ADHD pada Orang Dewasa: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

ADHD pada Orang Dewasa: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
ADHD pada Orang Dewasa: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Helamind – Simak info soal ADHD pada orang dewasa, mulai dari penyebab, gejala, sampai cara mengatasinya, di sini.

Apa itu ADHD pada Orang Dewasa?

Dikutip dari RS Siloam, ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) adalah penyakit mental yang membuat pengidapnya sulit berkonsentrasi, terlalu aktif (hiperaktif), dan memiliki perilaku impulsif. Gangguan ini biasanya mulai muncul dan terdeteksi pada masa kanak-kanak. Namun dalam beberapa kasus, ADHD juga dapat terdeteksi pada orang dewasa.

Penyebab ADHD pada Orang Dewasa

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab ADHD pada orang dewasa. Namun, terdapat dugaan bahwa faktor genetik dan lingkungan memiliki peran besar terhadap terjadinya ADHD pada orang dewasa.

Pasalnya, memiliki keluarga dengan riwayat ADHD atau penyakit mental lainnya dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi serupa. Kemudian, yang termasuk ke dalam faktor lingkungan adalah paparan perilaku impulsif atau hiperaktif dari orang-orang di sekitar yang berpengaruh dalam perkembangan ADHD pada pengidap.

Di samping itu, ADHD pada orang dewasa juga bisa terjadi karena kondisi ADHD di masa kecil yang tidak terdeteksi atau tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Gejala ADHD pada Orang Dewasa

Gejala ADHD pada orang dewasa cukup beragam. Namun, umumnya orang dengan ADHD akan menunjukkan perilaku-perilaku berikut ini.

1. Tidak Terorganisir

Orang dewasa dengan ADHD cenderung kurang terorganisir. Sulit bagi mereka untuk menentukan prioritas serta sering menunda-nunda pekerjaan. Bahkan, terkadang pengidapnya kesulitan dalam memulai atau menyelesaikan pekerjaan tertentu, melupakan janji temu, dan kerap kehilangan barang

2. Sulit Berkonsentrasi

Gejala ADHD pada orang dewasa yang satu ini sering kali dikeluhkan oleh orang-orang yang berasa di sekitar pengidapnya. Gejala ini sebenarnya tidak selalu muncul secara tiba-tiba, namun sering kali dipicu oleh pekerjaan yang menumpuk.

Hal ini membuat hal-hal detail yang seharusnya perlu diperhatikan justru diabaikan oleh pengidapnya. Akibatnya, pekerjaan menjadi terhambat dan hasilnya tidak sesuai harapan. Selain itu, penderita ADHD juga sering kehilangan fokus saat berbincang dengan orang lain

3. Mudah Cemas

ADHD sering kali juga menyebabkan pengidapnya mudah merasa cemas dan gelisah. Misalnya saat berada di tengah-tengah rapat, pengidap ADHD akan melakukan hal-hal lain untuk mengalihkan kecemasan dan kegelisahannya seperti memainkan handphone, menggigit kuku, menggerak-gerakkan kakinya, dan lain-lain sehingga ia menjadi tidak fokus pada pekerjaannya. Tentunya, hal ini dapat memengaruhi produktivitasnya.

4. Sulit Berhubungan dengan Orang Lain

Pengidap ADHD cenderung merasa kesulitan dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain, baik dalam hubungan pertemanan maupun asmara. Hal ini dikarenakan pengidap ADHD mudah merasa bosan dan tampak tidak acuh atau tidak perhatian dengan orang di sekitarnya.

5. Tidak Bisa Mengontrol Emosi

Sebagian besar orang dewasa dengan ADHD sulit mengontrol emosinya, sehingga mudah marah dan frustasi. Selain itu, pengidap ADHD juga lebih mudah tersinggung saat menerima kritik dari orang lain.

Cara Mengatasi ADHD pada Orang Dewasa

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk menghadapi ADHD adalah memiliki kesadaran terhadap gejala-gejala yang ditunjukkan. Dengan begitu, pengidap akan lebih mudah menerima kondisinya dan bersedia menjalani perawatan dengan baik agar hasilnya optimal.

Ketika sudah terdapat kesadaran terhadap kondisi ADHD, beberapa perawatan yang bisa dijalani oleh pasien ADHD adalah sebagai berikut:

  1. Tidur yang cukup, setidaknya 7–9 jam setiap malam agar lebih fokus dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
  2. Menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang untuk mendapatkan nutrisi yang cukup dan rutin berolahraga agar suasana hati menjadi lebih baik.
  3. Bagi orang dewasa yang sudah bekerja, berlatih manajemen waktu adalah langkah yang efektif untuk mengatasi ADHD agar tidak ada pekerjaan yang terlantar. Pasalnya, pekerjaan yang menumpuk dapat menyebabkan kondisi ADHD memburuk.
  4. Menjalani terapi CBT (cognitive behavioral therapy). CBT adalah jenis psikoterapi yang biasanya ditujukan untuk pasien dengan gangguan mental, seperti ADHD. Terapi ini membantu pasien belajar mengubah pola pikir dan perilaku yang negatif.
  5. Mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan obat-obatan stimulan untuk pasien ADHD agar dapat meningkatkan konsentrasi atau fokusnya. Selain itu, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan lainnya untuk mengatasi gangguan mental lain yang mungkin juga dialami.