sosial, sadar akan kepentingan-kepentingannya dan sadar akan tujuan-tujuannya. 3. Untuk menggerakkan kekuatan anggota keluarga dan keluarga agar dapat berusaha menyusuaikan diri dengan lingkungan di mana ia berada, dengan hasil yang nyata. 4. Membantu seseorang atau keluarga untuk mendapatkan keterampilan dan kecakapan dalam mengurus diri dan keluarganya, memperkembangkan atau memajukan keluarga dengan jalan: a. Memberikan pendidikan dan menerangkan mengenai kemungkinan-kemungkinan tercapainya tujuan sesuai dengan kemampuannya. b. Mencari jalan dan cara-cara untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. c. Mengembangkan nilai-nilai kebudayaan dan kemasyarakatan yang sesuai dengan tujuan tersebut. Sejalan dengan itu Sayekti (1994) menjelaskan tujuan umum konseling keluarga adalah: 1. Membantu keluarga belajar dan memahami bahwa dinamika keluarga merupakan hasil pengaruh hubungan antar anggota keluarga. 2. Membantu anggota keluarga agar dapat menerima kenyataan bahwa bila salah satu anggota keluarga memiliki permasalahan, mereka dapat memberikan pengaruh tidak tidak baik pada persepsi, harapan dan interaksi anggota keluarga yang lain. 3. Memperjuangkan dengan gigih dalam proses konseling, sehingga anggota keluarga dapat tumbuh dan berkembang guna mencapai keseimbangan dan keselarasan. 4. Mengembangkan rasa penghargaan dari seluruh anggota keluarga pada anggota yang lain. Selanjutnya Sayekti (1994) mengemukakan tujuan khusus konseling keluarga, yaitunya: 1. Mendorong anggota keluarga agar memiliki toleransi kepada anggota keluarga yang lain. 2. Agar anggota keluarga mampu memberi motivasi, dorongan semangat pada anggota keluarga yang lain. 3. Agar orang tua dapat memiliki persepsi yang realistis dan sesuai dengan persepsi anggota keluarga yang lain. Bimbingan dan Konseling keluarga adalah suatu usaha yang realistis dan konstruktif untuk menyadarkan akan kebutuhan-kebutuhan mereka sendiri dalam memperkembangkan diri. Untuk itu perlu disadarkan bahwa dalam diri mereka terdapat kemungkinan-kemungkinan untuk memperkembangkan diri dan memperbaiki nasib dalam bidang ekonomi, kesehatan, sosial dan agama. Tujuan akhir dari Bimbingan dan Konseling keluarga adalah untuk membantu anggota keluarga dan keluarga sebagai satu kesatuan untuk mencapai kesejahteraan keluarga. Konseling dalam keluarga adalah konseling yang diberikan pada anggota keluarga dan keluarga menyangkut masalah keluarga yang mengganggu ketentraman dan kebahagiaan hidup keluarga itu. C. Fungsi Bimbingan dan Konseling Keluarga Fungsi Bimbingan dan Konseling keluarga dikemukakan oleh C. Suwarni (1994) sebagai berikut: 1. Memberikan pengaruh psikologis kepada keluarga supaya timbul usaha dari keluarga itu sendiri untuk menyelesaikan kesulitannya, sehingga keluarga menolong dirinya sendiri ke arah perbaikan. 2. Menghubungkan dengan jalan menjelaskan kebutuhan dan mengarahkan pola pemikirannya menuju penentuan dan penggunaan sumber-sumber bantuan. 3. Membangun keluarga sehingga dengan usahanya sendiri dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin. Berdasarkan fungsi Bimbingan dan Konseling keluarga tersebut, keluarga harus dibantu untuk melihat, menimbang, memutuskan dan berbuat, agar keluarga dapat membuka mata dan hati mereka untuk memperhatikan dan merasakan keadaan diri mereka sendiri serta sesama manusia denga suatu sikap yang baru. Masalah-masalah yang ada pada keluarga atau anggota keluarga biasanya tidak kelihatan. Kemampuan konselor sangat diperlukan untuk menemukan, menumbuhkan dan mengarahkan minat, menyadarkan kebutuhan-kebutuhan serta kepentingan-kepentingan keluarga.
A. Pengertian Bimbingan dan Konseling Keluarga Dalam kehidupan masyarakat di manapun juga, keluarga merupakan unit terkecil yang peranannya sangat besar. Peranan yang sangat besar itu disebabkan oleh karena keluarga (yakni keluarga batik) mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup bermasyarakat. Apabila fungsi keluarga tidak berjalan dengan baik maka timbul ketidak serasian dalam hubuyngan antara anggota keluarga, dapat dikatakan keluarga itu mempunyai masalah. Adanya individu (keluarga) yang mempunyai masalah, maka diperlukan adanya Bimbingan dan Konseling untuk mengusahakan pencegahannya atau memberikan bantuan dalam pemecahan masalahnya. Pengertian bimbingan keluarga yang dikemukakan oleh Cooley (dalam C. Suwarni, 1980) bimbingan keluarga adalah bantuan yang diberikan kepada keluarga untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab anggota keluarga serta memberikan pengetahuan dan keterampilan demi terlaksananya usaha kesejahteraan keluarga. Perez (dalam Sayekti, 1994) mengemukakan konseling keluarga (family therapy) sebagai berikut: Family therapy is an intuative process which seeks to aid the family in reganning a home ostatic balance whith which the members are comfortable. In perseing this objective the family therapist operates under certain basic assumprions.Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa konseling keluarga adalah suatu proses interaktif untuk membantu keluarga dalam mencapai keseimbangan di mana setiap anggota keluarga merasakan kebahagiaan.B. Tujuan Bimbingan dan Konseling Keluarga Menurut Colley (dala C. Suwarni, 1980) tujuan Bimbingan dan Konseling keluarga adalah: 1. Membantu agar mereka yang dibimbing dapat bertindak seefisien mungkin. 2. Membantu agar seseorang atau keluarga menjadi sadar akan kemampuan dirinya, akan kebutuhan-kebutuhannya, baik kebutuhan jasmani, rohani maupun sosial, sadar akan kepentingan-kepentingannya dan sadar akan tujuan-tujuannya. 3. Untuk menggerakkan kekuatan anggota keluarga dan keluarga agar dapat berusaha menyusuaikan diri dengan lingkungan di mana ia berada, dengan hasil yang nyata. 4. Membantu seseorang atau keluarga untuk mendapatkan keterampilan dan kecakapan dalam mengurus diri dan keluarganya, memperkembangkan atau memajukan keluarga dengan jalan: a. Memberikan pendidikan dan menerangkan mengenai kemungkinan-kemungkinan tercapainya tujuan sesuai dengan kemampuannya. b. Mencari jalan dan cara-cara untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. c. Mengembangkan nilai-nilai kebudayaan dan kemasyarakatan yang sesuai dengan tujuan tersebut. Sejalan dengan itu Sayekti (1994) menjelaskan tujuan umum konseling keluarga adalah: 1. Membantu keluarga belajar dan memahami bahwa dinamika keluarga merupakan hasil pengaruh hubungan antar anggota keluarga. 2. Membantu anggota keluarga agar dapat menerima kenyataan bahwa bila salah satu anggota keluarga memiliki permasalahan, mereka dapat memberikan pengaruh tidak tidak baik pada persepsi, harapan dan interaksi anggota keluarga yang lain. 3. Memperjuangkan dengan gigih dalam proses konseling, sehingga anggota keluarga dapat tumbuh dan berkembang guna mencapai keseimbangan dan keselarasan. 4. Mengembangkan rasa penghargaan dari seluruh anggota keluarga pada anggota yang lain. Selanjutnya Sayekti (1994) mengemukakan tujuan khusus konseling keluarga, yaitunya: 1. Mendorong anggota keluarga agar memiliki toleransi kepada anggota keluarga yang lain. 2. Agar anggota keluarga mampu memberi motivasi, dorongan semangat pada anggota keluarga yang lain. 3. Agar orang tua dapat memiliki persepsi yang realistis dan sesuai dengan persepsi anggota keluarga yang lain. Bimbingan dan Konseling keluarga adalah suatu usaha yang realistis dan konstruktif untuk menyadarkan akan kebutuhan-kebutuhan mereka sendiri dalam memperkembangkan diri. Untuk itu perlu disadarkan bahwa dalam diri mereka terdapat kemungkinan-kemungkinan untuk memperkembangkan diri dan memperbaiki nasib dalam bidang ekonomi, kesehatan, sosial dan agama. Tujuan akhir dari Bimbingan dan Konseling keluarga adalah untuk membantu anggota keluarga dan keluarga sebagai satu kesatuan untuk mencapai kesejahteraan keluarga. Konseling dalam keluarga adalah konseling yang diberikan pada anggota keluarga dan keluarga menyangkut masalah keluarga yang mengganggu ketentraman dan kebahagiaan hidup keluarga itu.C. Fungsi Bimbingan dan Konseling Keluarga Fungsi Bimbingan dan Konseling keluarga dikemukakan oleh C. Suwarni (1994) sebagai berikut: 1. Memberikan pengaruh psikologis kepada keluarga supaya timbul usaha dari keluarga itu sendiri untuk menyelesaikan kesulitannya, sehingga keluarga menolong dirinya sendiri ke arah perbaikan. 2. Menghubungkan dengan jalan menjelaskan kebutuhan dan mengarahkan pola pemikirannya menuju penentuan dan penggunaan sumber-sumber bantuan. 3. Membangun keluarga sehingga dengan usahanya sendiri dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin. Berdasarkan fungsi Bimbingan dan Konseling keluarga tersebut, keluarga harus dibantu untuk melihat, menimbang, memutuskan dan berbuat, agar keluarga dapat membuka mata dan hati mereka untuk memperhatikan dan merasakan keadaan diri mereka sendiri serta sesama manusia denga suatu sikap yang baru. Masalah-masalah yang ada pada keluarga atau anggota keluarga biasanya tidak kelihatan. Kemampuan konselor sangat diperlukan untuk menemukan, menumbuhkan dan mengarahkan minat, menyadarkan kebutuhan-kebutuhan serta kepentingan-kepentingan keluarga.

