Apa itu Disleksia, Jenis-jenis, dan Tanda-tanda Anak Mengalami Disleksia

Apa itu Disleksia, Jenis-jenis, dan Tanda-tanda Anak Mengalami Disleksia
Apa itu Disleksia, Jenis-jenis, dan Tanda-tanda Anak Mengalami Disleksia

Healmind – Simak penjelasan tentang apa itu disleksia dan tanda-tanda anak mengalami disleksia, di sini.

Dikutip dari Primaya Hospital, Disleksia pada anak merupakan gangguan proses belajar dengan ciri anak kesulitan menulis dan membaca. Kondisi ini dapat anak alami dengan gangguan kelainan saraf pada otak sehingga anak bisa kesulitan dalam belajar.

Meski kondisi ini membuat anak kesulitan belajar, terapi disleksia tidak akan mempengaruhi tingkat kecerdasan si kecil asalkan bisa dikelola dan ditangani dengan baik. Misalnya dengan meningkatkan keterampilan membaca dan menulis sejak dini.

Lalu, apa penyebab anak mengalami disleksia? Seperti apa ciri-ciri atau gejala anak dengan disleksia? Apakah kondisi ini berisiko bagi tumbuh kembang anak? Yuk, ketahui juga cara penanganan si kecil dnegan disleksia melalui penjelasan di bawah ini!

Apa itu Disleksia pada Anak?

Disleksia bukan penyakit berbahaya, melainkan hanya gangguan belajar pada anak sehingga menyebabkan kesulitan membaca. Anak kesulitan dalam mengidentifikasi suatu ucapan dan mempelajari hal yang berkaitan dengan huruf dan kata.

Disleksia pada anak adalah gangguan belajar yang mengakibatkan anak kurang memahami kosakata, kalimat, membaca, dan memahami bahan bacaan. Anak dengan  disleksia biasanya kesulitan mencocokan huruf dengan urutan benar.

Contohnya pada saat membaca, indra mata akan mengirim sinyal dari huruf atau gambar bacaan yang mereka lihat dan dengar ke sistem saraf pusat atau otak. Kemudian, otak akan menghubungkan huruf dan gambar dalam urutan benar.

Namun, pada si k dengan disleksia akan mengalami kesulitan untuk membaca huruf atau gambar yang benar. Oleh karena itu, anak akan kesulitan dalam mempelajari hal selanjutnya yang berkaitan dengan tulisan, kosakata, dan bacaan.

Jenis Disleksia yang Perlu Diketahui

Ada beberapa jenis disleksia yang dapat menjangkiti seorang anak. Hal ini penting untuk diketahui sehingga dapat memudahkan dalam cara menanganinya. Berikut jenis disleksia yang ditemukan pada anak, di antaranya sebagai berikut:

1. Phonological Dyslexia

Jenis disleksia ini berkaitan dengan kesulitan dalam kesadaran fonemik pada anak, yaitu kemampuan mengenal huruf dalam satu kata. Anak kesulitan memecah kata menjadi suku kata dan menghubungkan kata dengan suara yang tepat.

2. Rapid Naming Dyslexia

Jenis disleksia yang menggambarkan kondisi ketidakmampuan untuk menyebutkan huruf atau angka dengan cepat. Anak membutuhkan waktu lama memproses informasi sehingga saat membaca lebih lambat dibanding kondisi normal.

3. Surface Dyslexia

Jenis disleksia yang berkaitan dengan ketidakmampuan membaca kata yang dieja secara berbeda dengan pengucapannya. Anak akan sulit untuk memahami kaya setelah melihatnya, kondisi ini dikenal juga sebagai kondisi disleksia visual.

4. Double Deficit Dyslexia

Jenis disleksia yang berasal dari kombinasi phonological dyslexia dan rapid naming dyslexia. Anak yang menderita double deficit dyslexia cenderung mengalami gejala atau tanda-tanda yang berkaitan erat dengan kedua kondisi tersebut.Tanda dan Gejala Disleksia

Tanda-tanda Anak DIsleksia

Gangguan belajar baca tulis akan sulit mengetahui tanda dan gejalanya jika anak belum mulai sekolah. Gangguan ini bisa mengetahuinya pada saat anak mulai belajar membaca dan menulis, ada beberapa tanda yang terjadi pada anak disleksia.

Anak disleksia kemungkinan akan berulang kali menemukan angka dan huruf terbalik atau kata dengan urutan yang tidak benar. Meskipun kondisi ini juga bisa ditemukan pada anak normal yang melakukan kesalahan penulisan huruf.

Berikut ada beberapa tanda dan gejala disleksia yang bisa para orang tua identifikasi setelah anak mulai sekolah atau belajar menulis dan membaca, antara lain:

  • Lamban dalam mempelajari nama dan bunyi abjad
  • Perkembangan bicara lambat dibanding anak seusianya
  • Sering menulis terbalik. Misalkan ‘pit’ menjadi ‘tip’
  • Sulit membedakan huruf. Misalkan ‘b’ dengan ‘d’
  • Kesulitan mengenali ritme dalam sebuah kalimat

Selain itu, si kecil dengan disleksia juga kerap mengalami kesulitan dalam sejumlah aktivitas terutama saat mulai sekolah, cenderung mengalami kesulitan mengikuti pelajaran. Adapun ciri-ciri disleksia yang umum terjadi sebagai berikut:

  • Kesulitan mengeja, membaca, dan menulis
  • Sulit memproses dan memahami apa yang didengar
  • Kesulitan mengingat huruf, angka, dan warna
  • Kesukaan mengucapkan kata yang tidak umum
  • Sulit memahami tata bahasa dan imbuhan pada kata.***