ADHD – Jenis, Gejala dan Penyebabnya

Jenis-jenis Terapi yang Cocok untuk Anak Autis dan Manfaatnya
Jenis-jenis Terapi yang Cocok untuk Anak Autis dan Manfaatnya

Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) adalah kondisi neurobehavioral umum yang biasanya pertama kali didiagnosis selama masa kanak-kanak. Lebih dari enam juta anak antara usia dua dan 17 telah didiagnosis dengan ADHD. Ini ditandai dengan pola kurangnya perhatian, hiperaktif, dan impulsif yang menyulitkan orang untuk memperhatikan dan mengendalikan perilaku mereka.

ADHD adalah kondisi seumur hidup. Meskipun gejalanya berubah seiring waktu, mereka masih dapat mengganggu fungsi orang dewasa. Hubungan, kesehatan, pekerjaan, dan keuangan hanyalah beberapa area yang mungkin terpengaruh. Ada pilihan pengobatan, termasuk obat-obatan dan terapi, serta strategi mengatasi yang dapat membantu Anda untuk hidup dengan baik dengan ADHD.

Jenis-jenis ADHD

Ada tiga presentasi berbeda untuk ADHD:

  • Presentasi yang sebagian besar lalai
  • Presentasi yang didominasi hiperaktif-impulsif
  • Presentasi gabungan

Setiap jenis ditandai dengan presentasi gejala yang berbeda.

Gejala Kurang Perhatian

Anak-anak dan orang dewasa yang lalai mengalami kesulitan untuk tetap fokus dan mengerjakan tugas-tugas yang mereka anggap biasa-biasa saja. Karena itu, mereka mungkin menunda-nunda melakukan pekerjaan yang membutuhkan banyak energi mental. Orang yang mengalami gejala kurangnya perhatian dapat:

  • Mudah terganggu oleh pemandangan dan suara yang tidak relevan
  • Bergeser dari satu aktivitas ke aktivitas lain dan mudah bosan
  • Tampak pelupa dan bahkan lalai atau bingung
  • Membuat kesalahan ceroboh
  • Berjuang untuk tetap pada tugas dan memperhatikan
  • Mengalami kesulitan mengikuti instruksi, menyelesaikan proyek, dan tetap mengerjakan tugas
  • Mengalami kesulitan mengatur tugas
  • Sering kehilangan barang

Gejala Hiperaktif dan Impulsif

Hiperaktif adalah gejala yang kebanyakan orang pikirkan ketika mereka mendengar istilah “ADHD.” Anak-anak dan orang dewasa yang hiperaktif memiliki tingkat aktivitas yang terlalu tinggi, yang dapat muncul sebagai aktivitas fisik dan/atau verbal yang berlebihan. Gejala hiperaktif dan impulsif meliputi:

  • Terus-menerus bergerak seolah-olah digerakkan oleh motor
  • Kegelisahan, termasuk menggeliat berlebihan atau gelisah
  • Berbicara berlebihan, menyela orang lain, memonopoli percakapan
  • Perilaku keras dan mengganggu
  • Kesulitan duduk diam atau tetap duduk

Apa yang menyebabkan ADHD?

Penyebab pasti tidak diketahui tetapi para ahli percaya ada sejumlah faktor yang berperan. Genetika dianggap memainkan peran penting dalam menyebabkan masalah ini tetapi faktor lingkungan juga berkontribusi dan sering berinteraksi dengan kecenderungan genetik. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko termasuk penyakit tertentu seperti meningitis, paparan racun seperti timbal, dan gizi buruk atau penggunaan zat selama kehamilan.

Bagaimana ADHD didiagnosis?

Tidak ada tes laboratorium atau kuesioner sederhana yang dapat menentukan apakah seseorang menderita ADHD. Profesional kesehatan mental melakukan evaluasi dan dapat menggunakan berbagai alat termasuk tes IQ, wawancara, ukuran perhatian, skala penilaian, dan penilaian lain untuk mengevaluasi gejala dan menentukan apakah gejala tersebut memenuhi kriteria untuk diagnosis.

Apakah ADHD adalah penyakit mental?

ADHD diklasifikasikan sebagai penyakit mental, tetapi juga dapat digambarkan sebagai gangguan perkembangan saraf. Penting untuk diketahui bahwa penyakit mental adalah istilah luas yang mengacu pada semua jenis kondisi yang memengaruhi pikiran, suasana hati, atau perilaku seseorang. Karena tiga gejala utama masalah ini—kurang perhatian, impulsif, dan hiperaktif—semuanya memengaruhi area ini, Masalah ini dianggap sebagai bentuk penyakit mental.

Apakah ADHD genetik?

Ada komponen genetik yang kuat untuk masalah ini. Perkiraan menunjukkan bahwa heritabilitas genetik dari kondisi ini lebih dari 70%. Namun, memiliki kecenderungan genetik tidak selalu berarti Anda akan mengembangkan masalah ini. Penelitian telah menemukan bahwa ada beberapa gen yang berperan dan interaksi gen-gen ini bersama dengan pengaruh lingkungan yang dapat menyebabkan gangguan tersebut.

Apakah ADHD dianggap cacat?

ADHD dapat dianggap sebagai disabilitas menurut pedoman yang ditetapkan oleh American with Disabilities Act (ADA) jika Anda memiliki gangguan yang membatasi satu atau lebih aktivitas kehidupan utama (seperti bekerja atau sekolah). Harus ada catatan penurunan ini atau orang lain harus bisa merasakan tantangan ini. Ini berarti beberapa orang yang memiliki masalah ini dapat meminta akomodasi di tempat kerja atau sekolah agar terhindar dari depresi.