Healmind – SImak cara membuat mood terus baik, di sini.

Sebenarnya banyak cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membuat mood naik lagi, dikutip dari Healthline, di antaranya sebagai berikut:

Cara Membuat Mood Baik

1. Makan makanan otak

Mengutip Healthline, ketika otak tidak cukup asupan energi dapat berdampak besar, seperti membuat mood turun.

Energi itu diperoleh otak dari makan makanan yang kita makan.

Jadi, salah satu cara untuk mood naik lagi adalah dengan makan makanan yang bernutrisi untuk menguatkan otak, seperti:

  • Ikan berlemak, seperti tuna, trout, dan salmon
  • Kacang-kacangan, terutama kenari
  • Sayuran berdaun hijau tua, seperti arugula, bok choy, bayam, kale, dan lobak Swiss
  • Kiwi dan buah jeruk
  • Sereal gandum utuh dan roti
  • Telur, yogurt, dan keju
  • Protein tanpa lemak, seperti ayam, kalkun, dan produk kedelai.

Makan makanan tersebut bisa sangat membantu menjaga energi mental atau otak, jangka panjang.

Namun, ada camilan yang dapat cepat membuat mood naik lagi, yaitu:

  • Biji labu
  • Coklat hitam
  • Berry
  • Sayuran jingga, merah, dan hijau
  • Pisang.

2. Minum kopi berkafein

Mengutip Healthline, dosis kafein yang rendah hingga sedang dapat membantu meningkatkan energi mental.

Sudah ada penelitian pada 2016 yang mengeksplorasi efek kafein pada kinerja kognitif, fisik, dan tempat kerja, antara sekitar 40 dan 300 miligram kafein.

Menurut temuannya, kafein dapat membantu meningkatkan:

  • Kewaspadaan
  • Perhatian
  • Waktu reaksi.

Kafein juga dapat membantu meningkatkan penilaian, memori, dan kemampuan pengambilan keputusan, tetapi efek ini mungkin agak kurang konsisten.

Menurut ulasan pada 2010, berikut takaran kafein dalam beberapa minuman:

  • Secangkir kopi 8 ons (diseduh atau instan) dapat mengandung 27-200 miligram kafein.
  • Secangkir teh 8 ons (hijau, hitam, atau yerba mate) dapat mengandung 25-130 miligram kafein.
  • Minuman energi 8 ons mengandung antara 72-80 miligram kafein.

3. Bangun dan bergerak

Mengutip Healthline, American Psychological Association (APA) mengatakan sudah ada bukti secara konsisten yang menunjukkan bahwa olahraga bermanfaat bagi pikiran dan tubuh.

Selain membantu meningkatkan kesehatan fisik, olahraga teratur dapat melakukan banyak hal untuk meningkatkan:

  • Suasana hati
  • Memori dan proses berpikir
  • Kesejahteraan mental dan emosional secara keseluruhan.

Olahraga dapat membantu meningkatkan memori, perhatian, dan fungsi otak lainnya karena membantu:

  • Meningkatkan aliran darah ke otak
  • Meningkatkan kemampuan Anda untuk tetap mengerjakan tugas
  • Mendorong pelepasan bahan kimia otak penting, seperti serotonin dan dopamin

4. Meditasi

Mengutip Healthline, meditasi dapat membantu mood naik lagi dengan menciptakan ruang “tenang” untuk mental kita terisi ulang oleh energi positif dan kembali fokus.

Manfaat potensial dari meditasi dapat mencakup:

  • Meningkatkan kesadaran
  • Membuat lebih fokus
  • Memperbaiki suasana hati
  • Meningkatkan perhatian
  • Meningkatkan aliran darah ke otak.

5. Cari pemandangan segar (healing)

Pemandangan atau suasana yang monoton dalam beraktivitas sehari-hari mungkin berpengaruh besar membuat jenuh dan mood turun.

Sehingga, baik untuk mencari pemandangan baru untuk bisa mood naik lagi.

Mengutip Healthline, direkomendasikan untuk meluangkan waktu 20 hingga 30 menit (atau lebih jika bisa) mencari pemandangan baru atau segar.

Idealnya, kamu bisa berkunjung ke tempat yang menenangkan atau tempat yang kamu sukai (healing), bisa seperti:

  • Taman, halaman belakang, atau ruang hijau terdekat
  • Taman, cagar alam, atau di suatu tempat yang dapat melihat dan mendengar burung atau satwa liar lainnya
  • Pantai, danau, tepi laut, atau tempat alam lainnya.

Waktu di alam dapat menawarkan banyak manfaat otak, menurut APA, termasuk peningkatan suasana hati dan energi mental.

6. Tidur cukup

Mengutip Healthline, orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur 7-9 jam setiap malam.

Jika kebutuhan itu tidak terpenuhi, tidak jarang bisa membuat mood kamu turun saat bangun tidur.

Jadi, sangat penting untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup sesuai kebutuhan harian.

Jika kamu kesulitan mendapatkan tidur cukup secara teratur, cobalah cara ini:

  • Ciptakan lingkungan tidur yang nyenyak
  • Hindari cahaya biru di malam hari
  • Kembangkan rutinitas waktu tidur malam
  • Praktikkan kebersihan tidur yang baik

7. Minum air putih

Mengutip Harvard Health Publishing, penting untuk penuhi kebutuhan air putih harian untuk mood naik lagi.

Jika tubuh kekurangan cairan, salah satu efeknya adalah perasaan yang mudah lelah atau mood turun.

Kementerian Kesehatan menganjurkan untuk orang dewasa minum air putih sekitar 8 gelas berukuran 230 ml per hari atau total 2 liter.

Selain dari minuman, makanan juga dapat memberikan asupan cairan pada tubuh yaitu sekitar 20 persen.

Cairan dari makanan terutama diperoleh dari buah dan sayur, misalnya bayam dan semangka yang mengandung 90 persen air.

8. Hindari merokok

Mengutip Harvard Health Publishing, merokok sebenarnya menyedot energi dengan menyebabkan insomnia dan bisa membuat mood kita turun.

Nikotin dalam tembakau adalah stimulan, sehingga berdampak:

  • Mempercepat detak jantung
  • Meningkatkan tekanan darah
  • Merangsang aktivitas gelombang otak yang membuat kita betah melek, sehingga lebih sulit untuk tertidur.

Sehingga untuk membuat mood naik lagi, kita perlu untuk menghindari merokok.

Itulah 8 hal untuk membuat mood terus baik.***